Sabtu, April 25, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Masuk
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
Advertisement
ADVERTISEMENT
  • Berita
    • Berita Internasional
  • Daerah
    • Jawa Barat
    • Bandung & Kab. Bandung
    • Bekasi
    • Ciamis
    • Garut
    • Indramayu
    • Kabupaten Pangandaran
    • Kota Banjar
    • Kuningan
    • Tasikmalaya
    • Profil Ciamis
    • Profil Kecamatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Agama
      • Ramadhan Series
    • Hiburan
    • Lingkungan
      • Fauna Flora
  • Olah Raga
  • Pariwisata
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
  • Berita
    • Berita Internasional
  • Daerah
    • Jawa Barat
    • Bandung & Kab. Bandung
    • Bekasi
    • Ciamis
    • Garut
    • Indramayu
    • Kabupaten Pangandaran
    • Kota Banjar
    • Kuningan
    • Tasikmalaya
    • Profil Ciamis
    • Profil Kecamatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Agama
      • Ramadhan Series
    • Hiburan
    • Lingkungan
      • Fauna Flora
  • Olah Raga
  • Pariwisata
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Berita
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Pariwisata
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & opini
ADVERTISEMENT
Home Tokoh & opini

Kisah Widianti Widjaja Mempertahankan Nama Batik Tertua Oey Soe Tjoen

shanny ratman Oleh shanny ratman
24/07/2025
in Tokoh & opini
Waktu Membaca:3 menit membaca
A A
0
0
Dibagikan
2
Dilihat
Berbagi di FacebookBerbagi di TwitterBerbagi di WhatsappBerbagi di Telegram
ADVERTISEMENT


MCNNEWS.ID , JAKARTA
— Batik Oey Soe Tjoen, batik pantai legendaris yang juga menjadi karya seni idaman para kolektor kini terancam punah karena tidak memiliki penerus.

ADVERTISEMENT

Pemegang generasi ketiga, Widianti Widjaja kini sudah tidak mampu menerima pesanan yang panjang dan mengerjakan batik-batik pesanan bersama karyawannya yang bisa dihitung jari.

Untuk melestarikan nama merek batik turun temurun ini, Widianti akan membuat pameran ini untuk meninggalkan jejak digital dari karya kakek nenek, ayah dan ibu, hingga karyanya sendiri.

ADVERTISEMENT

“Karena banyak merek sebelumnya, ketika pembuatnya meninggal, karya dan namanya hilang begitu saja, tanpa orang tahu. Hanya kolektor yang mengetahui namanya ketika tidak ada penerusnya,” katanya di Jakarta, Rabu (17/7/2025).

Berita Terkait

Sejarah

Sejarah Biskuit Khong Guan: Dari Singapura hingga Jadi Ikon Lebaran di Indonesia

13/04/2026
Kisah inspiratif

Kisah inspiratif Dari Kebun ke Pintu Rumah: Ketika Rezeki Menyusuri Jalan Sunyi Cihaurbeuti

10/04/2026
Kisah sukses McDonald’s

Kisah Sukses McDonald’s: Dari Restoran Kecil hingga Menjadi Raksasa Fast Food Dunia

08/04/2026
Kisah sukses Starbucks

Kisah Sukses Starbucks: Dari Toko Kecil di Seattle hingga Mendunia

06/04/2026
ADVERTISEMENT

Pameran tersebut akan berlangsung pada 25 Juli hingga 3 Agustus 2025 di Galeri Emiria Soenassa, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Pengunjung akan berkesempatan melihat dan menikmati langsung lebih dari 90 lembar kain batik dalam pameran batik Oey Soe Tjoen bertema “Keteguhan Hati Merawat Warisan”.

1.
Sejarah Oey Soe Tjoen

Berdiri sejak tahun 1925 di Kedungwuni, Pekalongan, oleh Oey Soe Tjoen dan Kwee Tjoen Giok Nio, batik Oey Soe Tjoen mencatat sejarah Indonesia melalui berbagai motif yang dipengaruhi budaya Jawa, peranakan Tionghoa, Eropa, Asia, dan Arab. Hal ini tidak lepas dari lokasi pesisir Jawa yang merupakan pusat perdagangan pada masa lalu.

