CIAMIS – MCNNEWS.ID
Panitia sukses menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) BMX 2025 pada Senin, 4 Agustus 2025, di Kabupaten Ciamis dengan lancar dan penuh antusiasme. Ajang ini menghadirkan persaingan ketat sekaligus membuka peluang bagi lahirnya atlet muda berprestasi di tingkat nasional dan internasional.
Sebagai pertimbangan utama, Kabupaten Ciamis dipilih sebagai tuan rumah karena memiliki fasilitas infrastruktur olahraga sepeda ekstrem yang sangat baik.

1. Ajang kompetisi
Melihat kesiapan daerah yang semakin matang, Ketua Panitia, Pirmansyah, menyebut Ciamis punya fasilitas sepeda ekstrem yang baik, sehingga PB ISSI menunjuknya sebagai tuan rumah Kejurnas BMX 2025. Kejuaraan ini mencakup nomor freestyle, flatland, dan trial, yang menjadi bagian dari agenda tahunan resmi dan wajib (mandatory) PB ISSI.
“Tahun ini Ciamis terpilih menjadi tuan rumah Kejurnas. Tahun-tahun sebelumnya, event ini digelar di Yogyakarta, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, dan Bali. Jadi event ini memang bergilir, dan tahun ini kami bangga bisa menggelarnya di Ciamis,” ujar Ketua Panitia, Pirmansyah. Senin, 4/8/2025
Kompetisi ini terbagi ke dalam dua kategori utama: freestyle dan flatland, serta nomor trial yang menantang. Para juara ajang ini akan mewakili Indonesia di event internasional di Jepang sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan.
2. Momentum Strategis
Bagi Ciamis, ajang ini menjadi momentum strategis untuk mendorong minat generasi muda dan mengembangkan potensi atlet lokal di olahraga sepeda ekstrem.
Usai Kejurnas, perhatian pemangku kepentingan beralih ke Porprov Jabar 2028 di Bekasi. Pengurus cabang olahraga telah menjadwalkan seleksi daerah (BK) untuk Porprov ini pada Oktober mendatang.

Dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta, penyelenggara pun optimis bahwa Kejurnas ini akan menjadi tolok ukur kekuatan atlet daerah, khususnya Jawa Barat, serta menjadi pijakan strategis untuk mengorbitkan atlet masa depan Indonesia ke level internasional.
“Dengan demikian, Kejurnas BMX 2025 di Kabupaten Ciamis diharapkan dapat menjadi langkah penting dalam pengembangan atlet muda potensial dan meningkatkan prestasi olahraga sepeda ekstrem di Indonesia,” tutup Firmansyah.






















