Ciamis, MCNNEWS.ID – Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Galuh (Unigal) resmi meraih akreditasi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Berdasarkan Surat Keputusan Nomor 7930/SK/BAN-PT/Ak.KP/S/X/2025, status ini berlaku sejak 15 Oktober 2025 hingga 13 Desember 2028, menjadi bukti meningkatnya mutu akademik dan implementasi pembelajaran berbasis internasional di lingkungan Fakultas Pertanian. Kamis (13/11/2025).
Salah satu faktor penting di balik pencapaian tersebut adalah keberhasilan pelaksanaan Program Magang Internasional ke Jepang, yang dijalankan melalui kerja sama antara Universitas Galuh dengan Strawberry Indei Farm, perusahaan pertanian modern di Jepang.
Program Magang ke Jepang
Program ini berlangsung selama sebelas bulan, dari Desember 2024 hingga November 2025, dan menjadi bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman langsung di industri pertanian Jepang, tetapi juga mendapatkan pengakuan akademik setara 40 SKS. Salah satu peserta program, Fajri Agus Mustofa, S.P., menjadi contoh nyata mahasiswa yang mampu menyeimbangkan tuntutan magang internasional dengan kewajiban akademiknya di kampus.
Serta Untuk Merealisasikan Visi Misi Unigal Yaitu berfokus pada pencapaian keunggulan dan daya saing global, serta adaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di tahun 2030.
Selama menjalani magang di Jepang, Fajri tidak hanya bekerja di lahan pertanian modern dengan teknologi tinggi, tetapi juga menyelesaikan Tugas Akhir sebagai pengganti skripsi, yang menjadi syarat kelulusan untuk meraih gelar Sarjana Pertanian (S.P.).
“Program magang ini tidak menjadi penghalang bagi saya untuk tetap fokus pada akademik. Justru pengalaman di lapangan banyak membantu saya dalam menyusun Tugas Akhir yang lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri pertanian,” ungkap Fajri saat ditemui di kampus seusai kepulangannya dari Jepang, Senin (10/11/2025).
Fajri menceritakan, kesehariannya selama magang sangat padat — mulai dari bekerja di kebun stroberi pada pagi hari hingga mengikuti sesi bimbingan akademik secara daring di malam hari.
Namun, disiplin dan manajemen waktu yang ia pelajari dari budaya kerja Jepang menjadi kunci keberhasilannya menuntaskan kedua tanggung jawab tersebut.
Universitas Galuh
Menurutnya, pengalaman magang internasional ini justru memperkaya wawasan akademiknya, terutama dalam memahami praktik pertanian modern yang efisien dan berorientasi kualitas. “Nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama tim di Jepang membuat saya lebih siap menghadapi dunia kerja setelah lulus,” tambahnya.
Keberhasilan Fajri menyelesaikan program akademik sembari menjalani magang menjadi contoh nyata penerapan konsep MBKM yang sesungguhnya, di mana pengalaman lapangan terintegrasi langsung dengan capaian pembelajaran universitas.
Pihak Fakultas Pertanian Universitas Galuh juga mengapresiasi pencapaian ini sebagai bukti nyata bahwa program internasional tidak hanya meningkatkan kompetensi mahasiswa, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan mutu lembaga.
Capaian akreditasi “Baik Sekali” sendiri menegaskan bahwa Fakultas Pertanian Unigal terus bertransformasi menuju kampus berkelas global dengan kurikulum yang adaptif, kolaboratif, dan relevan terhadap kebutuhan industri pertanian masa depan.
“Ke depan, kami berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mengambil tantangan global seperti ini. Pengalaman mereka adalah investasi berharga, tidak hanya bagi diri sendiri, tapi juga bagi reputasi akademik universitas,” tutup Fajri dalam kesempatan tersebut.
Reporter Ilham






















