Pekan lalu, saya berkesempatan mencoba salah satu program andalan Presiden Prabowo yaitu Check Kesehatan Gratis (CKG) yang pertama kali diluncurkan pada 10 Februari 2025 lalu.
Sebelum memutuskan untuk mengikuti program CKG, saya terlebih dahulu berkonsultasi dengan teman saya yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan (nakes) di salah satu Puskesmas di Pasuruan, Jawa Timur melalui pesan online.
Sesuai arahannya, saya mendaftar dan mempelajari alurnya melalui tautan yang dikirimkan oleh Whatsapp resmi SatuSehat Kemenkes-RI, tidak terlalu sulit dan proses pendaftaran serta pemindaian riwayat penyakit secara mandiri relatif cepat. Saya terdaftar di salah satu Puskesmas di Sidoarjo, sesuai domisili saya saat ini.
Awalnya saya agak skeptis dengan program pemerintah ini, karena selama ini program-program pemerintah tidak ada yang benar.
Nyatanya, setelah hampir dua jam saya mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan, program ini cukup bisa diandalkan dan berjalan dengan baik. Check Kesehatan Gratis (CKG) tampaknya menjadi satu-satunya program pemerintah yang bisa dirasakan kebermanfaatannya, meskipun ada beberapa catatan perbaikan.
#1. Sebagai Hadiah Ulang Tahun Dari Pemerintah, Pendaftarannya Mudah dan Cepat
Sambil menunggu giliran saya untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan, saya berbincang-bincang dengan tenaga kesehatan tentang program CKG ini.
“Awalnya CKG ini sebagai hadiah ulang tahun, pemeriksaannya harus tepat di tanggal ulang tahun, tapi kebijakan sekarang, tidak harus tepat tanggal ulang tahun, durasinya selama 1 tahun,” ujarnya.
Pendaftaran program CKG relatif mudah, cukup dengan menggunakan perangkat yang terhubung ke WhatsApp resmi Kemenkes yang tercantum di situs web program CKG Kemenkes, lakukan pendaftaran secara mandiri, ikuti alurnya, pilih lokasi atau puskesmas tujuan, lakukan skrining mandiri riwayat penyakit yang pernah diderita, hingga mendapatkan E-tiket sebagai bukti bahwa Anda telah berhasil mendaftar program CKG.
Kunjungi Puskesmas tujuan, tunjukkan E-tiket dan kartu identitas seperti KTP atau SIM kepada resepsionis, selanjutnya akan diarahkan ke Poli Haji sebagai pusat konfirmasi pendaftaran Check Kesehatan Gratis.
Cukup mudah dan tidak serumit mengakses situs web pemerintah lainnya, petugasnya juga ramah.
#2 Program yang Berguna yang Perlu Dicoba Oleh Seluruh Warga Negara
Terdapat lima rangkaian layanan kesehatan yang akan diperoleh, yaitu layanan gizi, layanan laboratorium, layanan gigi, layanan refraksi mata, dan terakhir pemeriksaan dokter.
Sebelum memulai menjalankan rangkaian pemeriksaan, petugas akan terlebih dahulu memastikan sesuai hasil skrining mandiri mengenai riwayat penyakit yang pernah dialami.
Bukan hanya itu, petugas juga memverifikasi kondisi kesehatan pada hari pemeriksaan, karena ini akan memengaruhi rangkaian pemeriksaan kesehatan yang direkomendasikan.
Seperti jika sedang berpuasa, maka akan direkomendasikan untuk memeriksa gula darah puasa, demikian pula jika sedang batuk berdahak maka akan diperiksa dahak atau tes sputum.
Petugas akan memeriksa tekanan darah, selanjutnya pasien CKG akan diberikan formulir CKG yang harus dibawa ke masing-masing poli layanan kesehatan yang sudah direkomendasikan.
Dimulai dari layanan gizi, di sini petugas akan memeriksa tinggi badan dan berat badan sebagai indikator stunting atau kekurangan gizi, selanjutnya ke layanan laboratorium untuk mengambil sampel darah sebagai bahan pemeriksaan kadar lemak darah yaitu kolesterol dan trigliserida (TG).
Kesehatan gigi juga tidak luput dari pemeriksaan, seperti ada atau tidaknya karang gigi dan gigi berlubang. Jika terdapat karang gigi, maka disarankan untuk scaling gigi atau pembersihan karang gigi.
Pemeriksaan mata dimaksudkan untuk mengetahui kesehatan mata seperti tingkat penglihatan mata apakah rabun jauh, rabun dekat, silindris atau normal.
Jika semua hasil pemeriksaan kesehatan telah diperoleh, tahap akhir adalah pemeriksaan oleh dokter. Di sini dokter akan menjelaskan kondisi kesehatan kita dan apa saja yang perlu dilakukan serta dihindari setelah melihat kondisi kesehatan.
“Saya jadi tahu, kondisi gula darah saya termasuk kolesterol dan TG, jika cek mandiri di klinik bisa mencapai ratusan ribu”, sedikit testimoni dari mas-mas yang saya ajak ngobrol saat ikut CKG.
#3. Meski Bermanfaat, Tidak Semua Tenaga Kesehatan Setuju
Dari saya sebagai pasien CKG sebenarnya sudah cukup memuaskan, terlebih ini adalah CKG pertama saya sejak CKG dirilis sebulan yang lalu. Namun, sebagus-bagusnya suatu program tetap saja harus ada evaluasi atau catatan perbaikan.
Selama mengikuti rangkaian CKG, tidak sedikit saya mendapat keluhan dari tenaga kesehatan yang bertugas.
“Kinerja CKG bagus, cuma webnya sering mengalami error, kami sampai harus lembur untuk memasukkan datanya, padahal potongan TPP-nya cukup besar,” keluh salah satu tenaga kesehatan yang tidak sepenuhnya setuju dengan pelaksanaan program CKG.
Seperti program pemerintah lainnya yang terkesan terburu-buru dan dipaksakan, sumber daya belum memadai, situs web sering mengalami gangguan sehingga sulit diakses, hal ini perlu menjadi catatan pemerintah untuk memperbaiki sistem.
Bukan hanya itu, berdasarkan keluhan tenaga kesehatan, seharusnya pasien CKG diberi akses untuk mengikuti CKG tidak lebih dari satu minggu atau satu bulan sejak tanggal ulang tahunnya, bukan satu tahun, agar tidak terjadi penumpukan pasien di hari-hari tertentu.
Beberapa catatan tentang penyelenggaraan program Check Kesehatan Gratis (CKG). Program ini bagus jika benar-benar diintegrasikan dengan sistem di BPJS Kesehatan. Jadi jika ada masyarakat yang hasil CKGnya buruk, maka bisa dirujuk untuk penanganan lebih lanjut melalui BPJS Kesehatan.
Menurut saya, baru Check Kesehatan Gratis (CKG) yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus mematahkan anggapan bahwa program pemerintah pasti jelek, saya bersaksi sepenuhnya GRATIS tidak ada pungutan serupiahpun kecuali bayar parkir motor di Puskesmas. Semoga tidak hanya bagus di awal berjalan saja.






















