MCNNEWS.ID
Momen terbaik justru terjadi pada menit-menit awal. Bernardo Silva sempat bersorak atas gol cepat, sebelum bendera offside menghentikan sorakan City. Setelah itu, yang tersisa hanyalah tekanan berkepanjangan tanpa hasil—sebuah malam di mana dominasi tidak pernah berubah menjadi angka.
Manchester City tidak berhasil meraih tiga poin setelah bermain imbang 0-0 melawan Sunderland dalam pertandingan pekan ke-19 Liga Inggris 2025/26 di Stadium of Light, Jumat dini hari WIB 2 Januari 2026.
Hasil ini membuat tim Pep Guardiola hanya meraih satu poin tambahan dan tetap berada di peringkat kedua klasemen dengan total 41 poin dari 19 pertandingan, tertinggal empat angka dari Arsenal yang berada di puncak. Sunderland tetap stabil di posisi ketujuh dengan 29 poin, sesuai dengan pengumuman resmi Liga Premier Inggris.
Gol dibatalkan, City kehilangan arah
Kota langsung memberikan tekanan sejak awal. Pada menit ke-6, umpan Erling Haaland disundul Bernardo Silva dari jarak dekat dan masuk ke gawang Sunderland. Namun VAR menyatakan bahwa Silva berada dalam posisi offside, sehingga gol tersebut dibatalkan.
Keputusan tersebut menjadi titik balik. Sunderland tampil terorganisir, mengunci ruang antarlini, dan berani keluar dari tekanan. City tetap menguasai bola, tetapi kehilangan alur serangan.
Pada menit ke-16, Brobbey melewati pengawasan Ruben Dias dan melakukan tendangan dari sudut sempit. Gianluigi Donnarumma menghalau bola, sementara upaya berikutnya kembali ditahan oleh lini belakang City.
Ancaman lain datang dari Eliezer Mayenda yang menyerang dari sisi kanan sebelum memberikan umpan tarik kepada Trai Hume. Sayangnya, penyelesaian akhirnya melebar.
Kota memperoleh kesempatan emas melalui Haaland setelah menerima umpan dari Phil Foden di area penalti. Namun tendangan pemain Norwegia tersebut mengarah langsung ke Robin Roefs.
Saat pertandingan akan berakhir, Sunderland kembali memberikan ancaman. Tendangan kepala Hume dari umpan silang masih melebihi mistar gawang. Babak pertama berakhir tanpa gol, meskipun ritme permainan semakin meningkat.
Tekanan tanpa gol pada babak kedua
Memasuki babak kedua, City meningkatkan tingkat permainan. Kesempatan langsung muncul melalui Savinho yang menerima umpan Cherki di dekat gawang, tetapi tendangannya melebihi sasaran.
Savinho kembali memperlihatkan ancaman melalui pergerakan individu dari sisi kiri. Tembakannya kali ini berhasil diblok oleh Roefs menggunakan kakinya.
Sunderland membalas dengan tembakan Adingra dari sisi kiri area penalti yang mengharuskan Donnarumma melakukan penyelamatan penting.
Kota kembali memperoleh kesempatan emas ketika Josko Gvardiol menyambut umpan silang Rodri dengan sundulan dari jarak dekat. Namun, Roefs kembali cepat merespons dan menghalau bola melewati mistar gawang.
Tekanan City terus berlangsung. Jeremy Doku melepaskan tendangan yang diblok, diikuti oleh sepakan voli Phil Foden yang berhasil dihalau oleh pertahanan Sunderland. Kemudian sundulan Gvardiol hanya sedikit melebar.
Sunderland hampir meraih kemenangan di menit akhir. Umpan jauh diterima oleh Wilson Isidor di area penalti, ia berhasil melewati pertahanan pemain City dan melakukan tendangan. Donnarumma tidak mampu menangkap bola dengan sempurna, namun bola hanya menyentuh sisi luar gawang.
Sampai peluit akhir dibunyikan, skor tetap 0-0. City menguasai permainan, Sunderland bertahan—dan hasilnya adalah satu poin yang terasa berbeda bagi kedua kubu.
Susunan pemain
Sunderland:
Robin Roefs; Trai Hume, Nordi Mukiele, Taylan Alderet, Dennis Cirkin; Granit Xhaka, Lutsharel Geertruida; Eliezer Mayenda, Rayan Cherki, Simon Adingra (Romaine Mundle 72’); Brian Brobbey (Wilson Isidor 58’)
Manchester City:
Gianluigi Donnarumma; Matheus Nunes, Ruben Dias, Nathan Aké, Nico O’Reilly (Josko Gvardiol 58′); Phil Foden, Nico Gonzalez (Rodri 46′); Bernardo Silva (Tijjani Reijnders 85′), Rayan Cherki; Savinho (Jeremy Doku 52′); Erling Haaland.
Di Stadion of Light, Sunderland bermain dengan disiplin dan ketenangan. City datang dengan kualitas serta nama baik, namun pulang dengan rasa cemas—karena gelar juara tidak pernah bisa diraih hanya dari dominasi bola saja.





















