MCNNEWS.ID, JAKARTA —Kumpulan Entitas Lippo, PTBank NationalnobuPT (NOBU) atau Bank Nobu siap berpartisipasi dalam mendistribusikan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.
Sebagai informasi, pemerintah rencananya akan menyalurkanKUR PerumahanSenilai Rp130 miliar pada 2025. Program ini direncanakan akan diperkenalkan di akhir September 2025.
Suhaimin Johan, Direktur Utama Bank Nobu, menjelaskan bahwa sektor perumahan menjadi penggerak ekonomi denganmultiplier effectyang luar biasa. Sektor perumahan juga memberikan kesempatan kerja, mendorong perkembangan industri bahan konstruksi, hingga transportasi dan logistik.
“Oleh karena itu, pemerintah menempatkan sektor properti sebagai salah satu mesin utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju 8% per tahun,” katanya dalam acara bertajuk Pertemuan & Simposium Gotong Royong Perumahan Warisan Bangsa, Selasa (16/9/2025).
Acara ini diadakan oleh Bank Nobu bekerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Wilayah Permukiman, KADIN Indonesia, REI, serta organisasi pengembang properti, konstruksi, dan industri bahan bangunan, di Balai Sarbini, Lippo Mall Nusantara, Jakarta.
Suhaimin Johan menambahkan, dalam memperkuat sektor properti, pemerintah menyediakan program KUR Perumahan. Dengan KUR Perumahan, para pengembang dan kontraktor dapat mengakses pasar baru yang memiliki permintaan tetap, khususnya untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Sektor perbankan dan lembaga keuangan mampu memperluas jumlah pelanggan mereka dengan mengelola risiko secara efektif. Untuk masyarakat, KUR Perumahan memudahkan akses mendapatkan tempat tinggal yang layak dengan harga yang terjangkau.
“Program KUR Perumahan ini merupakan kesempatan emas bagi kita. Tidak hanya membangun rumah, tetapi juga membangun bangsa. Meskipun program ini akan selesai oleh Pemerintah pada akhir bulan, saya mengajak Bapak-Ibu sekalian untuk tidak menunggu lagi. Oleh karena itu, mulailah prosesnya sekarang,” tegasnya.
Dengan mempersiapkan diri lebih awal, lanjut Suhaimin Johan,closingtransaksi dapat terjadi ketika program KUR Perumahan diluncurkan nanti. Dengan demikian, program penyediaan rumah tersebut segera terealisasi, memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus mendorong roda perekonomian nasional.
Di bidang inovasi pembiayaan perumahan, Bank Nobu menyediakan tiga program utama. Pertama, program KPR Progresif yang menjadi solusi kredit yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat modern. Kedua, program FLPP Perumahan Subsidi yang bertujuan memberikan akses rumah murah bagi kalangan berpenghasilan rendah.
Ketiga, program KUR Perumahan, yaitu skema pendanaan cepat, suku bunga rendah, serta akses yang luas bagi pengembang, kontraktor, UMKM, dan industri pendukung di sektor perumahan.
Menurut Suhaimin Johan, program KUR Perumahan tidak hanya memberikan akses perumahan yang lebih luas kepada masyarakat, tetapi juga menawarkan peluang bisnis besar bagi perusahaan properti.
“Bagi para pengembang dan kontraktor, KUR bisa memperluas pangsa pasar berkat permintaan yang tetap dari segmen MBR,” katanya.
Ia melanjutkan, untuk para pemasok bahan material, fasilitas KUR meningkatkan permintaan terhadap semen, besi, cat, keramik, pintu, listrik, perabot rumah tangga, dan logistik. Bagi sektor perbankan, hal ini dapat memperluas jumlah nasabah baru dengan risiko yang lebih terkendali. Selain itu, KUR juga memberikan dukungan bagi layanan pendukung lainnya, seperti transportasi, konsultasi, serta teknologi konstruksi yang ikut berkembang.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan inovasi terbaru berupa KUR yang ditujukan untuk sektor perumahan. Maruarar menyebut program senilai Rp130 triliun ini sebagai momen penting karena merupakan pertama kalinya KUR digunakan untuk mendukung pembiayaan rumah rakyat, baik dari sisi pasokan maupun permintaan.
“KUR Perumahan dapat dimanfaatkan oleh kontraktor, pengembang, hingga toko bahan bangunan,” kata Maruarar yang akrab dipanggil Ara.
Selain mendukung sektor pasokan, KUR perumahan ini juga menargetkan sisi permintaan dengan membantu pelaku usaha mikro di bidang perumahan. Ara menganggap kebijakan ini akan memberikan kesempatan besar bagi masyarakat kecil yang berusaha di rumahnya untuk ikut meningkatkan kesejahteraan.






