Menghargai kualitas dan terikat dengan tradisi menjadikan batik OST begitu populer pada zamannya, bahkan dijadikan sebagai mas kawin oleh kalangan atas pada masa sebelum pendudukan Jepang.

“Sejak dulu, batik yang gagal dibuat, rusak, atau salah dalam pewarnaan akan dibakar dan dibuat kembali dari awal, itu dedikasi pembatik Oey Soe Tjoen dalam menghadirkan batik ini,” jelas Widianti.

Batik Oey Soe Tjoen hingga kini telah menjadi karya seni bernilai tinggi yang dikoleksi oleh museum di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia serta masuk ke dalam lelang internasional.

Berdiri sejak masa penjajahan Belanda, motif batik Oey Soe Tjoen terinspirasi oleh motif bunga dengan bunga khas Belanda seperti tulip. Semakin berkembang, motif batik Oey Soe Tjoen kemudian beradaptasi dengan motif khas peranakan Tionghoa yaitu bunga teratai, seruni, dan anggrek.

2.
Tidak Berawal dari Cinta pada Batik

Tantangan diri sendiri juga dihadapi Widianti. Sejak awal ayahnya meninggal dan diberi tanggung jawab meneruskan Batik Oey Soe Tjoen, Widianti belum pernah menyentuh dunia produksi batik, dan tidak tertarik menekuni batik.

“Tapi begitu Papa meninggal, seluruh keluarga tidak mengatakan secara langsung, tapi melihat hanya kepada saya, saat menentukan siapa yang akan meneruskan Batik Oey Soe Tjoen,” katanya.

Akhirnya, pada tahun 2002, dia mulai belajar cara membatik dari pembatik dan karyawan ayahnya. Dia juga mengambil alih tugas ayahnya untuk menurunkan batik.

Setelah empat tahun mempelajari semuanya, Widianti mulai terjun sepenuhnya dalam bisnis Batik Oey Soe Tjoen dan meneruskan Rumah Batik Oey Soe Tjoen, bahkan memperkaya motif klasiknya dengan motif kontemporer, tanpa meninggalkan aturan yang ditetapkan oleh pendirinya.

Keunikan batik Oey Soe Tjoen masih dipertahankan oleh Widianti, yang terletak pada teknik pembuatan yang secara keseluruhan masih dilakukan dengan canting di dua sisi kain. Batik Oey Soe Tjoen tetap menampilkan pola yang kaya akan nilai budaya dan sejarah, serta komposisi gradasi warna yang rumit.

Upaya mencapai kesempurnaan batik OST dihasilkan melalui proses pengerjaan yang panjang, memakan waktu rata-rata 3 tahun untuk setiap helai kain batik, yang menjadikan batik OST lebih dari sekadar kain batik, tetapi sebuah mahakarya seni.

3.
Terjebak Zaman

Widianti mengatakan bahwa setiap generasi batik Oey Soe Tjoen memiliki tantangan. Pada generasi pertama, karena berbisnis di masa penjajahan, maka bahan baku dan pemasaran menjadi jauh lebih sulit. Namun, menjaga kualitas lebih mudah karena bisnis batiknya yang cukup terkenal sehingga bisa mempekerjakan banyak pegawai.

Pada generasi kedua, Widianti melihat merek ini mulai kesulitan menjaga kualitas karena jumlah karyawan berkurang dan batik printing mulai masuk ke pasar.

Bahan baku mulai sulit diperoleh, seperti obat batik dan pewarna yang sebelumnya banyak datang dari Jerman sudah tidak lagi masuk ke Indonesia.

Pada generasi ketiga, generasi terakhir, ketiadaan pembatik yang memenuhi standar membuat Batik Oey Soe Tjoen terpaksa berhenti.

“Pembatik banyak, tetapi yang sesuai standar Oey Soe Tjoen sulit, kurang sabar dan teliti. Saya menawarkan untuk menurunkan ke generasi berikutnya, bahkan ke anak saya pun sudah tidak mau,” katanya.

