Senin, Mei 4, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • Masuk
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
Advertisement
ADVERTISEMENT
  • Berita
    • Berita Internasional
  • Daerah
    • Jawa Barat
    • Bandung & Kab. Bandung
    • Bekasi
    • Ciamis
    • Garut
    • Indramayu
    • Kabupaten Pangandaran
    • Kota Banjar
    • Kuningan
    • Tasikmalaya
    • Profil Ciamis
    • Profil Kecamatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Agama
      • Ramadhan Series
    • Hiburan
    • Lingkungan
      • Fauna Flora
  • Olah Raga
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & Opini
  • Advertorial
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
  • Berita
    • Berita Internasional
  • Daerah
    • Jawa Barat
    • Bandung & Kab. Bandung
    • Bekasi
    • Ciamis
    • Garut
    • Indramayu
    • Kabupaten Pangandaran
    • Kota Banjar
    • Kuningan
    • Tasikmalaya
    • Profil Ciamis
    • Profil Kecamatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Agama
      • Ramadhan Series
    • Hiburan
    • Lingkungan
      • Fauna Flora
  • Olah Raga
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & Opini
  • Advertorial
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Berita
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & Opini
  • Advertorial
ADVERTISEMENT
Home Gaya Hidup

Hari Ibu dan Kisah Rina Zainun: Dari Perlindungan Preman hingga Pemimpin Perempuan Kaltim

shanny ratman Oleh shanny ratman
18/12/2025
in Gaya Hidup
Waktu Membaca:5 menit membaca
A A
0
0
Dibagikan
6
Dilihat
Berbagi di FacebookBerbagi di TwitterBerbagi di WhatsappBerbagi di Telegram
ADVERTISEMENT

SAMARINDA, MCNNEWS.ID – Rina Zainun, pimpinan Tim Reaksi Cepat (TRC) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kalimantan Timur (Kaltim) perlu menatap jauh ketika harus memaknai apa itu hari ibu.

Perempuan berusia 45 tahun melihat foto ketiga anaknya yang terpajang di dinding rumah. 

Ia memang bukan seorang figur publik. Bukan pejabat. Bukan pula tokoh terkenal. Namun, dia sudah ditempa dengan berbagai keadaan. Mulai dari ditolong preman hingga menjadi garda terdepan penyelamat anak dan perempuan.

“Saya cuma ingin hidup layak dengan anak-anak. Tidak lebih,” ucapnya perlahan.

Berita Terkait

edit post
100 kuliner Indonesia terbaik

100 Kuliner Indonesia Terbaik Versi TasteAtlas 2026: Kekayaan Rasa Nusantara yang Mendunia

11/04/2026
edit post
Efek konsumsi kopi

Efek konsumsi Kopi Setiap Hari terhadap Kesehatan dan Cara Konsumsi Kopi yang Baik dan Benar

09/04/2026
edit post
Pentingnya

Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan di Usia 40 Tahun ke Atas

04/04/2026
edit post
deteksi dini kanker payudara

Deteksi Dini Kanker Payudara

31/03/2026

Kisah Rina Dimulai

Rina lahir dari sebuah keluarga besar di Kutai. Ayahnya berprofesi sebagai kapten kapal, sedangkan ibunya menjual kue.

Rumah kecil mereka pada masa itu selalu ramai dikunjungi oleh para tamu yang bukan termasuk anggota keluarga.

Ibu yang sangat perhatian terhadap sesama. Mulai dari anak yatim, anak yang tidak memiliki keluarga, hingga orang yang mabuk dan tertidur di makam pun dibawa pulang untuk dicuci mandikan.

“Rumah kami mirip dengan tempat istirahat,” katanya sambil mengenang.

Anak keenam dari sepuluh bersaudara masih sangat mengingat, masa kecilnya dibimbing dengan ketat dan rasa empati, yang nantinya akan menjadi bekal hidup saat ia tumbuh menjadi wanita dewasa.

Tangan Preman Datang Tidak Terduga

Perjuangan Rina sebagai seorang ibu yang tangguh dimulai pada tahun 1999, ketika ia memulai masa pernikahannya.

Pada masa itu, ia memilih untuk hidup mandiri bersama suaminya dengan tinggal di sebuah kontrakan kecil. Bahkan, ia sampai berbohong kepada orang tuanya bahwa tempat tersebut adalah fasilitas kantor.

Kehidupan di sana terasa cukup sulit. Pendapatan suaminya tersisa sedikit akibat utang yang masih ada dari masa lalu.

Mereka pernah menghabiskan satu bungkus mi bersama dalam sehari, dan Rina menyembunyikan fakta itu dari orang tuanya.

Makanan yang kenyang hanya bisa ia rasakan setiap hari Jumat. Saat kembali ke rumah ibunya. Ibu tersebut selalu menyisipkan beras atau uang ke tas Rina tanpa diketahui oleh menantunya.

