MCNNEWS.ID, CIAMIS– Setiap 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum sejarah sekaligus pengingat bahwa Pancasila harus terus dijaga, dipraktikkan, dan dirawat dalam kehidupan berbangsa. Kamis (02/10/2025).
Namun realitas hari ini menunjukkan bahwa Pancasila menghadapi berbagai tantangan, seperti intoleransi, radikalisme, ketimpangan sosial-ekonomi, degradasi moral generasi muda, hingga derasnya arus digitalisasi yang kerap memicu polarisasi.
Melihat kondisi tersebut, PMII Ciamis–Pangandaran menyelenggarakan Diskusi Quo Vadis sebagai wadah refleksi, dialog, dan pencarian solusi agar Pancasila kembali hidup dalam praksis kebangsaan.
Ketua PC PMII Ciamis, Muhamad Rifa’i, menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar teks dalam konstitusi, melainkan pedoman hidup yang harus diaktualisasikan dalam kebijakan negara, praktik sosial, dan kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Pancasila harus terus dihidupkan sebagai nilai dasar perjuangan bangsa,”
Ia juga mengajak seluruh elemen, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan menghadapi krisis kebangsaan. “Tegas Rifa’i
Sementara itu, kader PMII Ciamis, Farhan Mujahidin, menambahkan bahwa generasi muda tidak boleh berhenti pada slogan. “Internalisasi Pancasila harus tercermin dalam sikap kritis, partisipasi sosial, serta keberanian melawan segala bentuk ketidakadilan. Itulah makna kesaktian Pancasila hari ini,” ujar farhan
Momentum Hari Kesaktian Pancasila 2025 diharapkan mampu memantik gerakan kolektif agar nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial kembali menjadi fondasi utama bangsa.
Dengan mengamalkan Pancasila secara nyata, Indonesia diyakini mampu menghadapi dinamika global sekaligus menjaga persatuan nasional.


















































