JAKARTA, MCNNEWS ID
Dunia kembali diingatkan pada pentingnya persatuan lintas bangsa saat memperingati Hari Solidaritas Kemanusiaan Internasional, (HSKI). Sabtu (20/12/2025). Peringatan tahun ini menjadi refleksi sekaligus panggilan moral bagi negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memperkuat kolaborasi menghadapi krisis global yang kian kompleks, mulai dari kesenjangan ekonomi, konflik kemanusiaan, hingga dampak nyata perubahan iklim.
Di tengah dinamika geopolitik dan tekanan sosial-ekonomi global, solidaritas dipandang bukan sekadar nilai normatif, melainkan fondasi strategis dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan peradaban manusia.
Persatuan dalam Keberagaman
Mengacu pada deklarasi Majelis Umum PBB, solidaritas ditegaskan sebagai salah satu pilar utama hubungan antarbangsa di abad ke-21. Tema peringatan tahun ini menyoroti pesan kuat bahwa keberagaman bukan hambatan, melainkan sumber kekuatan kolektif untuk melahirkan solusi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Solidaritas bukan hanya tentang memberi bantuan, tetapi komitmen untuk berdiri bersama mereka yang paling rentan dan terpinggirkan,” demikian pernyataan perwakilan PBB dalam rilis resminya.
Fokus Utama: Pengentasan Kemiskinan Global
Meski kemajuan teknologi dan inovasi terus melaju pesat pada 2025, kemiskinan ekstrem masih membelenggu jutaan penduduk dunia. Dalam peringatan kali ini, PBB menyoroti sejumlah isu krusial, antara lain:
Distribusi kesejahteraan global, dengan mendorong kebijakan fiskal yang lebih adil antara negara maju dan berkembang.
Akses pendidikan dan layanan kesehatan, sebagai hak dasar universal yang tidak boleh terhambat oleh kondisi ekonomi.
Ketahanan pangan, khususnya dalam menghadapi krisis global akibat konflik wilayah dan ketidakpastian iklim.
Aksi Nyata di Indonesia
Di Indonesia, peringatan ini bertepatan dengan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN). Pemerintah melalui Kementerian Sosial mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali nilai gotong royong sebagai kekuatan sosial bangsa.
Pantauan di berbagai daerah menunjukkan beragam aksi solidaritas dilakukan secara serentak, mulai dari penyaluran bantuan pangan ke wilayah terpencil, layanan sosial bagi kelompok rentan, hingga kampanye literasi digital bagi masyarakat prasejahtera guna membuka akses ekonomi yang lebih luas.
Membangun Masa Depan Bersama
Hari Solidaritas Kemanusiaan Internasional menjadi pengingat bahwa cita-cita Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) hanya dapat terwujud melalui kerja bersama. Sinergi antara individu, komunitas, organisasi, dan pemerintah menjadi kunci dalam membangun masa depan yang lebih adil, inklusif, dan berkeadaban.
Solidaritas, pada akhirnya, bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan komitmen kolektif untuk memastikan tidak ada satu pun yang tertinggal.
Reporter Robi Darwis
Editor Shanny R
Penulis
Shanny Ratman adalah seorang wirausahawan dan pengelola media yang telah menekuni dunia usaha sejak 1997. Berstatus menikah, ia memulai karier sebagai Captain Restaurant di Inasuki Japanese Restaurant, Bandung. Tahun 1999, ia merintis usaha kuliner dengan berjualan makanan Eropa di kawasan Cibadak, Bandung, lalu pada 2001 membuka warung makan di Ciamis.
Pengalamannya berkembang ke bidang event organizer sebagai crew EO di Bandung sejak 2015. Pada 2018, ia mengikuti pelatihan entrepreneur bersama EntrepreneurID secara online dan menjalankan bisnis online hingga 2020. Tahun 2022, ia kembali ke Ciamis untuk mengembangkan bisnis kuliner, dan sejak 2023 aktif berkolaborasi membuka usaha kuliner yang terus berjalan hingga kini.
Selain itu, sejak 2025 Shanny turut membangun dan mengelola portal berita mcnnews.id sebagai admin. Dengan pengalaman di bidang kuliner, event, bisnis digital, dan media, ia dikenal sebagai pribadi adaptif, konsisten, dan berorientasi pada kolaborasi serta pengembangan usaha berkelanjutan.






