Rina menyimpan semuanya secara mandiri, berusaha mempertahankan harga diri suaminya yang sedang berjuang.

Pada suatu hari, kontrakan tersebut mengalami kebakaran. Kini, giliran para preman yang pernah ia bantu menunjukkan kebaikan mereka. Para preman itu yang menyelamatkan barang-barang tersebut.

Mereka memindahkan lemari, mengambil dokumen penting, menghalangi api hingga petugas tiba.

“Saya menangis, bukan lantaran rumah saya terbakar, melainkan karena orang-orang yang tidak pernah saya duga justru memberi bantuan kepada saya,” katanya.

Setelah itu, ia memulai kembali dari awal. Kembali ke rumah orang tuanya. Menabung secara perlahan hingga mampu membeli rumah yang sederhana.

Jalur kehidupan harus mengarah pada pernikahan yang tidak mungkin dipertahankan. Pada tahun 2016, ia akhirnya bercerai dari suaminya.

ADVERTISEMENT

Pekerjaan Apa Saja untuk Kebahagiaan Anak

Dengan tiga putri kecil, ia tidak memiliki pilihan selain bertahan.

Rina Zainun menerima segala jenis pekerjaan, mulai dari menjadi asisten rumah tangga, pelayan di dapur, hingga tukang cuci pakaian.

Tangannya sering terasa nyeri, punggungnya sakit, namun ia tidak pernah menunjukkan hal itu kepada anak-anaknya.

Pekerjaan-pekerjaan tersebut ia lakukan secara sembunyi-sembunyi agar orang tuanya tidak mengetahuinya.

“Saya tidak ingin mereka merasa kurang berkecukupan. Yang utama adalah mereka bisa makan,” katanya.

Pada suatu hari, Rina bertemu dengan seorang wanita bernama Yuni dari Yayasan Adi Dharma.

Yuni mengamati usaha Rina dan menawarkan pekerjaan sebagai pendidik PAUD serta TK.

Di dalam kelas kecil tersebut, Rina mengajar anak-anak kecil yang polos dalam hal bernyanyi, menggambar, dan menari.

Melihat kebahagiaan siswa menjadi penyemangat bagi Rina untuk menjadi lebih tangguh.

Namun gaji mengajar tidak memadai, sehingga ia harus mencari pekerjaan tambahan berupa tampil sebagai pemain organ di berbagai desa.

Ia memulai dari awal. Tidak mampu menyanyi, tidak memiliki gaya panggung, serta kurang percaya diri.

Para penyanyi lain sering menganggapnya remeh. Beberapa bahkan membalikkan buku lagu di wajahnya sebagai bentuk ejekan. Namun, ia tetap hadir setiap kali ada panggilan.

Dia tampil di acara kecil, pesta ulang tahun, kegiatan desa, bahkan di panggung sederhana yang roboh akibat hujan.

Perjuangan seorang ibu tidak berakhir di sini. Rina pernah menjadi korban pencurian berkali-kali, hingga mengalami patah kaki dan luka memar di perutnya.

Saat situasi mulai membaik, Rina memulai usaha kecil dari rumah dengan menjual donat, mi hun goreng, nasi bekepor, nasi samin, tumpeng, hingga nasi kotak.

Rizki datang secara perlahan. Pesanan yang tidak terduga tiba dari hotel, kantor, dan sekolah.

ADVERTISEMENT

Ia menerima segalanya dengan rasa syukur, karena bagi dirinya, segala tindakan yang ia lakukan berujung pada satu hal: ketiga putrinya.

Membuat Rumah yang Penuh dengan Kisah

Rina memiliki metode khusus dalam mendidik anak-anaknya. Ia menciptakan rumah yang penuh dengan ruang-ruang penuh kisah.

Setiap malam, mereka duduk bersama selama paling sedikit 30 menit — meskipun hanya membicarakan tugas kuliah, teman, masalah sekolah, atau sekadar berbincang ringan.

Ia juga mengajarkan pendidikan seks kepada anak-anak sejak dini, menekankan bahwa tubuh mereka bernilai dan tidak semua orang yang dekat dapat diandalkan.

Sekarang ketiga putrinya berkembang menjadi wanita yang kuat. Putri pertama bekerja di sebuah perusahaan. Putri kedua sedang bersiap untuk lulus sebagai sarjana hukum.

Anak ketiga yang sedang menempuh studi psikologi, aktif dalam kegiatan organisasi, dan sering mendampingi ibunya dalam kegiatan sosial. “Mereka mengatakan merasa bangga kepada saya,” katanya dengan lembut.

ADVERTISEMENT

Apakah dia pernah membayangkan anak-anaknya menjadi orang dewasa?

