Kab Ciamis, MCNNEWS.ID – Sebuah video dan rekaman percakapan yang menampilkan Asep Ari, Kepala Desa Mekarmukti, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, melontarkan ujaran bernada tantangan dan ancaman terhadap insan pers, telah memicu kegaduhan dan kecaman keras dari berbagai komunitas jurnalis di Jawa Barat.
Insiden ini dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap profesi wartawan dan ancaman serius terhadap kebebasan pers.
Rekaman yang beredar menunjukkan Kades Asep Ari mengeluarkan pernyataan arogan dan anti-kritik yang menyinggung fungsi kontrol sosial media.
Insiden ini disebut-sebut terjadi di Gelanggang Olahraga (GOR) Desa Sadananya, Kabupaten Ciamis pada hari Rabu (5/11/2025) silam.
Ancaman terhadap Kebebasan Pers
Komunitas pers Ciamis dan Jawa Barat menilai tindakan Kades Mekarmukti mencerminkan sikap antikritik dan berpotensi melanggar prinsip akuntabilitas serta keterbukaan informasi publik.
“Tidak ada ruang bagi intimidasi dan ujaran kebencian terhadap jurnalis. Ini serangan langsung terhadap kebebasan pers dan melanggar Undang-Undang Pers,” ujar salah seorang perwakilan organisasi wartawan, yang mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak.
Fungsi pers sebagai pilar demokrasi yang bertugas mengontrol kinerja pemerintahan dianggap sebagai ancaman oleh oknum Kades tersebut. Padahal, hak publik untuk mengetahui informasi dan kinerja pemerintahan desa adalah fundamental.
Desakan Proses Hukum
Kecaman publik dan komunitas pers pun menuntut langkah tegas dari penegak hukum. Polres Ciamis didesak segera memeriksa Kades Asep Ari, mengusut motif ancaman tersebut, dan mengambil langkah hukum sesuai UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.
Di tengah desakan itu, beredar video amatir yang menunjukkan Kades Asep Ari meminta maaf atas pernyataan sembrono yang dianggap menyinggung dan meresahkan komunitas pers.
Meski telah meminta maaf, banyak pihak menilai proses hukum tetap perlu dilanjutkan untuk memberi efek jera dan melindungi profesi jurnalis dari ancaman serupa.
Kasus ini menjadi sorotan sebagai peringatan keras terhadap penyalahgunaan kekuasaan di tingkat Desa.
Reporter Robi Darwis
Editor Shanny R





















