MCNNEWS.ID – Ada beragam penyebab cacinganyang perlu diwaspadai. Terutama jika anak-anak suka bermain pasir tanpa pengawasan, karena cacing dapat masuk ke dalam tubuh dan berkembang biak.
Baru-baru ini, seorang anak perempuan berusia balita bernama Raya, warga Kampung Padangenyang, Desa Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal setelah ditemukan banyak cacing di dalam tubuhnya. Raya telah lama menjadi perhatian petugas desa akibat kondisi gizinya yang sangat memprihatinkan.
Anak berusia empat tahun ini tercatat sebagai anak dengan status BGM (bawah garis merah), yang menunjukkan kondisi gizi yang tidak baik. Oleh karena itu, Raya menjadi salah satu anak yang menjadi fokus dalam pemantauan rutin posyandu di daerahnya.
Penyebab utama cacingan adalah ketidakbersihan diri dan lingkungan, khususnya di daerah yang memiliki sanitasi yang tidak memadai. Selain itu, imunitas tubuh yang rendah, kebiasaan tidak mencuci tangan, serta mengonsumsi makanan mentah atau belum matang juga bisa memperbesar kemungkinan terkena infeksi cacing.
- Apa itu Cacingan? Berikut Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Masalah Ini
- 7 Tanda-Tanda Kucing Terkena Cacing dan Cara Mengatasinya
- Melihat Rekomendasi Obat Cacing untuk Anjing yang Efektif
Penyebab Cacingan

1. Cacing Gelang
Cacing pita dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau tanah yang terkontaminasi dengan telur cacing. Panjang cacing pita sekitar 10–35 cm. Setelah masuk, telur menetas di usus dan larva menyebar melalui pembuluh darah atau saluran limfa ke organ tubuh lain seperti paru-paru atau kandung empedu.
2. Cacing Pita
Cacing pita, atau Cestoda, memiliki bentuk yang khas seperti pita, datar, dan terbagi menjadi segmen-segmen di seluruh tubuhnya. Penyebarannya dapat terjadi ketika tangan bersentuhan dengan tanah atau feses yang mengandung telur cacing, lalu secara tidak sengaja masuk ke mulut. Konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi menjadi cara masuk cacing pita, terutama jika mengonsumsi daging sapi, babi, atau ikan yang belum matang.
3. Cacing Kremi
Cacing kremi memiliki warna putih, ukuran kecil (sekitar 5–13 mm), dan paling umum menyerang anak-anak yang berusia sekolah. Tangan yang tidak bersih setelah menyentuh tanah dapat memicu masuknya larva cacing ke dalam tubuh.
Bila telur sampai berada di area anus dan menyebabkan gatal, menggaruknya dapat mengangkut telur ke jari dan selanjutnya menempel pada permukaan benda atau orang lain, sehingga menyebarakan infeksi.
4. Cacing Tambang
Cacing ini, baik yang berbentuk larva maupun yang sudah matang (dengan ukuran 5–13 mm), mampu menyebabkan infeksi pada manusia. Larva cacing tambang bisa menembus kulit, seperti telapak kaki yang tidak mengenakan alas, kemudian masuk ke sistem peredaran darah dan menyebar ke paru-paru serta tenggorokan.
Gejala Cacingan
Gejala cacinganmenyebabkan diare, mual, nyeri perut, muntah, kehilangan selera makan, dan penurunan berat badan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih parah, seperti anemia. Berikut beberapa tanda-tanda infeksi cacing:
- Diare yang berlangsung lebih dari dua minggu.
- Sembelit yang terus-menerus tidak membaik.
- Ada cacing dalam feses.
- Timbul ruam, kemerahan, serta sensasi gatal di kulit, dalam beberapa kondisi, cacing dapat terlihat di bawah permukaan kulit.
- Perut terasa penuh atau terlihat membesar.
- Berat tubuh berkurang tanpa alasan yang jelas.
- Rasa sakit di bagian otot dan sendi.
- Gangguan pertumbuhan pada anak.
- Menderita pembengkakan pada kaki akibat filariasis (penyakit kaki gajah).
- Gatal di area dubur, terutama pada saat malam hari.
- Sering mengalami reaksi alergi di permukaan kulit.
- Sering merasa lelah atau lesu.
Cara Mencegah Infeksi Cacingan
Untuk mencegah terjadinya infeksi cacingan, terdapat beberapa tahapan yang dapat dilakukan, yaitu:
- Mencuci tangan sebelum makan.
- Hindari kebiasaan menggigit kuku.
- Simpan daging mentah dan ikan secara bersih, serta pastikan dimasak hingga matang sempurna sebelum disajikan.
- Cuci buah dan sayuran menggunakan air mengalir sebelum dimakan.
- Hindari berjalan telanjang kaki dan menyentuh permukaan tanah tanpa menggunakan sarung tangan.
Penyebab infeksi cacing biasanya terkait dengan kurangnya kebersihan pribadi dan lingkungan, serta sistem sanitasi yang tidak memadai. Penularan cacing dapat terjadi karena kontak langsung dengan tanah yang tercemar, mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak bersih, serta kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan atau setelah buang air besar.























