Kamis, April 23, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Masuk
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
Advertisement
ADVERTISEMENT
  • Berita
    • Berita Internasional
  • Daerah
    • Jawa Barat
    • Bandung & Kab. Bandung
    • Bekasi
    • Ciamis
    • Garut
    • Indramayu
    • Kabupaten Pangandaran
    • Kota Banjar
    • Kuningan
    • Tasikmalaya
    • Profil Ciamis
    • Profil Kecamatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Agama
      • Ramadhan Series
    • Hiburan
    • Lingkungan
      • Fauna Flora
  • Olah Raga
  • Pariwisata
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
  • Berita
    • Berita Internasional
  • Daerah
    • Jawa Barat
    • Bandung & Kab. Bandung
    • Bekasi
    • Ciamis
    • Garut
    • Indramayu
    • Kabupaten Pangandaran
    • Kota Banjar
    • Kuningan
    • Tasikmalaya
    • Profil Ciamis
    • Profil Kecamatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Agama
      • Ramadhan Series
    • Hiburan
    • Lingkungan
      • Fauna Flora
  • Olah Raga
  • Pariwisata
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Berita
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Pariwisata
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & opini
ADVERTISEMENT
Home Gaya Hidup

Energi Listrik Jaga Subak, Harmoni Tri Hita Karana, Petani Bebas Subsidi

shanny ratman Oleh shanny ratman
24/12/2025
in Gaya Hidup
Waktu Membaca:8 menit membaca
A A
0
0
Dibagikan
6
Dilihat
Berbagi di FacebookBerbagi di TwitterBerbagi di WhatsappBerbagi di Telegram
ADVERTISEMENT

Bali.Pikiran-Rakyat.com– Lautan padi menghampar jauh ke mata memandang, membentuk permukaan hijau keemasan ketika terkena sinar matahari sore hari. Batang-batangnya mulai melengkung sebagai tanda bahwa padi di Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana Bali siap dipanen.

Di kawasan ini, terdapat tiga hingga empat musim tanam dalam setahun. Ketersediaan air yang melimpah serta sistem pengelolaan tradisional berupa subak Bali membuat daerah ini sangat subur dalam menghasilkan beras. Perpindahan dari pompa sumur bertenaga diesel berbahan bakar solar ke listrik telah meningkatkan produksi beras karena pasokan air yang stabil sepanjang musim, termasuk saat musim kemarau.

Data Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana pada panen musim tanam pertama awal Mei menunjukkan bahwa kabupaten Jembrana mencatatkan kelebihan beras sebesar 996 ton. Total produksi beras pada bulan Mei 2025 telah mencapai 1.638 ton, jauh melebihi kebutuhan konsumsi mingguan yang hanya sebesar 641 ton.

Kepala Subak Berawantangi, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana, Ketut Suadia menyambut para jurnalisPikiran.Rakyat-Bali.com(PikiranRakyat.com) yang melakukan perjalanan sejauh 95 KM untuk menemuinya. Kelian Subak merupakan pemimpin adat dan pengelola utama dalam organisasi subak, yaitu sistem irigasi tradisional Bali yang mengatur pengelolaan air, lahan, serta hubungan sosial antarpetani. Suadia menjadi pemimpinnya.

Berita Terkait

100 kuliner Indonesia terbaik

100 Kuliner Indonesia Terbaik Versi TasteAtlas 2026: Kekayaan Rasa Nusantara yang Mendunia

11/04/2026
Efek konsumsi kopi

Efek konsumsi Kopi Setiap Hari terhadap Kesehatan dan Cara Konsumsi Kopi yang Baik dan Benar

09/04/2026
Pentingnya

Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan di Usia 40 Tahun ke Atas

04/04/2026
deteksi dini kanker payudara

Deteksi Dini Kanker Payudara

31/03/2026

Suadia menjelaskan bahwa ketersediaan air menjadi faktor penting untuk memastikan hasil panen yang melimpah. Keberadaan sumur bor yang menggunakan tenaga listrik menjadi titik perubahan yang signifikan bagi para petani di daerahnya, yang jumlahnya mencapai ratusan orang, sehingga meningkatkan produktivitas mereka. Suadia menyebutkan bahwa peralihan besar-besaran dari pompa diesel ke tenaga listrik dimulai pada tahun 2022.

