CIAMIS, MCNNEWS.ID
Tiga tokoh penting di Kabupaten Ciamis memberikan kado dadakan pada Milad ke-7 Gerakan Sedekah (GeSeK) yang UPZ BKMM Desa Maparah Kecamatan Panjalu Ciamis gelar.
Ketua Baznas Kabupaten Ciamis KH Lili Miftah menyumbangkan 100 zak semen, disusul Kepala Kemenag Kabupaten Ciamis H. Asep Lukman yang turut menyumbang 100 zak semen, serta anggota DPRD Kabupaten Ciamis yang memberikan bantuan. H. Yoyo Wahyo akan membantu anggaran pembangunan kantor UPZ BKMM Maparah sebesar Rp 50 juta pada tahun anggaran 2026/2027.
Hal tersebut terungkap dalam gebyar pengajian BKM spesial Milad ke-7 Gerakan Sedekah dan GeSeK Awards 2025 di Masjid Al Hasanah Dusun Karang Luhur Desa Maparah Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis, Sabtu, 27 Desember 2025.
Gerakan Sedekah GeSeK
Gerakan Sedekah (GeSeK) yang tumbuh dan berkembang di Desa Maparah, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis kini memasuki usia ke-7. Untuk merayakan Miladnya yang ke-7, pengurus UPZ BKMM Desa Maparah menggelar aneka lomba dan pemberian penghargaan Gesek Awards.
Ketua Baznas Kabupaten Ciamis KH Lili Miftah memimpin potong tumpeng pada puncak perayaan di Masjid Al Hasanah Maparah, Sabtu (27/12/2025).
Acara ini dihadiri unsur MUI, Baznas, Kemenag, DPRD, pemerintah kecamatan dan desa, KUA Panjalu, serta LAZ Sinergi Foundation Jabar.
Ketua Baznas Ciamis KH Lili Miftah menyampaikan bahwa ibu-ibu BKMM menggagas GeSeK yang awalnya hanya menghimpun Rp400 per bulan, namun pada usia ke-7 kini mampu mengumpulkan hingga Rp40 juta per bulan.
“Ini sungguh luar biasa, kesadaran masyarakat Maparah yang tergabung di BKMM telah memberikan solusi problem sosial di sekitarnya. Mereka telah melakukan jihad akbar untuk menunaikan rukun Islam yang ke-3, ” ujarnya.
Atas keberhasilan program Gesek ini, Baznas Kabupaten Ciamis memberikan kado ulang tahun berupa sumbangan semen sebanyak 100 zak. Bantuan serupa juga digelontorkan oleh Kepala Kemenag Kabupaten Ciamis.

“Kami tak berani menyumbang melebihi guru besar kami di Baznas. Setidaknya sama nilainya, 100 zak semen. Ini membantu pembangunan kantor UPZ BKMM Desa Maparah yang telah mendapatkan hibah tanah 10 bata dari Pemerintah Desa Maparah, “ujar Asep Lukman.
Desa Maparah Panjalu
Para pengurus dan relawan Gesek Desa Maparah telah membuktikan kekuatan solidaritas warga. Selama tujuh tahun, gerakan ini konsisten membantu warga kurang mampu dan menghidupkan gotong royong desa.
Srikandi Maparah Hj Tini Sopiyah Mukarromah menggagas dan menggerakkan GeSeK sebagai wujud kepedulian sosial di desa.
Berangkat dari kepedulian terhadap warga membutuhkan, Tini bersama relawan memulai GeSeK melalui sedekah rutin dari warga untuk warga.
Selama tujuh tahun, GeSeK Desa Maparah rutin menyalurkan sedekah untuk kebutuhan warga miskin, anak yatim, lansia, serta respons cepat musibah.
Gerakan ini juga turut membantu pembiayaan pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Masyarakat menilai keberhasilan GeSeK tidak hanya dari besarnya dana yang terkumpul, tetapi juga dari konsistensi gerakan dan tingkat kepercayaan warga.
Warga Desa Maparah dari berbagai latar belakang secara sukarela berpartisipasi, baik melalui sedekah harian, mingguan, maupun bulanan.
Transparansi pengelolaan dana yang dijaga oleh pengurus menjadi kunci tumbuhnya kepercayaan publik.
Membangun Empati Sosial Secara Massif

Tini Sopiyah Mukarromah menegaskan, GeSeK bukan sekadar gerakan memberi, tetapi juga gerakan membangun empati sosial. Menurutnya, sedekah tidak selalu harus besar, yang terpenting adalah keikhlasan dan keberlanjutan.
“Sedekah kecil jika dilakukan bersama-sama dan terus-menerus, insya Allah akan menjadi kekuatan besar. Di usia ke-7 ini kami berharap GeSeK akan terus menjadi energi ruhani global,” ujarnya.
Pemerintah Desa Maparah dan tokoh masyarakat setempat pun memberikan apresiasi atas keberlangsungan GeSeK. Masyarakat menilai gerakan ini memperkuat gotong royong dan menghadirkan solusi sosial mandiri berbasis komunitas.
Memasuki tahun ke-7, G GeSeK Desa Maparah terus berkomitmen untuk memperluas manfaat dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.
“Kisah GeSeK menjadi bukti bahwa perubahan sosial dapat lahir dari desa, digerakkan oleh ketulusan, dan dijaga oleh kebersamaan. Ini akan menjadi benteng illahi yang bisa menjauhkan masyarakat dari malapetaka, ” pungkas Ketua MUI Kabupaten Ciamis, KH Saiful Ujun.



















