MCNNEWS.ID – Pantai dan lautan di Bulukumba senantiasa memancarkan cahaya biru. Ombaknya tenang, sementara di balik garis horizon terdapat denyut ekonomi besar yang memberikan kehidupan bagi nelayan, petani, serta pengusaha pariwisata.
Bulukumba, sebuah kabupaten yang berada di ujung selatan Sulawesi Selatan, sedang mengalami peningkatan perhatian. Data terbaru yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui unggahan resmi di akun Instagram @pemkabbulukumba pada hari Selasa, 16 September 2025, menunjukkan potensi besar wilayah ini—mulai dari sektor pariwisata, pertanian, peternakan, hingga perikanan.
Dan berdasarkan angka-angka tersebut, terlihat jelas: Bulukumba bukan hanya tujuan wisata, tetapi juga pusat ekonomi yang siap mendukung Sulawesi Selatan dan Indonesia.
Pariwisata Bulukumba mencatat 566 ribu kunjungan
Jumlah pengunjung wisata pada tahun 2024 mencapai 566.886 orang. Angka ini tetap stabil meskipun pernah meningkat hingga 682 ribu pengunjung pada tahun 2022.
Pewisataan juga menjadi sumber pendapatan daerah yang sangat penting. Pada tahun 2024, pendapatan dari sektor ini mencapai Rp7,2 miliar, mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun 2020 yang hanya sebesar Rp3,5 miliar.
Bulukumba memiliki lebih dari 140 tempat tujuan wisata. Mulai dari Pantai Bira yang terkenal di kalangan wisatawan asing, Tebing Apparalang dengan pemandangan laut yang menakjubkan, hingga kawasan adat Ammatoa Kajang yang menjaga kearifan nenek moyang. Tidak ketinggalan, pembuatan perahu Pinisi—warisan budaya dunia yang diakui oleh UNESCO—yang menjadi daya tarik wisata budaya sekaligus simbol maritim Indonesia.
Banyaknya jenis pariwisata ini memberikan peluang besar bagi pengusaha hotel, kuliner, transportasi, serta investasi properti. Bulukumba kini mulai diperhatikan bukan hanya sebagai tempat liburan, tetapi juga sebagai lokasi yang strategis untuk bisnis berbasis pariwisata.
Nilai produksi perikanan mencapai 1,3 triliun rupiah
Selain sebagai destinasi wisata, laut Bulukumba memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Produksi perikanan tangkap mencapai 53.860 ton, sedangkan perikanan budidaya dan rumput laut mencapai 198.556 ton. Bila digabungkan, total produksi perikanan di Bulukumba pada tahun 2024 mencapai 252.416 ton dengan nilai sebesar Rp1,3 triliun.
Untuk memperkuat sektor tersebut, Pemkab Bulukumba menghadirkan program utama: pembangunan kolam labuh, gerakan 1.000 rumpon, budidaya rumput laut, serta pengembangan pusat pelelangan ikan. Seluruh program ini diumumkan melalui unggahan resmi Pemkab Bulukumba di Instagram.
Sektor pertanian tidak kalah pentingnya. Dengan luas lahan sawah sebesar 22.958 hektare, produksi beras mencapai 263 ribu ton setiap tahun. Jagung, kakao, serta durian Musangking juga menjadi komoditas utama. Program bibit unggul senilai Rp2 miliar dilaksanakan guna mengganti tanaman yang tidak produktif dengan varietas baru yang lebih menguntungkan.
Bulukumba juga terkenal sebagai pusat ternak sapi potong. Meskipun jumlah populasi menurun dari 71.861 ekor (2022) menjadi 64.402 ekor (2024), pemerintah percaya diri bahwa Bulukumba dapat kembali menjadi lumbung daging berkat dukungan iklim pertanian dan pemuliaan yang tepat.
Bulukumba mengucapkan salam kepada para investor dan wisatawan
Dengan potensi pariwisata yang terus berkembang, hasil laut bernilai triliunan rupiah, serta pertanian yang menghasilkan, Bulukumba kini menjadi daya tarik baru. Bagi para wisatawan, wilayah ini menawarkan tempat tujuan dengan pengalaman yang autentik—mulai dari pantai tropis hingga upacara adat.
Bagi para investor, data resmi menunjukkan peluang yang besar di bidang perhotelan, restoran, perikanan, serta agrobisnis. Stabilitas kunjungan wisatawan dan potensi ekonomi laut yang besar menjadikan Bulukumba sebagai wilayah yang patut diperhitungkan.
Potensi ini bukan sekadar angka, melainkan gambaran dari kegiatan masyarakat yang setiap hari melakukan penanaman, perikanan, serta menerima tamu.
Bulukumba telah menunjukkan komitmennya: bukan hanya sebagai tujuan wisata, tetapi juga sebagai pusat perkembangan ekonomi dengan masa depan yang cerah.