Sekitar 100 meter ke arah utara dari rumah Suadia, terdapat gardu sumur bor JW 5 yang kini telah menggunakan tenaga listrik. Subak Berawantangi, yang memiliki total luas lahan sebesar 127 hektar, memiliki 11 sumur bor sebagai sumber utama pengairan. Saat ini, sepuluh di antaranya sudah memanfaatkan energi listrik yang lebih bersih dan efisien. Hanya satu yang masih menggunakan bahan bakar diesel, yaitu JW 21.

Transisi penting ini diakibatkan oleh bantuan panel listrik dari pemerintah. Melihat efisiensi yang nyata dari penggunaan listrik, anggota subak kemudian sepakat untuk berkontribusi secara mandiri. Anggota subak membiayai secara proporsional. Petani yang memiliki satu hektar berkontribusi sebesar Rp2,5 juta, sedangkan pemilik lahan kurang dari satu hektar membayar iuran sebesar Rp25 ribu per are (1 are sama dengan 100 meter persegi).

“Itu adalah semangat para petani, karena dampak penggunaan listrik sangat menguntungkan bagi kami para petani,” kata Suadia, saat diwawancara pada 25 November 2025 di balai subak Desa Tukadaya, Jembrana, Bali.

Dampak peralihan pompa bertenaga BBM ke listrik membuat 137 petani anggota subak kini tersenyum karena mampu memanen padi hingga tiga kali dalam setahun. Hal ini berbeda dengan sebelumnya yang hanya mendapat kurang dari tiga kali panen ditambah biaya pembelian BBM yang lebih mahal.

Dulunya, seorang petani harus mengeluarkan dana sebesar Rp50 ribu per jam hanya untuk bahan bakar solar diesel. Dengan menggunakan listrik, biaya pengeluaran energi menurun drastis, cukup Rp30 ribu per jam sudah termasuk biaya operator. Seorang petani mampu menghemat biaya kebutuhan energi sebesar 55,5 persen, dan di tempat ini saja terdapat ratusan petani.

Penghematan ini sangat berarti bagi kesejahteraan anggota subak, sekaligus mengatasi kompleksnya sistem pembelian solar subsidi. Selain efisiensi, masalah teknis juga berkurang. Suku cadang mesin diesel sering rusak.

“Jika kemarin menggunakan solar, kita bergantung pada subsidi, apalagi jika aki mati, kita harus menunggu perbaikan,” jelas Suadia.Harmoni Tri Hita Karana

Tri Hita Karanamerupakan konsep kehidupan masyarakat Bali yang menggambarkan keseimbangan hubungan antara manusia dengan tiga elemen penting, yaitu Tuhan, alam, dan sesama manusia.

Suadia kemudian mengajak turun ke sawah, menunjukkan sistem pengaturan air yang disebut Paleb atau Koncor. Di tempat tersebut sudah ada seorang petani bernama Gelgel yang selama ini bertugas sebagai pengelola atau pengatur pengairan subak.

Dalam melakukan pengairan sawah, para petani tidak mengandalkan waktu yang pasti, tetapi melihat kondisi tanah. Dengan melihat apakah tanah sawah dalam keadaan retak, kering, atau basah, petani akan memperkirakan berapa jam listrik yang perlu dibeli untuk ketiga kondisi tanah tersebut. Ukuran air yang ideal untuk menggenangi sawah berada di kisaran tiga hingga lima sentimeter.

Dampak lingkungan dari peralihan mesin bertenaga BBM ke listrik menurutnya sangat menguntungkan bagi lingkungan sekitar. “Mesin diesel ini memiliki suara yang cukup keras,” ujar Suadia. Pada musim kemarau, pompa bisa beroperasi terus-menerus sepanjang hari, situasi ini mengganggu jam tidur warga serta kenyamanan lingkungan. “Jika menggunakan listrik, tidak ada suara sama sekali, sangat tenang,” tambahnya.

Perubahan teknologi ini menurutnya tidak menghilangkan nilai luhur Subak sama sekali, terutama konsepnyaTri Hita Karana, justru sebaliknya, perpindahan ke energi listrik membuat menjadi lebih harmonis.

Saudara mengakui, bahwa ritual keagamaan (Parhyangan: Hubungan dengan Tuhan, seperti upacara keagamaan tetap berjalan dengan lancar. Dari sisiPalemahan(hubungan dengan Alam), lingkungan yang lebih bersih dan tenang merupakan wujud keselarasan yang sempurna. SementaraPawongan(hubungan dengan manusia), dibuktikan melalui semangat kebersamaan dan partisipasi yang menunjukkan kekuatan ikatan sosial serta pengurangan beban finansial yang sama-sama dirasakan.

