Kab Tasikmalaya, MCNNEWS.ID – Isu mengenai dugaan ketidakdisiplinan seorang oknum guru P3K berinisial Ipa di SDN Bojong Kawung, Kabupaten Tasikmalaya, mencuat ke publik.
Guru kelas 6 tersebut diduga sering masuk sesuka hati dan bahkan mengakali sistem absensi digital sadasbor yang diterapkan dinas.
Kabar ini terungkap ketika salah satu orang tua murid menanyakan langsung kehadiran guru IPA yang dianggap kurang disiplin.
Dalam aduan wali murid tersebut, bahwa guru Ipa memang tidak selalu hadir di sekolah. Pihak orang tua murid menyatakan bahwa guru IPA sering tidak masuk sekolah dan bahkan menyebut, ‘teu sababaraha hari teu ka sakola’ (beberapa hari tidak datang ke sekolah).
Orang tua tersebut juga menekankan pentingnya kejujuran terkait indikasi sesama profesi (guru) yang mungkin mencoba menutupi masalah tersebut.
Isu Akali Absensi Sadasbor
Pihak wali murid menyatakan bahwa sekolah menggunakan sistem sadasbor untuk absensi dan menegaskan bahwa dashboard tersebut dapat dicek sebagai bukti kehadiran. Namun, muncul dugaan bahwa guru Ipa mungkin mengakali sistem absensi ini.
Menanggapi tudingan tersebut, salah satu tenaga pendidik lain bernama hani ketika di temui selasa (9/12/2024) menyatakan bahwa ketidakhadirannya hanya terjadi jika ia sakit.
Ia juga menantang agar dilakukan pengecekan silang, bukan hanya kepada dirinya dan pihak sekolah, tetapi juga kepada guru lain dan para siswa kelas 6.
“Ulah nyarios ka abdi hungkul, kanu sanes deui taros, boleh. Ka anak-anak juga boleh. Ulah ka abdi hungkul, Pa, mending taros deui nu sanes,”
(Jangan bicara ke saya saja, ke yang lain juga tanya, boleh. Ke anak-anak juga boleh. Jangan ke saya saja, Pak, lebih baik tanya ke yang lain).
Permintaan ini menegaskan bahwa sekolah harus membuktikan tidak ada upaya menutupi ketidakdisiplinan guru dan membantah dugaan tindakan ‘majar’ terkait absensi.
Isu ini kini menjadi perhatian, terutama karena melibatkan status guru P3K yang seharusnya menjunjung tinggi profesionalitas dan kedisiplinan.
Pihak sekolah harus segera menindaklanjuti dan memastikan kebenaran data absensi sadasbor tersebut demi menjaga kualitas pendidikan di SDN Bojong Kawung.
Hingga berita ini dilayangkan kepala sekolah belum memberikan keterangan secara resmi
Kontributor Liputan Randi Irfandi
Penulis Robi D
Editor Shanny R























