Suara Flores-Rapat Koordinasi (Rakor) Safari yang dilakukan Bupati Flores Timur, Ir. Anton Doni Dihen, secara resmi berakhir di Desa Hewa, Kecamatan Wulanggitang. Hewa menjadi titik akhir dari rangkaian roadshow Rakor yang sebelumnya telah diadakan di beberapa daerah, termasuk Adonara, Solor, dan Tanjung Bunga.
Di hadapan para pemangku kepentingan dari empat kecamatan yaitu Wulanggitang, Ile Bura, Titehena, dan Demon Pagong, Bupati Doni Dihen menekankan perlunya kolaborasi dalam pembangunan, khususnya melalui pemanfaatan dana desa dan koperasi untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, MBG bukan sekadar program sosial, tetapi merupakan penggerak ekonomi lokal yang akan mendukung visi besar “Lompatan Jauh”.
MBG: Gerakan Sosial dengan Nilai Ekonomi yang Tinggi
Dalam pidatonya, Bupati Doni Dihen menyampaikan bahwa MBG memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian masyarakat. Mulai dari petani sayur, nelayan, peternak hingga pengusaha kecil, semuanya bisa merasakan manfaat positif karena program ini meningkatkan permintaan pangan lokal secara besar dan teratur.
“Dengan MBG, kita membuka peluang pasar yang baru. Permintaan terhadap telur, ikan, dan sayuran akan meningkat. Ini merupakan kesempatan nyata bagi desa untuk berproduksi, menjual, dan berkembang,” tegas Doni Dihen.
Ia juga menetapkan bahwa setiap kecamatan di Flores Timur harus memiliki paling sedikit satu dapur MBG, bahkan lebih. Target ini selaras dengan petunjuk penggunaan 20 persen Dana Desa untuk mendukung inisiatif yang produktif dan berkelanjutan.
Lompatan Jauh Dimulai dari Kampung
Bupati Doni tidak hanya menyampaikan tentang program, tetapi juga strategi yang nyata. Di forum ini, para camat dan kepala desa diberi kesempatan untuk memperkenalkan potensi unggulan daerah masing-masing.
Anggota tim Business Development Service (BDS) turun langsung dan memberikan dukungan agar potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi model bisnis yang layak secara ekonomi.
BDS menekankan perlunya pengelolaan yang baik dan strategi pemasaran yang matang agar setiap inisiatif desa tidak hanya berjalan, tetapi berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru di Flores Timur.
“Kami berharap setiap kepala desa mulai memandang MBG bukan hanya sebagai program makan, tetapi sebagai kesempatan investasi sosial dan ekonomi,” kata perwakilan BDS.
Infrastruktur dan Data: Dasar Perubahan
Saat berkunjung, Bupati Doni sempat mengunjungi jalur penghubung menuju Kabupaten Sikka yang direncanakan akan segera diresmikan. Jalan ini diharapkan menjadi jalur utama dalam distribusi ekonomi antar wilayah.
Selain itu, ia menekankan bahwa seluruh informasi mengenai potensi dan aktivitas ekonomi di desa harus segera disusun dan dilaporkan. Data menjadi kunci dalam penyusunan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Kolaborasi Luas, Komitmen Bersama
Rapat koordinasi di Hewa diikuti oleh tokoh-tokoh penting dari berbagai sektor, mulai dari anggota DPRD Dapil VII, perwakilan TNI/Polri, beberapa kepala dinas dan perwakilan Bank NTT, serta tim BDS.
Kehadiran mereka mencerminkan komitmen serta kerja sama antar lembaga dalam mendukung visi besar pembangunan Flores Timur.
Penutup: Momentum Aksi Nyata
Berakhirnya safari Rakor ini, Bupati Doni Dihen menyampaikan pesan tegas: pembangunan dimulai dari tingkat desa, dan setiap kebijakan harus sesuai dengan kondisi serta potensi yang ada di wilayah setempat.
Program MBG bukan hanya terkait dengan dapur, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi pertumbuhan ekonomi baru yang lebih inklusif dan adil.
Momentum ini menjadi awal perjalanan menuju Flores Timur yang mandiri, produktif, dan tangguh, sejalan dengan semangat Lompatan Jauh.






