“Subak kami terjaga, Tri Hita Karanajuga perlu tetap seimbang. KarenaTri Hita Karanaadalah konsep kehidupan yang berlandaskan nilai kebijaksanaan yang dijalankan oleh masyarakat Bali,” tegasnya.

Jurnalis mengendarai motornya kembali ke timur arah kota Jembrana, yang berjarak 20 kilometer dari rumah Suadia. Secara spesifik menuju Kelurahan Sangkaragung, bertemu dengan Made Purwanta, pemilik CV Agro Mulia Lestari yang merupakan tempat penggilingan padi berkekuatan listrik.

Saat tiba, para jurnalis diperlihatkan dengan pabrik penggilingan beras yang modern. Mesin yang digunakan hanya berjalan sedikitkliksaja, di area keseluruhan pabrik seluas 3.500 meter persegi.

Empat mesin besar dryer, dan dua mesin penggiling serta satucolor sorter(alat pengklasifikasian warna beras), terpampang. Ruangandryerdan proses penggilingan di dalam dinding besi, yang memiliki luas area 500 meter persegi.Dryeratau tiga mesin pengering lainnya ditempatkan di ruangan yang berbeda.

Perubahan energi dari bahan bakar minyak ke listrik tidak hanya terjadi di sektor hulu (pengairan), tetapi juga di hilir (pasca-panen). Purwanta telah menyaksikan perubahan ini. Proses penggilingan padi sudah sepenuhnya menggunakan listrik sejak tahun 2015.

Operasi pabrik milik Purwanta melibatkan ratusan karyawan, termasuk pengemudi dan tim pemasaran. Kegiatan penggilingan berlangsung mulai pukul delapan pagi hingga lima sore. Secara keseluruhan terdapat tujuh mesin pengering dan dua mesin Rice Milling Unit (RMU).

Purwanta mengingat masa lalu ketika masih menggunakan bahan bakar minyak. Dulu, kebutuhan solar dan oli pelumas bisa mencapai lima belas juta rupiah setiap bulan. Kini, setelah dilakukan konversi, biaya energi listrik bulanan hanya sekitar sembilan juta rupiah. Perhitungan ini dilakukan pada tahun 2015 lalu, ketika harga solar belum seperti sekarang. Jika saat ini, biaya pembelian BBM bisa lebih besar.

ADVERTISEMENT

Perhitungan matematika pada tahun 2025 menunjukkan bahwa penghematan biaya operasional sangat terasa, terutama karena harga solar bersubsidi semakin ketat. Pabrik ini memanfaatkan daya listrik industri sebesar 131.000 Watt. Dengan kapasitas daya tersebut, biaya tagihan bulanan mencapai sekitar dua belas juta rupiah per bulan. Ia menyampaikan bahwa jika saat ini menggunakan solar biasa, biayanya bisa mencapai dua puluh lima juta rupiah per bulan.

“Perbedaan biayanya 50 persen lebih hemat, dan itu sangat signifikan untuk perhitungan bulanan,” kata Purwanta.

Tidak hanya masalah biaya, tetapi juga mengenai stabilitas dan kualitas hasil giling. Kecepatan mesin listrik yang stabil menghasilkan kualitas beras yang lebih baik secara konsisten. Tingkat beras pecah menjadi lebih sedikit dibandingkan saat menggunakan mesin diesel.

Kualitas keputihan beras meningkat. Kapasitas produksi pabriknya cukup besar, setiap sepuluh ton gabah menghasilkan lima ton beras yang siap dikemas. Beras ini dipasarkan dengan merek “Dewi Sri” dalam berbagai ukuran kemasan, yaitu 5, 10, dan 25 kilogram.

Kelebihan energi listrik terletak pada perawatan mesin yang jauh lebih mudah. Ketika masih menggunakan bahan bakar diesel, banyak bagian yang memerlukan perawatan berkala. Misalnya seperti penggantian filter udara, filter solar, oli, aki, dan busi yang sering mengalami kendala.

“Jika energi listrik jauh lebih sederhana, perawatannya hanya terbatas pada panel distribusi,” katanya. Hal ini membuat operasi penggilingan beras berjalan jauh lebih stabil tanpa gangguan. Beras dari petani juga lebih cepat diproses.

Kata dia sebelum beralih ke listrik, penggunaan diesel menimbulkan dua masalah lingkungan, yaitu suara mesin yang keras dan asap tebal yang keluar dari cerobong. Asap tersebut menyebabkan pencemaran dan aroma yang mengganggu warga sekitar pabrik.

