Tanda antara PMS (Premenstrual Syndrome)dan awal kehamilan memang terkadang cukup mirip. Oleh karena itu, banyak orang masih bingung apakah gejala yang dirasakan oleh tubuhnya merupakan tanda PMS atau justru tanda kehamilan.
Salah satu gejala yang sering menimbulkan kebingungan adalah rasa sakit di area payudara. Sebelum menstruasi, perubahan hormon dapat menyebabkan payudara terasa sedikit nyeri. Hal yang sama juga terjadi saat sedang hamil, di mana payudara juga bisa terasa sakit, sehingga sulit dibedakan antara keduanya.
Di dalam artikel ini, akan dibahas tentang perbedaan nyeri payudara selama menstruasi dan kehamilan secara lebih rinci. Lihat, ya!
1. Perbedaan rasa sakit payudara selama menstruasi dan kehamilan
Perbedaan antara nyeri payudara selama menstruasi dan kehamilan memang cukup sulit untuk dikenali. Karena gejala nyeri payudara akibat PMS bisa sangat mirip dengan gejala yang terjadi saat hamil.
Gejala sindrom pramenstruasi terjadi dalam jangka satu hingga dua minggu sebelum menstruasi dan biasanya berakhir ketika menstruasi dimulai. Sementara gejala kehamilan akan berlangsung lebih lama dibandingkan itu.
Berikut ini adalah perbedaan yang lebih rinci antara keduanya:
Nyeri payudara haid
Saat siklus menstruasi, pembengkakan dan nyeri pada payudara dapat muncul. Rasa sakit ini bisa bervariasi dari ringan hingga berat. Umumnya, rasa sakit yang paling hebat terjadi menjelang menstruasi atau selama masa ovulasi.
Jaringan payudara akan terasa lebih padat menjelang menstruasi, khususnya di bagian permukaannya. Payudara juga terasa penuh dengan nyeri tekan dan rasa sakit yang berat. Namun, rasa sakit tersebut akan semakin membaik selama atau setelah siklus menstruasi seiring dengan menurunnya kadar progesteron.
Nyeri payudara hamil
Namun jika kamu sedang dalam keadaan hamil, kemungkinan rasa nyeri pada payudara yang dirasakan tidak hanya berupa pembengkakan atau nyeri saat disentuh. Rasa nyeri tersebut akan bertahan lebih lama dibandingkan nyeri PMS karena kadar progesteron meningkat selama masa kehamilan.
Selain rasa sakit, areola atau area berwarna di sekitar puting akan menjadi lebih gelap atau membesar selama kehamilan. Payudara juga akan terasa lebih peka dan lembut saat disentuh, atau justru terasa lebih berat.
Kadang-kadang, rasa nyeri dan pembengkakan pada wanita yang sedang hamil muncul satu hingga dua minggu setelah kehamilan dan dapat berlangsung selama beberapa waktu.
2. Gejala sebelum haid
Selain perbedaan nyeri payudara selama haid dan kehamilan yang telah disebutkan, masih terdapat beberapa gejala lain yang bisa muncul sebelum menstruasi. Gejala-gejala ini, jika diterangkan secara lebih rinci, juga dapat membantu membedakannya dari tanda-tanda kehamilan.
-
Kelelahan
Ketidakhadiran memang umum terjadi selama PMS. Bukan hanya kelelahan, kamu juga mungkin mengalami kesulitan tidur. Namun, gejala ini akan berakhir ketika menstruasi dimulai.
-
Pendarahan
Pendarahan yang terjadi menjelang siklus menstruasi terjadi saat masa haid dimulai dan biasanya berlangsung selama seminggu atau lebih. Namun, umumnya seseorang tidak mengalami pendarahan sebelum masa menstruasi tiba.
-
Perubahan suasana hati
Perbedaan lain antara gejala PMS dan kehamilan terletak pada perubahan suasana hati. Perubahan emosi selama siklus menstruasi terjadi sebelum masa menstruasi dan akan berakhir setelah menstruasi dimulai. Kamu mungkin merasa lebih mudah tersinggung dan mengalami rasa cemas, dengan gejala-gejala tersebut muncul.
-
Kram
Kram yang dialami oleh perempuan selama masa menstruasi umumnya muncul antara 24 hingga 48 jam sebelum siklus menstruasi dimulai. Rasa nyeri tersebut biasanya akan berkurang saat menstruasi berlangsung dan akhirnya menghilang ketika siklus menstruasi selesai.
3. Tanda-tanda hamil
Tanda-tanda kehamilan tidak terlalu berbeda dengan tanda-tanda menstruasi. Perbedaannya dapat kamu perhatikan di bawah ini.
-
Kelelahan
Pada wanita yang sedang hamil, rasa lelah bisa terjadi sepanjang masa kehamilan, terutama pada trimester pertama. Peningkatan hormon progesteron menjadi penyebab munculnya rasa lelah tersebut. Istirahat yang cukup dapat membantu ibu hamil mengurangi rasa lelah yang dirasakan.
-
Pendarahan
Berbeda dengan pendarahan menstruasi, salah satu tanda awal kehamilan adalah munculnya perdarahan ringan atau bercak yang umumnya berwarna merah muda atau cokelat. Biasanya, perdarahan ini terjadi sekitar 10 hingga 14 hari setelah pembuahan dan berlangsung selama satu hingga dua hari.
-
Perubahan suasana hati
Perubahan suasana hati yang terjadi pada seseorang saat sedang hamil dapat berlangsung lebih lama hingga masa persalinan. Selama masa kehamilan, seseorang cenderung lebih rentan secara emosional. Meskipun ada rasa bahagia dalam menyambut anak pertama, mereka mungkin juga mengalami periode-periode sedih dan lebih mudah menangis.
-
Mual
Salah satu ciri yang paling jelas membedakan tanda kehamilan dengan tanda menstruasi adalah mual. Saat sedang hamil, mual di pagi hari sering kali menjadi gejala yang paling umum dan terlihat. Rasa mual ini biasanya muncul sekitar sebulan setelah kehamilan dimulai, bisa disertai muntah atau tidak. Namun, tidak semua wanita yang sedang hamil mengalami hal ini.
-
Kram
Pada awal kehamilan, kamu mungkin merasakan nyeri ringan. Nyeri ini bisa terasa mirip dengan kram yang dirasakan saat menstruasi. Namun, kram yang terjadi saat hamil biasanya berada di bagian perut bawah atau punggung bawah.
Demikian penjelasan tentang perbedaan nyeri payudara selama menstruasi dan kehamilanserta tanda-tanda lain yang membedakan keduanya. Sekarang, kamu dapat mengamati apakah kondisi yang kamu alami merupakan gejala PMS atau kehamilan.
Perayaan Kesadaran Kanker Payudara di Korea Mendapat Kritik Pedas, Kampanye atau Pesta? Operasi Robotik Hadir di RSU Bunda, Efektif dalam Mengatasi Kanker Payudara 5 Keuntungan Shea Butter untuk Payudara: Rahasia Alami Menjaga Kehalusan

























