Bulukumba, MCNNEWS.ID
Di tengah cuaca panas khas wilayah pesisir Sulawesi Selatan, masyarakat Bulukumba memiliki cara sederhana untuk menyegarkan tubuh. Salah satunya melalui segelas cindolo taharo, minuman tradisional berbahan dasar sagu, santan, dan gula aren yang hingga kini masih bertahan sebagai bagian dari identitas kuliner lokal.
Cindolo taharo kerap dijumpai di kawasan pantai maupun permukiman warga. Proses pembuatannya masih dilakukan secara tradisional, menggunakan tungku kayu dan bahan-bahan alami. Adonan sagu dimasak hingga mengental, kemudian dicetak menjadi butiran kecil dan disajikan bersama santan serta larutan gula aren.
Minuman ini dikenal dengan tekstur kenyal dan rasa manis-gurih yang seimbang. Perpaduan antara sagu dan santan menghasilkan sensasi segar, terutama saat disajikan dengan es batu di tengah teriknya matahari.
Ciri Khas Cindolo Taharo Bulukumba
Di Sulawesi Selatan, khususnya Bulukumba, cindolo taharo juga dikenal dengan sebutan cindolo tawaro. Nama tersebut merujuk pada penggunaan sagu sebagai bahan utama, berbeda dengan cendol pada umumnya yang menggunakan tepung beras atau hunkwe.
Secara visual, cindolo taharo memiliki warna bening hingga kecokelatan alami. Warna tersebut berasal dari pati sagu murni tanpa campuran pewarna. Hal ini menjadi salah satu ciri khas yang membedakannya dari cendol di daerah lain.
Selain menyegarkan, sagu dikenal sebagai sumber karbohidrat kompleks yang mampu memberikan energi secara bertahap. Ketika dipadukan dengan santan kelapa tua dan gula aren asli, minuman ini tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga kaya cita rasa.
Warisan Kuliner yang Masih Dijaga
Bagi masyarakat Bulukumba, cindolo taharo bukan sekadar minuman pelepas dahaga. Minuman ini telah menjadi bagian dari tradisi turun-temurun yang diwariskan dari generasi ke generasi. Proses pembuatannya yang sederhana mencerminkan kedekatan masyarakat dengan alam dan sumber pangan lokal.
Di tengah maraknya minuman modern, keberadaan cindolo taharo menjadi bukti bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat tersendiri. Selain mudah dibuat, bahan-bahannya pun mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Cara Membuat Cindolo Taharo di Rumah
Bagi masyarakat yang ingin mencoba membuat cindolo taharo sendiri, berikut panduan sederhana yang dapat diikuti.
Bahan-bahan:
- 7 sendok makan pati sagu
- 2 gelas air
- 150–200 gram gula aren
- 1 cangkir air untuk gula
- 3 gelas santan kental dari kelapa parut
- Es batu secukupnya
Langkah Pembuatan:
- Rebus gula aren dengan air hingga larut, saring, lalu dinginkan.
- Masak santan bersama sedikit garam hingga mendidih sambil terus diaduk, kemudian dinginkan.
- Campurkan pati sagu dan air, masak dengan api kecil hingga adonan mengental dan bening.
- Cetak adonan sagu ke dalam air es hingga membentuk butiran.
- Sajikan dengan menuangkan gula aren, butiran cindolo, santan, dan es batu ke dalam gelas.
Cindolo taharo menjadi simbol kesederhanaan yang sarat makna. Di setiap tegukan, tersimpan cerita tentang kearifan lokal dan upaya masyarakat Bulukumba dalam menjaga warisan kuliner daerah agar tetap hidup hingga kini.
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Channel Whatsapp
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Facebook






















