TASIK, MCNNEWS.ID
Panitia menggelar puncak Milangkala ke-4 Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar dengan doa bersama, pemotongan tumpeng, tausiyah, dan santunan yatim piatu di Mako Brimob Batalyon D Pelopor Cineam, Tasikmalaya, Selasa, 16 Desember 2025.
KH Ubaidillah Ruhiat, Pengasuh Pondok Pesantren Cipasung, menyampaikan doa dan tausyiah, sementara KH Miftah Farid memberikan sambutan sebagai tokoh ulama. Acara tersebut turut dihadiri Paguyuban Keluarga Besar Brimob (PKBB) yang dipimpin oleh AKBP (Purn) Yudi Saprudin.
Komandan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar Cineam Tasikmalaya Kompol Adjang Suhendar SE MM mengatakan, di usia yang ke-4 ini, Batalyon D Pelopor telah melewati masa-masa perintisan. Dengan segala fasilitas yang ada, Brimob Batalyon D Pelopor tetap prima menjaga Kamtibmas di Priangan Timur.

“Tugas utama kami memastikan keamanan dan menjaga Kamtibmas di wilayah tugas kami. Namun di luar itu kami punya program unggulan yakni bagaimana membangun kepercayaan masyarakat terhadap Brimob, ” ujar Kompol Adjang.
Kompol Adjang menyebut program bakti sosial Nyaah Ka Indung dan Nyaah Ka Santri sebagai upaya membangun kepercayaan masyarakat, dengan berbagi sembako setiap Jumat kepada lansia di sekitar Mako Brimob Cineam, Tasikmalaya.
“Setiap Jum’at kami rutin berkeliling mengunjungi ibu-ibu lansia di Tasikmalaya, Ciamis dan Garut untuk berbagi sembako sebagai tanda kasih kami kepada sosok seorang ibu,” tambahnya.
Selain itu setiap Selasa, kata Adjang, Brimob juga menggelar program bakti sosial Nyaah Ka Santri. Brimob membantu kerja bakti membangun gedung pondok pesantren di Tasikmalaya dan Ciamis. Tentu saja gotong royong bersama masyarakat setempat.
“Kami sudah melaksanakan kerja bakti Nyaah Ka Santri di Pesantren Mihwarul Ulum Rajapolah, Pesantren Dina Dina Sumberjaya Cihaurbeuti Ciamis dan Pesantren Atas Angin Darmacaang Ciamis. Brimob mendukung pelaksanaan belajar para santri nyaman dan aman,” ujar Adjang.
Kompol Adjang menjelaskan bahwa Priangan Timur sejak awal dikenal sebagai wilayah rawan gangguan kamtibmas dan konflik sosial. Beberapa catatan kejadian kekerasan dan konflik bersekala besar terjadi di Tasikmalaya.
“Inilah yang akhirnya Mabes Polri menghadirkan Brimob. Tentu saja bertujuan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Sebagai pasukan PHH jelas Brimob tak bisa dipisahkan dari suasana anarkhis, tapi kami tetap humanis dan simpatik pada saat keamanan terkendali dan kondusif,” ujarnya.
Reporter Misjun Ari Heryanto
penulis Bang Sufi
Editor Shanny R























