MCNNEWS.ID
Visa, pemimpin dunia dalam transaksi digital, merilis pandangan mengenai lima tren utama yang akan memengaruhi cara masyarakat Indonesia melakukan pembayaran dan bepergian pada tahun 2026.
Semakin banyak warga Indonesia yang melakukan perjalanan ke destinasi regional maupun tujuan wisata yang lebih jauh, pembayaran digital tetap menjadi alat penting dalam memudahkan transaksi konsumen secara aman dan nyaman, baik di dalam maupun luar negeri.
Berikut adalah temuan dan pemahaman yang dikumpulkan dalam Laporan Green Shoots Radar terbaru dari Visa:
1. Dompet digital meroket:
Masyarakat Indonesia kini beralih sepenuhnya ke pembayaran digital. Dompet digital kini menjadi cara pembayaran utama di Indonesia. Secara rata-rata, setiap individu menggunakan tiga aplikasi dompet yang berbeda. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran signifikan menuju pembayaran digital untuk transaksi sehari-hari, karena konsumen menginginkan metode pembayaran yang lebih mudah dan tanpa kontak.
2. Social commerce mendominasi:
BPembelian terjadi melalui aplikasi dan media sosial. Berbelanja online telah menjadi kebiasaan, dan Indonesia menduduki posisi terdepan di Asia Tenggara dalam e-commerce berbasis ponsel. Sebanyak 86% konsumen menggunakan aplikasi belanja, dan hampir separuhnya melakukan transaksi langsung melalui platform media sosial.
3. Generasi Z menciptakan era keuangan yang baru:
WGen Z yang terjun dalam dunia usaha dan serba digital menetapkan prioritas keuangan yang baru, di mana lebih dari separuh responden berencana untuk memulai bisnis atau pekerjaan sampingan. Mereka juga mulai menggunakan metode pembayaran digital seperti dompet elektronik dan kode QR, serta menginginkan sistem pembayaran yang dapat diterima secara internasional saat bepergian.
4. Media sosial memengaruhi prioritas keuangan:
KKeputusan mengenai uang kini semakin dipengaruhi oleh komunitas digital. Keputusan keuangan semakin terpengaruh oleh kelompok online dan para pengaruh di media sosial. Sosial media kini menjadi sumber utama nasihat keuangan, melebihi konsultan tradisional, serta memengaruhi cara masyarakat Indonesia memilih metode pembayaran dan pengalaman berbelanja.
5. Permintaan akan pengalaman perjalanan mewah dan harapan pembayaran meningkat
Pengunjung Indonesia semakin menginginkan “satu kartu untuk seluruh dunia”, yaitu solusi pembayaran yang aman dan mudah digunakan di bandara, transportasi umum, restoran, belanja, serta tempat wisata. Kartu kredit tetap menjadi pilihan utama karena penerimaannya yang luas dan sering digunakan untuk transaksi besar seperti penginapan dan tiket pesawat.
Sementara uang tunai dan kartu debit masih diminati untuk transaksi kecil seperti transportasi lokal, belanja di supermarket, serta hiburan. Permintaan terhadap kartu multi-mata uang (multi-currency card) semakin meningkat, di mana sekitar 30% wisatawan Indonesia memakainya dalam perjalanan ke luar negeri terakhir mereka.
Kartu ini menawarkan transaksi yang aman, manfaat perjalanan, serta biaya tukar mata uang yang lebih murah, menjadikannya pilihan utama untuk kenyamanan dan pengalaman mewah. Tujuan-tujuan populer seperti Jepang, Singapura, dan Malaysia menunjukkan kebutuhan akan opsi pembayaran yang diterima secara internasional untuk memperkaya pengalaman berwisata.
“Orang Indonesia kini lebih percaya diri dalam bepergian, dan mereka mengharapkan tingkat kenyamanan serta keamanan yang sama saat berada di luar negeri seperti yang mereka rasakan di dalam negeri. Visa berkomitmen untuk mendukung permintaan yang semakin meningkat ini dengan mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat ekosistem pembayaran digital di Indonesia. Inisiatif kami selaras dengan visi pemerintah terkait digitalisasi, sehingga konsumen dan pelaku bisnis dapat menikmati solusi pembayaran yang aman, mudah, dan diterima secara internasional—membuat setiap perjalanan menjadi lebih sederhana dan menyenangkan,” kata Vira Widiyasari, Country Manager, Visa Indonesia. (*)






















