MCNNEWS.ID
Joni setiawan Koordinator BEM Nusantara Wilayah Jawa Barat menggelar Istigosah dan Refleksi September Hitam sebagai wujud kepedulian terhadap nilai kemanusiaan dan upaya merawat ingatan kolektif bangsa. Selasa (30/09/2025).
Joni juga mengatakan Kegiatan ini menjadi ruang kontemplasi sekaligus pengingat bahwa perjuangan demokrasi dan hak asasi manusia harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang berpihak pada rakyat.
Istigosah mengajak peserta untuk membersihkan hati, memperkuat iman, serta meningkatkan kesadaran spiritual.”ujar joni
Sementara itu, refleksi September Hitam mengingatkan kembali pada tragedi kelam bangsa, mulai dari Semanggi II, penghilangan paksa aktivis, hingga pembunuhan Munir Said Thalib.
Dalam forum tersebut, joni sebagai koordinator BEM Nusantara Jawa Barat menyampaikan enam tuntutan kepada pemerintah.
- Pertama, menegakkan supremasi sipil.
- Kedua, mendesak Presiden membentuk tim investigasi independen terkait indikasi makar.
- Ketiga, mengusut tuntas seluruh kasus pelanggaran HAM.
- Keempat, menghentikan impunitas dan kriminalisasi terhadap rakyat.
- Kelima, memeratakan infrastruktur pendidikan di daerah 3T.
- Keenam, meningkatkan kesejahteraan guru dan tenaga pendidik.
Joni sebagai koordinator BEM Nusantara menegaskan komitmen untuk berdiri bersama rakyat, memperjuangkan keadilan, serta menolak lupa atas tragedi kemanusiaan.
Organisasi mahasiswa ini menyerukan agar negara serius menuntaskan agenda penegakan HAM dan demokrasi di Indonesia.”tegas joni
Refleksi September Hitam ditegaskan sebagai pengingat bahwa keadilan tidak boleh ditunda dan kebenaran tidak boleh terkubur oleh kepentingan politik.


















































