UNTUK para wisatawan yang berkunjung ke kota-kota besar di dunia pada malam Tahun Baru dan memesan hotel tiba-tiba, jangan kaget jika biaya kamar meningkat tajam. Malam Tahun Baru menjadi puncak “harga panik” dengan kenaikan rata-rata sebesar 300 persen.
Berdasarkan data cheaphotels.org yang dilaporkan The Independent harga kamar yang meningkat tajam untuk pemesanan mendadak ini menjadi fenomena yang terjadi secara global. tarif tertinggi terjadi antara 30 Desember hingga 2 Januari pada hotel dengan peringkat minimal tiga bintang.
Di New York, harga naik 218 persen rata-rata menjadi $1.164 atau sekitar Rp 19 juta untuk satu malam, dan 197 persen di Miami Beach, menjadi $1.187 atau Rp 19,8 juta. Penelitian ini mengambil tarif biasa bulan Januari sebagai dasar, yang biasanya $366 atau sekitar Rp 6 juta untuk tiga malam di New York, dan sekitar $400 atau sekitar Rp 6,7 juta di Florida.
Peningkatan yang lebih besar terjadi diEdinburgh, Skotlandia. Kenaikan harga kamar di kota yang memiliki tradisi Tahun Baru yang terkenal, Hogmanay, mencapai 316 persen dengan rata-rata menjadi $1.040 atau Rp 17,4 juta untuk tiga malam. Sementara di Rio de Janeiro Brasil naik 284 persen menjadi $1.172 atau Rp 19,6 juta untuk tiga malam. Di Sydney, tarif hotel meningkat 248 persen yaitu $1.035 atau Rp 17,3 juta untuk tiga malam.
Di Vienna, Austria, tarif hotel untuk perayaan malam tahun baru Meningkat sebesar 257 persen di Vienna, 116 persen di Cancun, Meksiko, 165 persen di Amsterdam, Belanda, dan 110 persen di Kopenhagen, Denmark. Hotel di Paris, salah satu kota paling sering dikunjungi di dunia, hanya mengalami kenaikan sebesar 74 persen.
Kota Paling Murah untuk Merayakan Tahun Baru
Jika mencari biaya terendah untuk merayakan tahun baru, datanglah ke Phnom Penh, ibu kota Kamboja. Pesan hotel di menit terakhir sebelum pergantian tahun justru mengalami pengurangan 60 persen dibandingkan dengan 2022. Wisatawan hanya perlu membayar $20 atau sekitar Rp 334.000 per malam.
Penurunan harga di Phnom Penh menunjukkan bahwa tidak semua tujuan wisata menetapkan harga mahal dalam menyambut tahun baru. Jika ingin menjelajahi tempat yang kurang terkenal, kota-kota di Asia Tenggara memberikan peluang yang baik.
Bangkok, Thailand, mengalami kenaikan harga penginapan terbesar, meningkat sebesar 94 persen dibandingkan tahun 2022. Meskipun demikian, tempat ini masih dianggap sebagai tujuan yang cukup terjangkau dibandingkan dengan yang lain, menurut Travel and Tour World Perayaan Tahun Baru di Bangkok, termasuk pertunjukan kembang api dan pesta jalanan yang meriah, telah mengakibatkan peningkatan biaya penginapan yang besar.
Dengan kenaikan ini, cheaphotels.org menekankan bahwa menunda reservasi hotel untuk Tahun Baru akan berdampak pada biaya yang lebih tinggi. Mereka merekomendasikan agar pemesanan dilakukan setahun sebelumnya agar bisa menghemat jutaan rupiah. Grup hotel seperti Marriott, IHG, Hilton, dan Hyatt mulai membuka ketersediaan kamar mereka setahun sebelumnya dan biasanya menetapkan harga pada tingkat standar. Selama tiga malam, hal ini dapat menghasilkan penghematan sekitar $700 atau Rp 11,7 juta di kota-kota pariwisata utama. Penawaran menarik juga bisa diperoleh tiga hingga enam bulan sebelumnya.
Travel and Tour World menyarankan agar tidak memilih hotel di pusat kota jika menginginkan harga yang lebih murah, memilih masa liburan yang lebih fleksibel sebelum atau setelah puncak perayaan tahun baru, menggunakan situs pembanding harga, serta mempertimbangkan akomodasi alternatif seperti apartemen atau hostel.






















