MCNNEWS.ID— Persis Solo harus menerima kekalahan di Stadion Gelora Bung Tomo, malam Minggu, setelah kalah 2-1 dari Persebaya Surabaya dalam pertandingan pekan ke-11 Super League 2025/2026. Kekalahan ini tidak hanya membuat Laskar Sambernyawa pulang tanpa mendapatkan poin, tetapi juga membawa mereka semakin dekat dengan zona degradasi.
Pelatih Persis Solo, Peter De Roo, mengakui bahwa timnya kalah secara taktis dan psikologis melawan tim tuan rumah yang dilatih oleh Eduardo Perez.
Ia mengatakan Persebaya Surabaya tampil lebih bijak dalam memanfaatkan kesempatan penting, khususnya ketika Persis kehilangan konsentrasi pada menit krusial.
“Kami sangat kecewa. Namun, jika melihat jalannya pertandingan selama 90 menit, kami sebenarnya telah menciptakan banyak kesempatan,” kata Peter setelah pertandingan.
Pelatih asal Belanda tersebut menyesali bahwa timnya tidak mampu mengubah dominasi penguasaan bola menjadi gol tambahan yang mampu memengaruhi jalannya pertandingan.
Menurutnya, Persis tampil cukup bagus, khususnya pada babak pertama, saat mampu mengancam dan mempertahankan tempo permainan. Namun, kesalahan kecil yang terjadi menjelang jeda membuat arah pertandingan berubah secara signifikan.
Gol yang dicetak Persebaya Surabaya di akhir babak pertama mengganggu semangat pemain Persis dan membuat mereka kehilangan arah permainan.
Setelah kebobolan gol kedua, permainan Laskar Sambernyawa semakin tidak terstruktur dan mulai kehilangan alur permainan.
Peter mengatakan timnya berusaha keras untuk mengejar ketertinggalan, tetapi terburu-buru dalam membuat keputusan di area sepertiga akhir lapangan.
Beberapa kesempatan yang seharusnya bisa berubah menjadi gol justru terlewat karena penyelesaian akhir yang kurang tenang.
Ia menganggap kelelahan juga menjadi penyebab Persis kesulitan dalam menjaga disiplin di lini pertahanan.
Pemain harus mengisi area yang luas guna menghadapi serangan balik cepat dari Persebaya Surabaya yang tampil efektif dan penuh semangat.
“Goal yang terjadi menjelang jeda menjadi momen yang buruk bagi kami. Setelah kebobolan gol kedua, permainan kami mulai kehilangan alur,” katanya.
Menurut Peter, Persebaya Surabaya mampu memanfaatkan setiap celah sempit yang ditinggalkan pemain Persis untuk menghasilkan kesempatan berbahaya.
Menurut pandangan pelatih, timnya sebenarnya memiliki kesempatan untuk membalas melalui serangan cepat.
Namun karena terburu-buru, Persis sering kehilangan bola di area yang berbahaya dan memberi kesempatan kepada tuan rumah untuk melakukan serangan balik.
“Kami memberi ruang yang seharusnya tidak ada, khususnya di babak pertama. Padahal kami datang untuk berusaha memenangkan pertandingan,” kata Peter dengan nada kekecewaan.
Ia menganggap para pemain telah berusaha maksimal, namun masih kurang cakap dalam memahami situasi serta menjaga stabilitas performa.
Kekalahan melawan Persebaya Surabaya memberikan pukulan berat bagi Persis Solo yang kini harus melihat posisi mereka di bagian bawah klasemen.
Hasil ini juga menunjukkan kelemahan fokus tim pada momen penting, sesuatu yang diakui Peter perlu segera diperbaiki agar bisa melewati tekanan.
Sebagai bahan evaluasi, pelatih berusia 55 tahun tersebut menekankan perlunya menciptakan ruang permainan yang lebih terorganisir agar Persis dapat tampil lebih efektif.
Ia yakin, dengan peningkatan dalam peralihan dan pengaturan tempo, timnya masih memiliki kesempatan untuk bangkit.
Sementara itu, pemain tengah Persis Solo Fuat Dapo Sule juga menyampaikan kekecewaan yang sama setelah pertandingan. Ia menganggap kekalahan di Surabaya disebabkan oleh kesalahan kecil yang berdampak besar terhadap hasil akhir.
“Kami memiliki beberapa kesempatan untuk menciptakan jarak, tetapi tidak mampu memanfaatkannya. Dua gol yang kami kemas sebenarnya bisa dihindari,” katanya.
Sule menambahkan, tim seharusnya mampu tampil lebih konsentrasi dan tidak kehilangan fokus setelah kebobolan.
Meski demikian, Sule tetap menegaskan bahwa seluruh pemain masih percaya pada filosofi permainan yang diterapkan Peter De Roo. Ia menyebut semua pemain berkomitmen untuk meningkatkan diri dan bangkit dalam pertandingan-pertandingan berikutnya.
“Kami semua menginginkan kemenangan, namun mungkin ini adalah proses yang harus kami lalui untuk berkembang sebagai sebuah tim,” ujar Sule. Ia percaya bahwa usaha dan kesabaran akan membawa Persis melewati masa sulit ini.
Kemenangan Persebaya Surabaya atas Persis menjadi bukti jelas tentang kemampuan Eduardo Perez dalam memaksimalkan potensi pemain muda serta kecepatan lini depan tim.
Tim Green Force tampil dengan efisiensi, sabar menunggu kesempatan, serta memanfaatkan setiap kesalahan lawan secara bijak.
Di sisi lain, bagi Persis Solo, kekalahan ini menjadi peringatan yang tidak boleh dianggap remeh. Kini posisi mereka di bagian bawah klasemen semakin memprihatinkan, dan tekanan dari para penggemar untuk segera melakukan perbaikan semakin meningkat.
Peter De Roo kini menghadapi tantangan besar dalam memulihkan kepercayaan diri tim yang mulai goyah.
Ia diwajibkan tidak hanya memperbaiki strategi, tetapi juga mengembangkan semangat juang pemain agar Persis tidak semakin terbenam dalam jurang degradasi.
Dengan jadwal yang padat menanti, Persis perlu segera menemukan ritme terbaiknya sebelum terlambat. Jika tidak, musim ini bisa menjadi perjalanan penuh kesulitan bagi klub kebanggaan Kota Bengawan tersebut.
Penulis
Shanny Ratman adalah seorang wirausahawan dan pengelola media yang telah menekuni dunia usaha sejak 1997. Berstatus menikah, ia memulai karier sebagai Captain Restaurant di Inasuki Japanese Restaurant, Bandung. Tahun 1999, ia merintis usaha kuliner dengan berjualan makanan Eropa di kawasan Cibadak, Bandung, lalu pada 2001 membuka warung makan di Ciamis.
Pengalamannya berkembang ke bidang event organizer sebagai crew EO di Bandung sejak 2015. Pada 2018, ia mengikuti pelatihan entrepreneur bersama EntrepreneurID secara online dan menjalankan bisnis online hingga 2020. Tahun 2022, ia kembali ke Ciamis untuk mengembangkan bisnis kuliner, dan sejak 2023 aktif berkolaborasi membuka usaha kuliner yang terus berjalan hingga kini.
Selain itu, sejak 2025 Shanny turut membangun dan mengelola portal berita mcnnews.id sebagai admin. Dengan pengalaman di bidang kuliner, event, bisnis digital, dan media, ia dikenal sebagai pribadi adaptif, konsisten, dan berorientasi pada kolaborasi serta pengembangan usaha berkelanjutan.













