MCNNEWS.ID
MOMENTUM liburan akhir tahun sering kali menjadi waktu yang dimanfaatkan banyak orang untuk melakukan perjalanan jauh, baik itu pulang kampung atau berlibur ke tempat tujuan wisata. Perjalanan yang panjang dengan menggunakan kendaraan seperti mobil, bus, kereta, pesawat, maupun kapal menjadi hal yang sulit dihindari. Dalam kondisi seperti ini, risiko mabuk perjalanan cenderung meningkat, terutama bagi mereka yang rentan terhadap perubahan gerakan, kelelahan, atau situasi perjalanan yang ramai dan tidak stabil.
Selain waktu perjalanan yang lebih panjang, liburan akhir tahun sering kali ditandai dengan jadwal perjalanan yang sibuk, kurangnya waktu istirahat, serta perubahan pola makan. Semua faktor ini semakin memperparah gejala tersebut.mabuk perjalanan atau biasa disebut motion sickness. Sering kali para wisatawan memaksa diri untuk berangkat meskipun kondisi tubuh belum benar-benar pulih, sehingga selama perjalanan muncul rasa mual dan pusing yang berlebihan. Oleh karena itu, memahami penyebab serta cara mencegah mabuk perjalanan menjadi langkah penting agar liburan tetap nyaman dan tidak terganggu.
Mabuk perjalanan atau motion sickness merupakan kondisi yang sering dirasakan oleh para pelancong dan wisatawan ketika otak menerima sinyal yang berbeda dari indra tubuh terkait gerakan. Ketidakcocokan antara apa yang dilihat oleh mata dan apa yang dirasakan oleh telinga bagian dalam bisa memicu gejala seperti mual, pusing, keringat dingin, hingga muntah-muntah.
Dilansir dari Mayo Clinic, salah satu metode paling efisien untuk menghindari mabuk perjalanan adalah memilih posisi duduk yang paling stabil di dalam kendaraan. Letaknya bervariasi tergantung jenis transportasi. Pengunjung bisa duduk di kursi depan mobil, bagian tengah kapal, dan kursi di sisi sayap ketika melakukan perjalanan dengan pesawat agar dapat meminimalkan gerakan yang dirasakan tubuh.
Sebagai alternatif dalam mencegah mabuk perjalanan, Centers for Disease Control and Prevention (CDC)CDC) menyarankan agar para wisatawan menghindari aktivitas yang memperparah konflik sensorik, seperti membaca buku atau melihat layar perangkat elektronik saat kendaraan sedang berjalan. Fokuskan penglihatan pada objek yang tetap di kejauhan, seperti horizon, untuk membantu mata dan telinga merespons gerakan secara lebih selaras.
Selain itu, kelelahan dapat memperparah gejala mabuk perjalanan. Karena itu, istirahat yang cukup sebelum melakukan perjalanan sangat disarankan. CDC juga menekankan perlunya menjaga kelembapan tubuh selama perjalanan serta mengurangi penggunaan alkohol atau minuman berkafein yang bisa memperburuk rasa mual.
Dari perspektf medis, Cleveland Clinic memberikan beberapa saran efektif untuk mencegah mabuk saatperjalananPertama, menghidupkan sirkulasi udara di wajah atau membuka jendela jika memungkinkan agar mendapatkan udara segar. Kedua, membawa dan menikmati minuman jahe karena khasiatnya yang mampu meredakan perut.
People menyarankan para wisatawan untuk mengantisipasi mabuk perjalanan saat naik pesawat, hindari kursi paling belakang karena turbulensi cenderung terasa lebih kuat. Lebih baik memilih kursi yang lebih stabil seperti di bagian tengah atau sayap pesawat agar mengurangi rasa bergerak.
Jangan sepelekan mabuk perjalanan karena dapat membuat liburan menjadi tidak menyenangkan. Buatlah rencana cadangan terutama untuk perjalanan yang jauh. Menyediakan kantong muntah, tisu, air minum, serta camilan yang mudah dicerna bisa membantu jika gejala mabuk perjalanan tiba-tiba muncul. Dengan persiapan dan cara yang tepat, perjalanan liburan akhir tahun tetap bisa nyaman dan menyenangkan.






