Mendengar pertanyaan tersebut, Rina diam. Ia berusaha tersenyum, namun suaranya goyah. Selanjutnya, air mata yang mengalir. Bukan hanya satu atau dua tetes, melainkan deras. Sejenak hening.

Mempertahankan Keamanan Anak dan Wanita 

Selain tugasnya sebagai ibu, sejak tahun 2019 Rina diamanahkan untuk memimpin TRC PPA Kaltim.

Ia menangani ratusan kasus kekerasan, mulai dari KDRT, anak yang terlantar, pemerkosaan, anak korban bullying, perempuan yang dianiaya oleh suaminya, hingga keluarga yang hancur tanpa tempat untuk melapor.

Ia langsung turun ke lapangan. Menemani korban dalam pemeriksaan medis, mendampingi pengajuan laporan polisi, menjadi perantara dalam keluarga, berunding dengan RT, Babinsa, bahkan dengan pelaku.

Ia menghabiskan malam-malam tanpa tidur hanya untuk memastikan seorang perempuan atau seorang anak tidak kembali ke tempat yang berisiko.

Bagi dia, pekerjaan bukanlah tentang posisi. Ia secara tegas melarang anggota TRC untuk meminta uang. “Mereka sudah mengalami kesulitan. Jangan diberatkan lagi,” tegasnya.

Namun, meskipun telah membantu banyak korban melalui perannya, Rina tetap merupakan seorang ibu.

Seorang wanita yang bertahan bukan karena ingin menjadi tangguh, melainkan karena tidak memiliki pilihan selain menjadi kuat.

Seorang ibu yang sering menahan air mata di kamarnya agar anak-anak tidak melihatnya. Seorang ibu yang hanya tidur selama tiga jam tetapi selalu bangun paling awal, seorang ibu yang pernah terjatuh berulang kali namun selalu bangkit kembali demi tiga putri kecil yang kini telah menjadi wanita dewasa.

Bagi Rina, kekuatan seorang ibu ialah mampu menjadi tempat berlindung bagi banyak jiwa.

Tidak hanya untuk anak-anaknya, tetapi juga bagi perempuan dan anak-anak lain yang datang dengan luka.

Tags: anak -anak dan keluargaberitaibujenis kelaminwanita
Berita Sebelumnya

IDXCarbon Raih 2,75 Juta Kredit Karbon di COP30, Dukungan TOBA, BMRI hingga Pertamina

Berita Berikutnya

Ambisi Menuju Negara Maju: RI Percepat Aksesi OECD Demi Lepas dari ‘Middle-Income Trap’

shanny ratman

shanny ratman

Shanny Kuswardi Ratman merupakan praktisi media digital dan pengelola portal berita yang aktif dalam pengembangan konten informatif, SEO berita, serta sistem newsroom berbasis WordPress. Berfokus pada penguatan kualitas publikasi digital, ia memiliki minat pada pengelolaan media online, strategi distribusi berita, dan optimalisasi konten untuk platform pencarian serta Google Discover. Dengan pengalaman di dunia publikasi digital, terus mendorong penyajian informasi yang cepat, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Berita Terkait

edit post
100 kuliner Indonesia terbaik

100 Kuliner Indonesia Terbaik Versi TasteAtlas 2026: Kekayaan Rasa Nusantara yang Mendunia

11/04/2026
edit post
Efek konsumsi kopi

Efek konsumsi Kopi Setiap Hari terhadap Kesehatan dan Cara Konsumsi Kopi yang Baik dan Benar

09/04/2026
edit post
Pentingnya

Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan di Usia 40 Tahun ke Atas

04/04/2026
edit post
deteksi dini kanker payudara

Deteksi Dini Kanker Payudara

31/03/2026
edit post
ciri-ciri asam urat tinggi

Ciri-Ciri Asam Urat Tinggi dan Cara Cepat Mengatasinya Secara Alami

28/03/2026
edit post
jerukcvr

Imunitas Turun Saat Musim Hujan?

27/03/2026
Berita Berikutnya
edit post
Ambisi Menuju Negara Maju: RI Percepat Aksesi OECD Demi Lepas dari ‘Middle-Income Trap’

Ambisi Menuju Negara Maju: RI Percepat Aksesi OECD Demi Lepas dari 'Middle-Income Trap'

edit post
Bupati Ciamis Tekankan Kesiapsiagaan Lintas Sektor dalam Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2025–2026

Bupati Ciamis Tekankan Kesiapsiagaan Lintas Sektor dalam Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2025–2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil

IKUTI KAMI

  • 5k Fans
  • 2k Followers
  • 3.6k Followers
  • 62.5k Subscribers
  • Sedang Tren
  • Komentar
  • Terbaru
edit post
data pengguna media sosial Indonesia

Segmentasi Penggunaan Media Sosial di Indonesia (2025)