Purwanta mengakui, dahulu ia harus meminta izin kepada tetangga akibat asap tebal yang berasal dari mesin diesel. “Sekarang sudah tidak ada asap, jadi lebih baik lagi,” katanya sambil tersenyum. Lingkungan penggilingan padi saat ini jauh lebih bersih dan tenang. Hubungan sosial dengan masyarakat sekitar juga tetap terjaga dengan baik.

Beralih ke sumber listrik juga membuat pengelolaan operasional menjadi lebih terencana. Jika terjadi pemadaman listrik yang direncanakan, PLN biasanya memberikan pemberitahuan melalui surat. Hal ini memungkinkan Purwanta untuk menyesuaikan jadwal kerja karyawan, sehingga tidak ada waktu yang terbuang sia-sia.

Purwanta sangat senang dengan pelayanan PLN, khususnya dalam hal komunikasi yang sangat ramah. Kerusakan mendadak seperti akibat sambaran petir juga ditangani secara cepat oleh tim PLN.

ADVERTISEMENT

Purwanta dengan tegas menyarankan perubahan listrik kepada pengusaha penggilingan beras lainnya. “Jauh lebih efisien,” katanya. “Kita tidak perlu repot membeli solar dan urusan oli.” Terlebih lagi, pembelian solar kini semakin ketat diatur. “Kita tidak ada ‘pompa bocor’ dan tidak ada lagi kesulitan dalam membeli solar,” tutupnya.

Kontras Pahit, Tanggungan Biaya dan Logistik

Setelah mengunjungi dua lokasi tersebut, keesokan harinya, Rabu, 26 November, para jurnalis kembali bergerak ke arah barat Jembrana untuk melihat langsung bagaimana mesin diesel berkekuatan 21 PK (daya kuda) menyala. Perbedaan yang jelas ini terlihat di Koperasi Unit Desa (KUD) Catur Karya Usaha.

KUD ini menjadi tulang punggung bagi petani gabah sejak tahun 1982. Saat para jurnalis tiba, mereka langsung melihat mesin penggilingan padi yang menggunakan mesin diesel dandryerberbahan minyak tanah terlihat seperti dihancurkan oleh zaman.

Luas area penggilingan KUD ini adalah 20×8 meter persegi, dengan tempat penggilingan mesin diesel besar dan pengering yang sudah rusak total. Di sebelah barat, terdapat ruangan sekitar 5×6 meter yang dibatasi dinding batako, di mana terdapat mesin penggiling berkekuatan 21 daya kuda.

Di dalam gudang penggilingan seluas 5×6 meter yang berusia 43 tahun, Ketut Mangku, sang operator, harus memulai ritual harian yang berbeda dari mesin Purwanta, yang hanya tersisaklik dan mesin menyala.

ADVERTISEMENT

Mangku memakai topi dan baju berwarna biru, menghidupkan mesin diesel dengan memutar secara manual. Suara gemeretak yang keras, “Klak, klak, klak,”. Ketika mesin dinyalakan, diikuti suara berisik yang mengguncang lantai. Di dalam ruangan tersebut, aroma solar dan oli pelumas terasa samar di udara, bercampur dengan debu halus gabah.

Mangku mematikan mesin, jika tidak maka Mangku harus berteriak saat menjelaskan bahwa ia mampu menggiling hingga 500 kilogram gabah kering setiap hari.

Beberapa tahun terakhir, aktivitas KUD ini dihadapkan pada tantangan yang biasa terjadi: peralatan yang sudah usang, hambatan logistik bahan bakar, ketergantungan pada BBM, serta biaya operasional yang tinggi.

“Paling sedikit dalam sehari 5 kuintal itu selama tiga jam untuk menggiling dan menghabiskan lima liter solar,” katanya.

Ketua KUD, Nyoman Nama, menyampaikan bahwa keterbatasan alat menjadi isu penting yang mengurangi kapasitas penggilingan harian mereka, saat ini maksimal hanya satu ton. Masalah ini semakin memburuk akibat permasalahan pengeringan yang mendesak.

DryerHanya tersedia satu unit yang berasal dari tahun 2000 dan kini tidak lagi digunakan, karena pengaturan pabriknya menggunakan minyak tanah, bahan bakar yang kini langka dan harganya mencapai Rp25.000 per liter.

