Kesuksesan Alfamart tidak lepas dari strategi ekspansi yang cermat. Djoko memahami bahwa untuk berkembang pesat, ia harus melibatkan masyarakat secara langsung.
Maka, ia menerapkan sistem kemitraan (franchise) yang memungkinkan individu atau pengusaha lokal untuk membuka gerai Alfamart dengan dukungan penuh dari pusat.
Sistem ini terbukti efektif. Tidak hanya membantu mempercepat pertumbuhan jaringan, tetapi juga memberdayakan ekonomi lokal. Para pemilik franchise mendapat pelatihan, dukungan manajemen, dan akses ke sistem logistik yang efisien.
Selain itu, Alfamart juga fokus pada pembangunan gudang distribusi regional agar proses pengiriman barang lebih cepat dan biaya logistik lebih efisien. Strategi ini membuat Alfamart unggul dalam menjaga ketersediaan stok dan keseragaman harga di seluruh Indonesia.
Dalam kurun waktu dua dekade, Alfamart berkembang luar biasa. Dari satu gerai kecil di Tangerang, kini jaringan Alfamart telah mencapai lebih dari 18.000 gerai yang tersebar di berbagai kota dan desa di seluruh Indonesia.
Pertumbuhan ini menjadikan Alfamart sebagai salah satu perusahaan retail terbesar di Asia Tenggara.






















