MCNNews.id – Desa Sukamulya dipenuhi suka cita selama dua hari pada Sabtu dan Minggu, 5–6 Juli 2025, dalam rangkaian kegiatan Gebyar 10 Muharram 1447 H yang digelar oleh Replika Sukamulya (Remaja Peduli Kampung Halaman) Sukamulya. Kegiatan tahun ini menjadi salah satu perhelatan terbesar sepanjang sejarah Replika, yang kini memasuki usia ke-38 tahun.

Acara dimulai Sabtu pagi dengan pawai ta’aruf yang diikuti para santri tingkat Diniyah serta masyarakat umum. Ratusan peserta memadati jalan desa, konvoi dari depan kantor Desa Sukamulya menuju lapangan bola voli ABN milik PT Alam Baja Nusantara yang menjadi pusat kegiatan gebyar Muharram.
Presiden Replika sekaligus pemilik PT Alam Baja Nusantara, H. Abun Bunyamin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh panitia, donatur, dan masyarakat. Ia menyebutkan bahwa panitia menggelar perhelatan tahun ini dengan biaya terbesar dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Biaya meningkat karena jumlah peserta khitan bertambah, nominal santunan lebih besar, serta konsumsi yang melonjak karena kami sediakan dapur umum untuk semua pengunjung. Jika tahun lalu konsumsi hanya bagi tamu khusus, tahun ini siapa pun boleh makan sepuasnya dua hari dua malam,” ujar H. Abun Bunyamin.
Panitia Gebyar Muharram tahun ini juga menggelar turnamen bola voli antar-klub se-Kabupaten Ciamis dengan hadiah utama yang menarik, selain mengadakan kegiatan keagamaan dan sosial. Namun, Presiden Replika menegaskan bahwa seluruh pembiayaan turnamen voli bersumber dari sponsor dan donatur terpisah. Bahkan, panitia turnamen turut menyumbang untuk kegiatan 10 Muharram.
“Tidak ada sepeser pun dana donasi masyarakat yang dialokasikan untuk turnamen voli. Kegiatan voli hanya untuk memeriahkan acara, pembiayaannya terpisah,” jelas beliau.
Semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan syiar keagamaan berpadu harmonis dalam gebyar Muharram 1447 H ini. Kegiatan tahunan Replika Sukamulya tidak hanya menguatkan ikatan warga, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi anak-anak yatim, santri, dan masyarakat luas.























Komentar 2