Akibatnya, KUD kembali menggunakan metode pengeringan manual (dijemur), yang menghabiskan biaya hingga Rp300.000 per ton dan sangat tergantung pada kondisi cuaca, sehingga menimbulkan risiko besar terhadap kualitas gabah. Di sisi lain, aturan birokrasi terkait subsidi solar semakin memberatkan operasional.

Meskipun KUD mendapatkan alokasi sebesar 66 liter per bulan, proses pengadaan Solar subsidi menghadapi hambatan birokrasi yang rumit dan hanya terbatas pada satu titik penjualan tertentu.

Komitmen PT PLN dan Visi Energi Bersih

Kabupaten Jembrana saat ini menunjukkan langkah penting dalam mendukung pertanian yang berkelanjutan dan visi Pemerintah Provinsi Bali menuju “Provinsi Energi Bersih”. Dengan program Electrifying Agriculture (EA), PLN aktif membantu mengganti pompa air diesel dengan pompa air yang menggunakan listrik bagi kelompok subak.

Kepala PLN ULP Negara, I Made Dwipayana, mengungkapkan antusiasme subak terhadap proses konversi ini sangat besar. Berdasarkan data dari ULP Negara, telah diajukan sebanyak 11 permohonan, dan 6 subak yang masing-masing terdiri dari ratusan petani telah berhasil memanfaatkan listrik.

Program Elektrifikasi Pertanian memberikan dampak yang menguntungkan secara bersamaan. Pertama, mendukung visi Energi Bersih Bali. Kedua, proses konversi meningkatkan kualitas lingkungan wisata. Penggantian mesin diesel/ICE mengurangi jejak karbon serta mengurangi polusi asap dan kebisingan, sehingga wilayah pertanian di Jembrana menjadi lebih ramah lingkungan dan nyaman.

“Secara keseluruhan, inisiatif kerja sama ini tidak hanya mendorong peremajaan pertanian, tetapi juga menjadikan Bali sebagai contoh dalam penerapan energi bersih dan pembangunan yang berkelanjutan di sektor penting, yaitu pertanian,” katanya. ***

Tags: IndonesiainfrastrukturKeberlanjutanpertaniansektor energi
Berita Sebelumnya

Provider Protelindo Bungkam dan Kabur dari Media, Borok Perizinan Tower di Tawang Kian Terkuak

Berita Berikutnya

Indonesia Tertipu Perangkap Nikel China?

shanny ratman

shanny ratman

Shanny Ratman adalah seorang wirausahawan dan pengelola media yang telah menekuni dunia usaha sejak 1997. Berstatus menikah, ia memulai karier sebagai Captain Restaurant di Inasuki Japanese Restaurant, Bandung. Tahun 1999, ia merintis usaha kuliner dengan berjualan makanan Eropa di kawasan Cibadak, Bandung, lalu pada 2001 membuka warung makan di Ciamis. Pengalamannya berkembang ke bidang event organizer sebagai crew EO di Bandung sejak 2015. Pada 2018, ia mengikuti pelatihan entrepreneur bersama EntrepreneurID secara online dan menjalankan bisnis online hingga 2020. Tahun 2022, ia kembali ke Ciamis untuk mengembangkan bisnis kuliner, dan sejak 2023 aktif berkolaborasi membuka usaha kuliner yang terus berjalan hingga kini. Selain itu, sejak 2025 Shanny turut membangun dan mengelola portal berita mcnnews.id sebagai admin. Dengan pengalaman di bidang kuliner, event, bisnis digital, dan media, ia dikenal sebagai pribadi adaptif, konsisten, dan berorientasi pada kolaborasi serta pengembangan usaha berkelanjutan.

Berita Terkait

100 kuliner Indonesia terbaik

100 Kuliner Indonesia Terbaik Versi TasteAtlas 2026: Kekayaan Rasa Nusantara yang Mendunia

11/04/2026
Efek konsumsi kopi

Efek konsumsi Kopi Setiap Hari terhadap Kesehatan dan Cara Konsumsi Kopi yang Baik dan Benar

09/04/2026
Pentingnya

Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan di Usia 40 Tahun ke Atas

04/04/2026
deteksi dini kanker payudara

Deteksi Dini Kanker Payudara

31/03/2026
ciri-ciri asam urat tinggi

Ciri-Ciri Asam Urat Tinggi dan Cara Cepat Mengatasinya Secara Alami

28/03/2026
jerukcvr

Imunitas Turun Saat Musim Hujan?

27/03/2026
Berita Berikutnya
Indonesia Tertipu Perangkap Nikel China?

