Ringkasan Berita:
- Mantan pelatih Repsol Honda mengajak Pecco Bagnaia untuk meninggalkan Ducati pada MotoGP 2027
- Fokus pada MotoGP 2026 akan memengaruhi masa depan Pecco Bagnaia di Ducati.
- Opsi yang masuk akal bagi Pecco Bagnaia adalah bergabung dengan VR46 yang dijalankan oleh gurunya, Valentino Rossi.
MCNNEWS.ID
Pecco Bagnaia diharapkan berpindah dari Ducati Lenovo Team pada MotoGP 2027 jika musim 2026 kembali tidak berjalan lancar, atau bahkan kembali dihancurkan oleh Marc Marquez.
Mendekati dimulainya kejuaraan dunia MotoGP 2026 pada akhir Februari tahun depan di Thailand, isu perpindahan pembalap menjadi salah satu topik yang paling dibicarakan.
Ini wajar karena sebagian besar pembalap akan berakhir masa kontraknya setelah MotoGP 2026 selesai, termasuk dua pembalap utama pabrikan Ducati, Marc Marquez dan Pecco Bagnaia.
Masa depan Marc Marquez sedikit lebih aman di Ducati dibandingkan FB63. Setelah Marc Marquez meraih gelar juara dunia MotoGP 2025, Ducati yakin ingin memperpanjang kontraknya dan mempertahankan pembalap dengan nomor #93 ini selama mungkin.
Namun, kisah berbeda dialami oleh Pecco Bagnaia. Pembalap yang menjadi juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 ini justru ‘hilang’ dalam musim 2025.
Mantan manajer tim MotoGP Livio Suppo menyatakan bahwa Francesco ‘Pecco’ Bagnaia sebaiknya mulai memikirkan masa depannya. Jika masih mengalami kesulitan, Bagnaia disarankan untuk meninggalkan Ducati.
Setelah memenangkan gelar juara dunia MotoGP pada tahun 2022 dan 2023, serta menjadi runner-up di musim 2025, Pecco Bagnaia justru mengalami penurunan performa di MotoGP 2025.
Bagnaia hanya dua kali berhasil memenangkan balapan grand prix, danretired dalam enam dari tujuh lomba utama terakhirnya.
Pecco Bagnaia akhirnya menempati posisi kelima dalam klasemen, dengan jarak 257 poin dari juara bertahan Marc Marquez, angka yang hampir dua kali lipat dibandingkan yang ia kumpulkan.
Kinerja yang mengecewakan Bagnaia diduga akan memicu spekulasi mengenai masa depannya. Meskipun tidak dirahasiakan bahwa Bagnaia ingin terus berada di Ducati.
Suppo mengkritik cara komunikasi Pecco Bagnaia terhadap media saat membahas tantangan-tantangan yang dihadapinya sepanjang musim lalu.
Selanjutnya, Suppo menganggap Bagnaia perlu mempertimbangkan pindah jika mendapat tawaran yang menarik.
“Pecco adalah pembalap yang sangat tangguh, tetapi sebaiknya mengikuti pelatihan komunikasi. Sudah beberapa kali tahun ini, perkataannya memicu berbagai teori dan spekulasi,” kata mantan manajer tim Ducati, Honda, dan Suzuki itu kepadaGPOne.
“Terkadang ketika dia berbicara, dia terlalu banyak menyampaikan hal-hal yang membingungkan sehingga orang-orang memiliki kesempatan untuk memahami perkataannya dengan berbagai cara,” lanjut Suppo.
Dari perspektif romantis, jelas bahwa dia sangat ingin bertahan karena selama ini dia telah mencintai Ducati sejak kecil, namun nantinya kita harus melihat apa yang akan terjadi.
“Jika ada tim pabrikan lain yang mendekatinya, menawarkan gaji yang menarik, dan ternyata dia kembali mengalami kesulitan di musim depan, mengapa dia harus tetap bertahan?” kata Suppo mengenai Pecco Bagnaia.
Opsi Realistis Pecco Bagnaia
Kemungkinan masa depan Pecco Bagnaia di MotoGP 2027 yang masih belum jelas memicu berbagai spekulasi. Isu terkuat yang beredar adalah bahwa pembalap asal Turin tersebut akan pindah ke Aprilia.
Namun, jika melihat faktor dan alasan yang ada, hampir tidak mungkin bagi mantan pembalap Pramac Racing untuk pindah ke Aprilia, yang juga berasal dari Italia.
Alasan pertama adalah adaptasi. Di antara para pembalap yang mengendarai Desmosedici Ducati saat ini, Pecco merupakan pembalap paling lama yang memakai motor dari pabrikan Bologna tersebut.
Kendala utamanya adalah bahwa Pecco merupakan pembalap yang sangat perfeksionis. Perubahan dari GP24 ke GP25 sulit bagi Pecco untuk disesuaikan. Oleh karena itu, beralih ke Aprilia yang menggunakan RS-GP menjadi hal yang hampir tidak mungkin terjadi.
Terdapat tambahan khusus bagi suami Domizia Castagnini jika harus pindah dari Desmosedici ke RS-GP.
Alasan kedua berada pada kesiapan motor. Tidak dapat dipungkiri bahwa pabrikan Aprilia menunjukkan perkembangan yang baik dalam mengejar ketertinggalan terhadap pengembangan pabrikan Ducati.
Namun demikian, tidak ada yang dapat memastikan bagaimana perkembangan motor Aprilia untuk MotoGP 2027, yang mengalami perubahan aturan dari 1000 cc menjadi 850 cc.
Alasan terakhir, jika harus meninggalkan pabrikan Ducati, secara realistis Pecco Bagnaia akan bergabung dengan VR46 yang dimiliki Valentino Rossi. Seperti Marco Bezzecchi, Luca Marini, dan Franco Morbidelli, Bagnaia adalah pembalap lulusan sekolah balap milik The Doctor.
(MCNNEWS.ID/Giri)




















