CIAMIS,MCNNEWS.ID
Kelangkaan minyak goreng subsidi merek “Minya kita” yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir tidak hanya melanda wilayah Kabupaten Ciamis, namun juga menjadi fenomena yang merata di berbagai daerah. Kondisi ini mulai memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, khususnya kalangan rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada minyak goreng dengan harga terjangkau tersebut.
Di sejumlah pasar tradisional di Ciamis, ketersediaan Minyakita dilaporkan semakin sulit ditemukan. Kalaupun tersedia, jumlahnya sangat terbatas dan tidak mampu memenuhi tingginya permintaan masyarakat. Situasi ini memicu kekhawatiran akan potensi kenaikan harga minyak goreng non-subsidi yang saat ini menjadi alternatif utama.
Baca juga : sejarah yakult dari penemuan ilmiah hingga
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Ciamis, Asep M.S, mengonfirmasi bahwa salah satu penyebab utama kekosongan stok di pasar lokal adalah terhentinya pasokan dari pihak Badan Urusan Logistik (Bulog).
“Kami sudah berkoordinasi dan melakukan konfirmasi langsung dengan pihak Bulog. Faktanya, stok di gudang Bulog memang sudah habis dan saat ini mereka pun tengah menunggu kiriman pasokan dari pihak distributor pusat,” ujar Asep saat memberikan keterangannya.
Menurut Asep, kondisi ini tidak hanya terjadi di Ciamis, tetapi juga dialami oleh berbagai daerah lain di Indonesia. Hal ini menunjukkan adanya kendala dalam rantai distribusi secara nasional, yang berdampak langsung terhadap ketersediaan barang di tingkat daerah.
Lebih lanjut, pihak DKUKMP Ciamis mengaku terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi pasar, termasuk berkoordinasi dengan distributor dan pelaku usaha guna memastikan tidak terjadi praktik penimbunan atau spekulasi harga yang merugikan masyarakat.
“Kami mengimbau kepada para distributor dan pedagang untuk tetap menjaga stabilitas harga serta tidak melakukan penimbunan. Jika ditemukan adanya pelanggaran, tentu akan kami tindak sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan Minyakita dalam beberapa pekan terakhir. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan ini agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi.
“Biasanya mudah didapat di warung atau pasar, sekarang harus keliling dulu, itu pun belum tentu ada. Kalau pun ada, kadang dibatasi pembeliannya,” ujar salah satu warga.
Pelaku usaha mikro seperti pedagang gorengan juga merasakan dampak langsung dari kelangkaan ini. Kenaikan biaya produksi akibat beralih ke minyak goreng non-subsidi dinilai berpotensi menekan keuntungan bahkan mengancam kelangsungan usaha mereka.
Baca juga : daftar 5 raksasa jasa kurir indonesia 2025-2026
Pemerintah daerah berharap pasokan Minyakita dapat segera kembali normal dalam waktu dekat, seiring dengan upaya dari pihak distributor pusat untuk mendistribusikan kembali stok ke daerah-daerah yang mengalami kekosongan.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam membeli kebutuhan pokok serta tidak melakukan panic buying yang justru dapat memperparah kondisi kelangkaan di pasaran.
Dengan kondisi yang masih dinamis, semua pihak diharapkan dapat bersinergi untuk menjaga stabilitas distribusi dan harga bahan pokok, demi melindungi daya beli masyarakat serta keberlangsungan usaha kecil di tengah tekanan ekonomi yang ada.
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Channel Whatsapp
Follow Instagram MCNNEWS.ID
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Facebook





