Indonesia Tertipu Perangkap Nikel China?

Kolaborasi Ciptakan Wisata Sehat, Pameran Seni Daur Ulang Hadir

Kolaborasi Ciptakan Wisata Sehat, Pameran Seni Daur Ulang Hadir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil

IKUTI KAMI

  • 5k Fans
  • 2k Followers
  • 3.6k Followers
  • 62.5k Subscribers
  • Sedang Tren
  • Komentar
  • Terbaru
data pengguna media sosial Indonesia

Segmentasi Penggunaan Media Sosial di Indonesia (2025)

26/08/2025
Dapur MBG

Dapur MBG di Cisaga Disorot: Bau Menyengat IPAL hingga Dugaan Rangkap Jabatan Jadi Sorotan Warga

01/04/2026
PGRI Ciamis

PGRI dan Organisasi Pers Turun Tangan Atasi Teror Oknum Wartawan terhadap Kepala Sekolah di Ciamis

24/09/2025
KPM menjerit bansos dipotong

KPM Menjerit Bansos Dipotong, LKD Akui Ada Pengkolektif’an

17/11/2025
Gebyar 10 Muharram 1447 H Replika Sukamulya Meriahkan Desa dengan Pawai, Santunan, Khitanan Massal, dan Turnamen Voli

Gebyar 10 Muharram 1447 H Replika Sukamulya Meriahkan Desa dengan Pawai, Santunan, Khitanan Massal, dan Turnamen Voli

2
3.800 Karyawan NASA Ajukan Resign, Ternyata Ini Penyebab dan Dampaknya

3.800 Karyawan NASA Ajukan Resign, Ternyata Ini Penyebab dan Dampaknya

2
kopi tanpa gula

Kopi Hitam Tanpa Gula Minuman Sederhana dengan Segudang Manfaat bagi Kesehatan

2
Kisah Sukses H. Maman, Pemilik Mega Baja

Kisah Sukses H. Maman, Pemilik Mega Baja

2
Profil Desa Wanasigra

Profil Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis

23/04/2026
Profil Desa Sukasenang

Profil Desa Sukasenang, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis

23/04/2026
Profil Desa Sukaresik

Profil Desa Sukaresik, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis

23/04/2026
Profil Desa Sukaraja

Profil Desa Sukaraja, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis

23/04/2026

BERITA TERBARU

Profil Desa Wanasigra

Profil Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis

23/04/2026
Profil Desa Sukasenang

Profil Desa Sukasenang, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis

23/04/2026
Profil Desa Sukaresik

Profil Desa Sukaresik, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis

23/04/2026
Profil Desa Sukaraja

Profil Desa Sukaraja, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis

23/04/2026

BERITA TERPOPULER

  • data pengguna media sosial Indonesia

    Segmentasi Penggunaan Media Sosial di Indonesia (2025)

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • Dapur MBG di Cisaga Disorot: Bau Menyengat IPAL hingga Dugaan Rangkap Jabatan Jadi Sorotan Warga

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • PGRI dan Organisasi Pers Turun Tangan Atasi Teror Oknum Wartawan terhadap Kepala Sekolah di Ciamis

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • KPM Menjerit Bansos Dipotong, LKD Akui Ada Pengkolektif’an

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • Audiensi FPP Ciamis Diawali Tawasul untuk Almarhum H. Yana D. Putra, Bupati Tak Hadir

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara

MCNNews.id | Media Cinta Nusantara adalah portal berita online bagian dari MCN Group yang menyajikan informasi aktual dan terpercaya, dengan semangat “Mengabarkan Kebenaran, Menyatukan Nusantara.”

IKUTI SOSMED KAMI

INFORMASI

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber

Media Berita

  • Kabarniaga.com
  • MCN Update
  • Fokusjabar.id
  • Dejurnal.com
  • Portaloka.id
  • Kondusif.com
  • Lenterajabar.com

ALAMAT REDAKSI

MCN News.ID – Media Cinta Nusantara
Alamat Redaksi: Jl. Ahmad Yani no 73 Kec. Ciamis
Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46211
Telp/WA: +62 838-7470-5999
Email: redaksi@mcnnews.id

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber

© 2026 MCN News.ID | Media Cinta Nusantara, Member Of MCN Group | One Stop Professional Service

Selamat Datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa kata sandi?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber

© 2026 MCN News.ID | Media Cinta Nusantara, Member Of MCN Group | One Stop Professional Service