Sayangnya, keponakan juga tidak ada, karena dari tiga bersaudara, hanya Widianti yang menikah dan memiliki anak. Selain itu, anak-anak para pembatik pun tidak ada yang meneruskan menjadi pembatik. Mereka lebih menjadi penjahit konveksi dan pabrik jeans.

Dia mengatakan menurut pemuda dan pemudi, bekerja di dunia batik itu kotor, keterlaluan, tidak keren tidak Bisa dibuat foto selfi. Bagi generasi muda, batik kurang menarik, meskipun pendapatannya menjadi pembatik dan bekerja di mal justru sebenarnya sangat berbeda.

“Jadi sekarang saya sendiri bersama sisa pembatik yang masih ada,” katanya.

Tags: beritabudayaIndonesiasejarahseni
Berita Sebelumnya

10 Cara Alami Mengatasi Vertigo Tanpa Obat

Berita Berikutnya

Link Download Logo Resmi HUT RI ke-80 dari Sekretariat Negara

shanny ratman

shanny ratman

Shanny Ratman adalah seorang wirausahawan dan pengelola media yang telah menekuni dunia usaha sejak 1997. Berstatus menikah, ia memulai karier sebagai Captain Restaurant di Inasuki Japanese Restaurant, Bandung. Tahun 1999, ia merintis usaha kuliner dengan berjualan makanan Eropa di kawasan Cibadak, Bandung, lalu pada 2001 membuka warung makan di Ciamis. Pengalamannya berkembang ke bidang event organizer sebagai crew EO di Bandung sejak 2015. Pada 2018, ia mengikuti pelatihan entrepreneur bersama EntrepreneurID secara online dan menjalankan bisnis online hingga 2020. Tahun 2022, ia kembali ke Ciamis untuk mengembangkan bisnis kuliner, dan sejak 2023 aktif berkolaborasi membuka usaha kuliner yang terus berjalan hingga kini. Selain itu, sejak 2025 Shanny turut membangun dan mengelola portal berita mcnnews.id sebagai admin. Dengan pengalaman di bidang kuliner, event, bisnis digital, dan media, ia dikenal sebagai pribadi adaptif, konsisten, dan berorientasi pada kolaborasi serta pengembangan usaha berkelanjutan.

Berita Terkait

Sejarah

Sejarah Biskuit Khong Guan: Dari Singapura hingga Jadi Ikon Lebaran di Indonesia

13/04/2026
Kisah inspiratif

Kisah inspiratif Dari Kebun ke Pintu Rumah: Ketika Rezeki Menyusuri Jalan Sunyi Cihaurbeuti

10/04/2026
Kisah sukses McDonald’s

Kisah Sukses McDonald’s: Dari Restoran Kecil hingga Menjadi Raksasa Fast Food Dunia

08/04/2026
Kisah sukses Starbucks

Kisah Sukses Starbucks: Dari Toko Kecil di Seattle hingga Mendunia

06/04/2026
Kisah sukses Kolonel Harland Sanders

Kisah Sukses Kolonel Harland Sanders: Dari Kegagalan hingga Mendunia Bersama KFC

06/04/2026
Kisah sukses Aliuyanto

Kisah Sukses Aliuyanto Membangun Solaria Jadi Raksasa Kuliner Indonesia

26/03/2026
Berita Berikutnya
logo resmi HUT RI 80

Link Download Logo Resmi HUT RI ke-80 dari Sekretariat Negara

Dokter Ingatkan Bahaya Lari Maraton dan Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan

Dokter Ingatkan Bahaya Lari Maraton dan Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil

IKUTI KAMI

  • 5k Fans
  • 2k Followers
  • 3.6k Followers
  • 62.5k Subscribers
  • Sedang Tren
  • Komentar
  • Terbaru
data pengguna media sosial Indonesia

Segmentasi Penggunaan Media Sosial di Indonesia (2025)

26/08/2025
Dapur MBG

Dapur MBG di Cisaga Disorot: Bau Menyengat IPAL hingga Dugaan Rangkap Jabatan Jadi Sorotan Warga

01/04/2026
PGRI Ciamis

PGRI dan Organisasi Pers Turun Tangan Atasi Teror Oknum Wartawan terhadap Kepala Sekolah di Ciamis

