Yogyakarta, mcnnews.id — Keputusan mengejutkan datang dari Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti. Ia secara tegas menolak pengadaan mobil dinas baru senilai Rp 3 miliar dan memilih menggunakan anggaran tersebut untuk membeli 600 gerobak sampah demi meningkatkan kebersihan lingkungan di Kota Gudeg.
Langkah ini menuai pujian dari masyarakat dan aktivis lingkungan. Dalam pernyataannya, Haryadi menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam penggunaan anggaran daerah.
“Daripada membeli mobil mewah, lebih baik anggaran itu digunakan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Haryadi saat ditemui usai rapat evaluasi anggaran di Balai Kota, Senin (29/07/2025).
1. Prioritaskan Kepentingan Publik
Pengadaan 600 gerobak sampah ini merupakan bagian dari program “Jogja Resik 2025”, yang bertujuan memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dengan penambahan armada ini, Pemkot Yogyakarta berharap volume sampah yang tercecer di jalanan bisa ditekan secara signifikan.
Haryadi juga menyatakan bahwa seluruh kelurahan akan mendapatkan distribusi gerobak secara merata. Ia meminta setiap RT dan RW untuk ikut berperan dalam menjaga lingkungan bersih dan sehat.
2. Efisiensi Anggaran dan Edukasi Lingkungan
Langkah wali kota ini menunjukkan komitmen kuat terhadap efisiensi anggaran. Bukan hanya itu, kebijakan ini juga menjadi bentuk edukasi kepada masyarakat bahwa kepemimpinan harus berpihak pada kebutuhan riil warga, bukan pada simbol-simbol kemewahan.
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Sri Wahyuni, menyebut langkah ini sebagai “contoh nyata dari kepemimpinan yang berpihak pada rakyat”.
“Keputusan ini bisa menjadi model bagi kepala daerah lain untuk lebih sensitif terhadap kebutuhan lingkungan dan masyarakat,” ungkapnya.
3. Respons Masyarakat Positif
Masyarakat menyambut baik kebijakan ini. Banyak warga yang mengapresiasi keputusan sang wali kota karena dinilai membumi dan menyentuh langsung permasalahan harian mereka, terutama soal pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan di beberapa wilayah.
Salah seorang warga dari Kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta, mengaku senang karena kampungnya akan mendapat tambahan gerobak sampah. “Biasanya kami hanya punya satu untuk dua RT. Sekarang lebih banyak, jadi sampah tidak menumpuk lagi,” katanya.
4. Penutup
Keputusan Wali Kota Yogyakarta menolak mobil dinas Rp 3 miliar dan memilih mengalokasikan dana untuk 600 gerobak sampah mencerminkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik dan kelestarian lingkungan. Tindakan ini diharapkan dapat menginspirasi kepala daerah lain di Indonesia untuk lebih mengutamakan kebutuhan rakyat daripada gaya hidup mewah.
Sumber : googlenews