26/08/2025
edit post
Dapur MBG

Dapur MBG di Cisaga Disorot: Bau Menyengat IPAL hingga Dugaan Rangkap Jabatan Jadi Sorotan Warga

01/04/2026
edit post
PGRI Ciamis

PGRI dan Organisasi Pers Turun Tangan Atasi Teror Oknum Wartawan terhadap Kepala Sekolah di Ciamis

24/09/2025
edit post
KPM menjerit bansos dipotong

KPM Menjerit Bansos Dipotong, LKD Akui Ada Pengkolektif’an

17/11/2025
edit post
Gebyar 10 Muharram 1447 H Replika Sukamulya Meriahkan Desa dengan Pawai, Santunan, Khitanan Massal, dan Turnamen Voli

Gebyar 10 Muharram 1447 H Replika Sukamulya Meriahkan Desa dengan Pawai, Santunan, Khitanan Massal, dan Turnamen Voli

2
edit post
3.800 Karyawan NASA Ajukan Resign, Ternyata Ini Penyebab dan Dampaknya

3.800 Karyawan NASA Ajukan Resign, Ternyata Ini Penyebab dan Dampaknya

2
edit post
kopi tanpa gula

Kopi Hitam Tanpa Gula Minuman Sederhana dengan Segudang Manfaat bagi Kesehatan

2
edit post
Kisah Sukses H. Maman, Pemilik Mega Baja

Kisah Sukses H. Maman, Pemilik Mega Baja

2
edit post
Dapurambu288

Dapurambu288 Ciamis, Sensasi Kuliner Rumahan Etnik di Pusat Kota dengan Nuansa Rumah Nenek yang Hangat

04/05/2026
edit post
Momentum May Day 2026 di Ciamis dimaknai FARMACI

Momentum May Day 2026 di Ciamis, FARMACI Tekankan Solidaritas Buruh dan Kesadaran Sosial Generasi Muda

03/05/2026
edit post
jamaah haji

Puluhan Tahun Menanti, Akhirnya Ratusan Calon Jama’ah Haji Ciamis Diterbangkan

02/05/2026
edit post
Binokasih

Sejarah Mahkota Binokasih dari Kerajaan Galuh dan Tradisi Kirabnya

02/05/2026

BERITA TERBARU

edit post
Dapurambu288

Dapurambu288 Ciamis, Sensasi Kuliner Rumahan Etnik di Pusat Kota dengan Nuansa Rumah Nenek yang Hangat

04/05/2026
edit post
Momentum May Day 2026 di Ciamis dimaknai FARMACI

Momentum May Day 2026 di Ciamis, FARMACI Tekankan Solidaritas Buruh dan Kesadaran Sosial Generasi Muda

03/05/2026
edit post
jamaah haji

Puluhan Tahun Menanti, Akhirnya Ratusan Calon Jama’ah Haji Ciamis Diterbangkan

02/05/2026
edit post
Binokasih

Sejarah Mahkota Binokasih dari Kerajaan Galuh dan Tradisi Kirabnya

02/05/2026

BERITA TERPOPULER

  • edit post
    data pengguna media sosial Indonesia

    Segmentasi Penggunaan Media Sosial di Indonesia (2025)

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • Dapur MBG di Cisaga Disorot: Bau Menyengat IPAL hingga Dugaan Rangkap Jabatan Jadi Sorotan Warga

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • PGRI dan Organisasi Pers Turun Tangan Atasi Teror Oknum Wartawan terhadap Kepala Sekolah di Ciamis

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • KPM Menjerit Bansos Dipotong, LKD Akui Ada Pengkolektif’an

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • Audiensi FPP Ciamis Diawali Tawasul untuk Almarhum H. Yana D. Putra, Bupati Tak Hadir

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara

MCNNews.id | Media Cinta Nusantara adalah portal berita online bagian dari MCN Group yang menyajikan informasi aktual dan terpercaya, dengan semangat “Mengabarkan Kebenaran, Menyatukan Nusantara.”

IKUTI SOSMED KAMI

INFORMASI

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan

Media Berita

  • Kabarniaga.com
  • MCN Update
  • Fokusjabar.id
  • Dejurnal.com
  • Portaloka.id
  • Kondusif.com
  • Lenterajabar.com

ALAMAT REDAKSI

MCN News.ID – Media Cinta Nusantara
Alamat Redaksi: Jl. Ahmad Yani no 73 Kec. Ciamis
Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46211
Telp/WA: +62 838-7470-5999
Email: redaksi@mcnnews.id

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan

© 2026 MCN News.ID | Media Cinta Nusantara, Member Of MCN Group | One Stop Professional Service

Selamat Datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa kata sandi?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan

© 2026 MCN News.ID | Media Cinta Nusantara, Member Of MCN Group | One Stop Professional Service