24/09/2025
KPM menjerit bansos dipotong

KPM Menjerit Bansos Dipotong, LKD Akui Ada Pengkolektif’an

17/11/2025
Gebyar 10 Muharram 1447 H Replika Sukamulya Meriahkan Desa dengan Pawai, Santunan, Khitanan Massal, dan Turnamen Voli

Gebyar 10 Muharram 1447 H Replika Sukamulya Meriahkan Desa dengan Pawai, Santunan, Khitanan Massal, dan Turnamen Voli

2
3.800 Karyawan NASA Ajukan Resign, Ternyata Ini Penyebab dan Dampaknya

3.800 Karyawan NASA Ajukan Resign, Ternyata Ini Penyebab dan Dampaknya

2
kopi tanpa gula

Kopi Hitam Tanpa Gula Minuman Sederhana dengan Segudang Manfaat bagi Kesehatan

2
Kisah Sukses H. Maman, Pemilik Mega Baja

Kisah Sukses H. Maman, Pemilik Mega Baja

2
Pelantikan

Pelantikan PWI Ciamis 2025–2028 Berlangsung Khidmat, Herdiat Sunarya Tekankan Profesionalisme dan Marwah Pers

25/04/2026
Launching

Launching dan Running SPPG Dapur Ciamis 05 Resmi Dimulai, Layani 1.625 Penerima Manfaat di Kabupaten Ciamis

25/04/2026
Muscab

Muscab IX PPP Ciamis Masuki Tahap Pleno, Soliditas Kader Jadi Fokus Utama

25/04/2026
SPBG

SPBG Baru di Ciamis Mulai Beroperasi, Fokus pada Mutu, Kebersihan, dan Pengelolaan Pangan Bergizi

25/04/2026

BERITA TERBARU

Pelantikan

Pelantikan PWI Ciamis 2025–2028 Berlangsung Khidmat, Herdiat Sunarya Tekankan Profesionalisme dan Marwah Pers

25/04/2026
Launching

Launching dan Running SPPG Dapur Ciamis 05 Resmi Dimulai, Layani 1.625 Penerima Manfaat di Kabupaten Ciamis

25/04/2026
Muscab

Muscab IX PPP Ciamis Masuki Tahap Pleno, Soliditas Kader Jadi Fokus Utama

25/04/2026
SPBG

SPBG Baru di Ciamis Mulai Beroperasi, Fokus pada Mutu, Kebersihan, dan Pengelolaan Pangan Bergizi

25/04/2026

BERITA TERPOPULER

  • data pengguna media sosial Indonesia

    Segmentasi Penggunaan Media Sosial di Indonesia (2025)

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • Dapur MBG di Cisaga Disorot: Bau Menyengat IPAL hingga Dugaan Rangkap Jabatan Jadi Sorotan Warga

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • PGRI dan Organisasi Pers Turun Tangan Atasi Teror Oknum Wartawan terhadap Kepala Sekolah di Ciamis

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • KPM Menjerit Bansos Dipotong, LKD Akui Ada Pengkolektif’an

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • Audiensi FPP Ciamis Diawali Tawasul untuk Almarhum H. Yana D. Putra, Bupati Tak Hadir

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara

MCNNews.id | Media Cinta Nusantara adalah portal berita online bagian dari MCN Group yang menyajikan informasi aktual dan terpercaya, dengan semangat “Mengabarkan Kebenaran, Menyatukan Nusantara.”

IKUTI SOSMED KAMI

INFORMASI

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber

Media Berita

  • Kabarniaga.com
  • MCN Update
  • Fokusjabar.id
  • Dejurnal.com
  • Portaloka.id
  • Kondusif.com
  • Lenterajabar.com

ALAMAT REDAKSI

MCN News.ID – Media Cinta Nusantara
Alamat Redaksi: Jl. Ahmad Yani no 73 Kec. Ciamis
Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46211
Telp/WA: +62 838-7470-5999
Email: redaksi@mcnnews.id

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber

© 2026 MCN News.ID | Media Cinta Nusantara, Member Of MCN Group | One Stop Professional Service

Selamat Datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa kata sandi?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber

© 2026 MCN News.ID | Media Cinta Nusantara, Member Of MCN Group | One Stop Professional Service