MCNNEWS.ID
Malam Tahun Baru merupakan saat yang tepat untuk mengucapkan perpisahan terhadap 365 hari terakhir dan menyambut masa depan yang baru.
Banyak dari kita akan merayakan tahun 2026 dengan kembang api, minuman beralkohol, makanan yang meriah, dan pesta, baik di rumah kami sendiri bersama keluarga, atau dalam acara publik yang diatur bersama teman-teman dan sesama penggemar perayaan.
Namun, pergantian tahun juga diiringi dengan beberapa tradisi yang tidak umum di berbagai wilayah di dunia.
Dilansir Antara dari laporan Metro pada Rabu 31 Desember 2025, kebiasaan-kebiasaan ini tergolong kuno dan masih diminati di negara asalnya. Beberapa di antaranya adalah:
Mengonsumsi 12 buah anggur di Spanyol
Pada saat jam menunjukkan tengah malam di Malam Tahun Baru, masyarakat Spanyol mengonsumsi 12 buah anggur hijau secara berurutan. Tradisi ini telah ada sejak tahun 1895 dan semakin populer sejak tahun 1909. Kebiasaan ini berasal dari keyakinan mitos bahwa setiap buah anggur membawa keberuntungan untuk satu bulan dalam setahun.
Mengenakan pakaian berwarna putih di Brasil
Pakaian berwarna putih dianggap sebagai simbol perdamaian dan kegembiraan. Karena itu, masyarakat di atau berasal dari Brasil sering memakainya pada malam Tahun Baru dan hari Tahun Baru sambil berharap dapat memulai bulan Januari dengan baik.
Membawa koper di Kolombia
Di Kolombia terdapat kebiasaan membawa tas kosong pada tanggal 31 Desember yang dipercaya dapat membawa nasib baik.
Dikabarkan, ini akan membuka banyak kesempatan perjalanan untuk tahun mendatang.
Menggantung bawang di Yunani
Terdapat upacara tahun baru yang khas di Yunani, yaitu dengan memasang bawang di pintu. Upacara ini diharapkan mampu membantu mengusir tahun yang tidak menyenangkan.
Kebiasaan lama ini dianggap sebagai simbol kelahiran kembali, karena bawang akan mengelupas dan menunjukkan berbagai lapisannya.
Tradisi menyebutkan bahwa orang tua Yunani biasanya dengan lembut mengetuk kepala anak-anak menggunakan bawang pada malam tahun baru.
Mengambil mandi air es di Skotlandia
Perayaan tahun baru Hogmanay di kota Edinburgh, ibu kota Skotlandia, merupakan acara yang paling meriah. Mereka mempergunakan metode yang tidak biasa dalam menyambut 1 Januari.
Warga setempat dan para pengunjung sama-sama melompat ke muara Laut Utara yang sangat dingin, Firth of Forth, yang terkenal dengan sebutan “Loony Dook”. Pakaian aneh tidak wajib, namun banyak orang memperkaya penampilan mereka dengan pakaian renang untuk acara ini.
Memecahkan piring di Denmark
Telah menjadi kebiasaan masyarakat Denmark untuk memecahkan piring yang tidak lagi digunakan di depan rumah orang-orang yang mereka cintai.
Jika Anda melihat banyak piring retak di luar rumah saat bangun pagi, hal ini bisa mengindikasikan bahwa Anda sangat diminati. Namun, jika Anda memiliki tetangga atau teman dari Denmark, hal ini mungkin berarti Anda akan mendapatkan keberuntungan sepanjang tahun.
Melelehkan timah di Finlandia
Tradisi malam Tahun Baru di Finlandia memiliki unsur peramalan. Warga Finlandia melelehkan kuda kecil dari timah dalam wajan hingga cair, lalu menuangkan logam yang dihasilkan ke dalam ember berisi air dingin sehingga segera mendingin dan membeku.
Bentuk tapal kuda ini dianggap menggambarkan kejadian yang akan terjadi pada tahun berikutnya. Tanda lain yang sering diperhatikan adalah daun semanggi dengan empat daun atau bentuk hati.
Makan terlalu banyak di Estonia
Jika Anda cenderung makan berlebihan, maka Anda akan menikmati Tahun Baru di negara Baltik, Estonia.
Pada saat bangun pada tanggal 1 Januari, tradisi menentukan bahwa Anda harus mengonsumsi sejumlah makanan yang dianggap membawa keberuntungan.
Misalnya, tujuh jenis makanan berbeda untuk mereka yang tidak suka mencoba hal baru atau sejumlah angka keberuntungan pribadi sesuai dengan preferensi Anda, selama tidak terlalu besar.
Jika angka-angka tersebut menimbulkan rasa takut, jangan khawatir karena kita tidak perlu mengonsumsi makanan dalam porsi besar.
Makan donat di Jerman
Terdapat kebiasaan di Jerman yang mewajibkan penduduknya mengonsumsi donat saat merayakan pergantian tahun. Kebiasaan mengonsumsi donat Berliner dikenal dengan nama Krapfen di wilayah selatan Jerman.
Kue donat yang dilapisi gula ini dahulunya hanya digunakan sebagai hidangan manis untuk perayaan, dengan berbagai isi yang lezat dan disukai, seperti selai buah atau jeli, cokelat yang meleleh enak hingga krim vanila. ***






















