mcnnews.id – Kota Solo dikenal luas sebagai salah satu kota yang memiliki kekayaan wisata sejarah dan budaya yang sangat beragam.
Selain menawarkan beragam destinasi wisata yang menarik, Kota Solo juga memiliki daya tarik tersendiri di bidang kuliner.
Sebagian besar kuliner khas Solo merupakan warisan yang telah bertahan selama puluhan tahun.
Meskipun resep-resep tersebut telah diwariskan secara turun-temurun, para generasi penerus tetap menjaga dan mempertahankan keaslian resep tersebut dengan sangat baik.
Dilansir dari kanal YouTube 10 Best id, Senin (16/6), berikut ini adalah sepuluh kuliner legendaris khas Kota Solo yang wajib untuk Anda coba ketika berkunjung ke kota ini.
1. Soto Gading
Soto ini mulai beroperasi sejak tahun 1974. Warung Soto Gading yang berlokasi di Jalan Brigjen Sudiarto nomor 75 ini meskipun tampilannya sederhana dan tidak mewah, pernah menjadi tempat singgah banyak pejabat negara.
Soto Gading dikenal dengan kuahnya yang agak kental, gurih, dan berwarna bening. Sebagai pelengkap, Anda dapat memilih berbagai lauk seperti tempe, tahu, empal filet, sate, serta berbagai jenis jeroan.
2. Warung Selat Solo
Warung ini didirikan pada tahun 1985 oleh Wulandari Kusma Dhyaningrum, yang lebih dikenal dengan nama panggilan Mak Lis.
Makanan ini menyerupai salad, karena di dalamnya terdapat banyak sayuran segar, sehingga nama “Selat” merupakan plesetan dari kata “salad”.
Selat Solo terdiri atas daging sapi yang disajikan dengan kuah manis dan gurih, dilengkapi dengan kentang goreng serta sayuran rebus.
Warung Selat Solo Mak Lis ini beralamat di Jalan Veteran nomor 20-42 dan menjadi salah satu destinasi kuliner yang populer di kota ini.
3. Timlo Sastro
Ini juga dikenal sebagai Timlo Sastro Balong adalah kuliner khas Solo yang dapat Anda temukan di salah satu sudut Pasar Gede Kota Solo.
Seporsi Timlo Sastro lengkap terdiri dari potongan hati, ampela, telur pindang, dan sosis Solo, yang disajikan dengan kuah bening.
Warung Timlo Sastro ini telah berdiri sejak tahun 1952 dan menjadi salah satu kuliner yang sangat terkenal di Solo.
4. Serabi Notosuman
Serabi ini merupakan salah satu makanan tradisional Solo yang sudah ada sejak tahun 1923. Warung Serabi Notosuman yang berlokasi di Jalan Mohammad Yamin nomor 28 ini kini telah memiliki banyak cabang yang tersebar di berbagai tempat.
Serabi ini terbuat dari campuran tepung beras dan santan, yang diaduk menjadi adonan kemudian dimasak di atas cetakan bulat kecil menggunakan tungku tradisional.
Serabi Notosuman memiliki dua varian rasa, yakni polos dan coklat, yang keduanya menawarkan cita rasa lezat dan khas.
5. Tengkleng
Tengkleng adalah salah satu kuliner khas Solo yang mirip dengan gulai dan berisi daging kambing. Dahulu, tengkleng identik sebagai makanan masyarakat kurang mampu karena porsinya yang hanya sedikit daging.
Namun, saat ini tengkleng telah menjadi makanan favorit dari berbagai kalangan masyarakat.
Jika Anda tertarik mencicipi kuliner legendaris ini, Anda dapat mengunjungi Tengkleng Bu Edi yang berlokasi di Pasar Klewer, yang buka setiap hari mulai pukul satu siang dan biasanya sudah habis dalam waktu dua hingga tiga jam.
6. Gudeg Ceker Bu Kasno
Ini sudah ada sejak tahun 1970-an dan berlokasi di Jalan Monginsidi Margoyudan Solo, memiliki keunikan karena hanya mulai dijual pada pukul satu siang, meskipun banyak pelanggan sudah menunggu sejak pukul dua belas siang.
Seporsi gudeg ini terdiri atas nasi gurih, gudeg, ceker ayam kampung, sambal krecek, serta kuah kaldu dan santan. Saat ini, Gudeg Bu Kasno telah memiliki tiga cabang di Kota Solo.
7. Warung Nasi Pecel Bukis
Tempat ini telah berdiri sejak tahun 1951 ini berlokasi di belakang Kantor Pengadilan Negeri Solo di Jalan Glegyes Rio Badan.
Selain nasi pecel, warung ini juga terkenal dengan sambal tumpang yang memiliki cita rasa gurih, manis, dan sedikit pedas. Warung ini buka mulai pukul 07.00 hingga 14.00.
8. Warung Nasi Liwet Wongso Lemu
Tempat ini beralamat di Jalan Teuku Umar, Keprabon, Solo, telah berdiri sejak tahun 1950-an. Warung nasi liwet ini saat ini dikelola oleh cucu pendiri, Mbak Ati Triwulandari.
Nasi liwet ini memiliki cita rasa khas yang gurih karena dimasak dengan santan, disajikan bersama sayur labu, ayam, dan telur.
Warung ini buka mulai pukul empat sore hingga pukul sepuluh pagi keesokan harinya dan telah bertahan selama lebih dari setengah abad.
9. Sate Kere
Sate ini terbuat dari tempe gembus dan jeroan sapi seperti sate pada umumnya, disajikan dengan sambal kacang dan potongan lontong.
Warung Sate Kere Grey yang berlokasi di belakang Stadion Sriwedari Solo di Pasar Gede ini telah berdiri sejak tahun 1986 dan dikenal memiliki rasa yang sangat lezat dan autentik.

10. Kedai Es Dawet Telasih Bu Dermi
Terletak di Pasar Gede Solo adalah salah satu tempat minuman tradisional yang selalu ramai dikunjungi. Bahkan, Presiden Jokowi pun pernah rela antre untuk menikmati es dawet di kedai ini.
Kedai Es Dawet Telasih telah berdiri sejak tahun 1930 dan tetap mempertahankan kelegendarisannya hingga saat ini.
Semangkuk es dawet di kedai ini terdiri dari bubur ketan hitam, bubur sumsum, tape ketan, cendol, dan biji selasih.
***























