CIAMIS, MCNNEWS.ID
Suasana Aula Dusun Pasirnangka, Kamis (12/2/2026), tampak berbeda dari biasanya. Bukan hajatan atau musyawarah pembangunan, melainkan pertemuan yang membahas sesuatu yang selama ini kerap dianggap sepele namun diam-diam mengancam masa depan desa: sampah.
Pemerintah Desa Beber menggagas sosialisasi Penanganan dan Pengelolaan Sampah Berbasis Gotong Royong (PSBGR), sebuah pendekatan yang menempatkan warga sebagai pelaku utama, bukan sekadar penonton. Kegiatan ini dipusatkan di Bank Sampah Guyub Rukun, sebuah fasilitas sederhana yang kini menjadi simbol perubahan pola pikir masyarakat terhadap limbah rumah tangga.
Gerakan dari Pinggir Desa
Kepala Desa Beber, Abd Wahid Miftah Sofa, hadir bersama Camat Cimaragas, Fitri, serta unsur Badan Permusyawaratan Desa dan para kepala dusun. Kehadiran mereka bukan hanya formalitas, melainkan bentuk dukungan terhadap upaya membangun budaya baru: menjadikan kebersihan sebagai gerakan kolektif.
Edwin dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ciamis menyampaikan materi utama dan mengingatkan warga bahwa mereka harus memulai pengelolaan sampah dari rumah melalui pemilahan sederhana di Ciamis. Sampah anorganik seperti plastik, kaleng, dan botol, kata dia, memiliki nilai ekonomi.
Warga mengolah sampah organik menjadi kompos, sementara mereka mengarahkan sampah residu ke tempat pengolahan khusus.
Warga Pasirnangka

“Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga bentuk tanggung jawab kita kepada lingkungan, bahkan kepada nilai-nilai yang kita yakini,” ujarnya di hadapan peserta.
Edwin juga mengakui, pelayanan pengelolaan sampah di Kabupaten Ciamis belum sepenuhnya merata. Dari 27 kecamatan, masih ada beberapa wilayah yang belum terfasilitasi secara optimal karena keterbatasan sarana dan tenaga.
Karena itu, warga dan pemerintah desa menilai inisiatif di Pasirnangka sebagai langkah strategis untuk menutup celah tersebut.
Di tingkat dusun, Kepala Dusun Pasirnangka, Apep Riyanto, melihat kegiatan ini sebagai awal dari perubahan yang lebih besar. Ia berharap sosialisasi tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi benar-benar menjadi gerakan yang hidup di tengah masyarakat.
Menurutnya, Bank Sampah Guyub Rukun harus berkembang menjadi ruang produktif yang memberi manfaat nyata, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan warga.
Gerakan ini membawa pesan sederhana namun kuat: menjaga kebersihan bukan lagi tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama. Warga Pasirnangka mulai mewujudkan harapan tentang desa yang bersih dan lestari melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan.
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Channel Whatsapp
Ikuti update berita MCNNEWS.ID di Facebook




















