Rabu, Maret 11, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Masuk
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
Advertisement
ADVERTISEMENT
  • Berita
    • Berita Internasional
  • Daerah
    • Jawa Barat
    • Bandung & Kab. Bandung
    • Bekasi
    • Ciamis
    • Garut
    • Indramayu
    • Kabupaten Pangandaran
    • Kota Banjar
    • Kuningan
    • Tasikmalaya
    • Profil Ciamis
    • Profil Kecamatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Agama
      • Ramadhan Series
    • Hiburan
    • Lingkungan
      • Fauna Flora
  • Pariwisata
  • Olah Raga
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
  • Berita
    • Berita Internasional
  • Daerah
    • Jawa Barat
    • Bandung & Kab. Bandung
    • Bekasi
    • Ciamis
    • Garut
    • Indramayu
    • Kabupaten Pangandaran
    • Kota Banjar
    • Kuningan
    • Tasikmalaya
    • Profil Ciamis
    • Profil Kecamatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Agama
      • Ramadhan Series
    • Hiburan
    • Lingkungan
      • Fauna Flora
  • Pariwisata
  • Olah Raga
  • Teknologi
  • Sejarah & Budaya
  • Tokoh & opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Agama
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Hiburan
  • Jawa Barat
  • Pendidikan
ADVERTISEMENT
Home Tokoh & opini

HOK Tanzil, Mengabadikan Perjalanan Keliling 240 Negara dengan Karyanya

shanny ratman Oleh shanny ratman
06/02/2026
in Tokoh & opini
Waktu Membaca:6 menit membaca
A A
0
0
Dibagikan
6
Dilihat
Berbagi di FacebookBerbagi di TwitterBerbagi di WhatsappBerbagi di Telegram
ADVERTISEMENT

Bagi penggemar Majalah Intsiari dan pecinta jurnal perjalanan, nama HOK Tanzil mungkin sudah tidak asing lagi. Ia menggambarkan perjalanannya ke 240 negara melalui tulisan.

—

MCNNEWS.ID hadir di channel WhatsApp, ikuti dan dapatkan berita terkini kami di sini

—

Berita Terkait

Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno meninggal dunia

Kabar Duka, Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Gatot Soebroto

02/03/2026
Kisah Sukses Hermanto Tanoko

Kisah Sukses Hermanto Tanoko

30/01/2026
Anthoni Salim

Dari Krisis ke Global: Kisah Anthoni Salim dan Kerajaan Bisnis Indomie

30/01/2026
Kisah Sukses Pemilik Gerai Indomart

Kisah Sukses Pemilik Gerai Indomart

25/01/2026

MCNNEWS.ID

Seorang dokter yang menemukan salah satu cara pengobatan tuberkulosis paru-paru ini juga dikenal karena catatan perjalanannya keliling dunia. Tujuh puluh tahun hidupnya dicatat dalam buku harian hingga saat ini.

3 Januari 1942: “Mata Hari, Broadway Serenade”

17 Agustus 1945: “Saya mendengar, pagi ini Indonesia merdeka”

Meskipun ada seseorang yang sangat disiplin dalam menulis jurnal harian di dunia ini, tampaknya orang tersebut tetap berada di posisi kedua. Posisi pertama hampir pasti ditempati oleh Haris Otto Kamil Tanzil atau HOK Tanzil. Mulai dari usia 20 tahun hingga akhir hayatnya, segala hal yang dialaminya selalu dicatat dalam buku harian.

HOK Tanzil menghembuskan napas terakhir pada bulan Oktober tahun 2017.

Bahkan, ketika MCNNEWS.ID memberikan kartu nama kepada HOK Tanzil, ia meminta kami untuk mencatat tanggal dan jam saat itu di kartu tersebut. Tujuannya agar dia dapat menuliskannya dalam buku harian secara rinci.

Seperti yang dilaporkan di atas, pada 2 Januari 1942 HOK Tanzil menonton dua film tersebut. HOK Tanzil muda memang seorang penggemar berat film bioskop. “Saya sudah memiliki tekad untuk menonton semua film yang dirilis. Dalam sehari saya bisa menonton empat film, di bioskop yang berbeda,” kata Tanzil. Oleh karena itu, di salah satu bukunya yang kertasnya sudah berwarna kecokelatan, Tanzil menulis: “1 Juli hingga 31 Desember 1941: menonton (film di bioskop –Red.) sebanyak 111 kali.”

Niat bunuh diri

MCNNEWS.ID bertemu dengan Tanzi ketika usianya sudah menginjak 90 tahun dan semangatnya masih terasa kuat. “Wah, kalau ditanya apakah masih ingin berjalan-jalan, saya ingin. Tapi saya sudah tidak bisa berjalan,” ujar Tanzil.

Hobi berjalan-jalan dan menulis jurnal ini juga yang membuat namanya terkenal, pada dekade 1980-an, setelahMajalah MCNNEWS.ID menyertakan tulisan-tulisannya saat melakukan perjalanan keliling dunia. Cetakan karya penanya juga telah diterbitkan dalam 16 seri buku.

Namun siapa sangka, Tanzil pernah berencana mengakhiri hidupnya. Pada masa 1953-1955, ketika berusia 30 tahun, dia menderita tuberkulosis. “Di masa itu, terkena TBC seperti dihukum mati, karena belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkannya,” kenangnya. Namun Tanzil membatalkan niatnya setelah tiba-tiba teringat pada anak-anaknya.

ADVERTISEMENT

Alih-alih mengkritik, Tanzil justru meneliti penyakit tersebut. Ia memang seorang dokter spesialis mikrobiologi. Semangatnya yang tinggi mendorongnya untuk menemukan metode pewarnaan bakteri TBC yang diberi nama metode pewarnaan Tan Thiam Hok, diambil dari namanya sendiri.

Justru, metode yang ia temukan diakui dan digunakan dalam dunia kedokteran hingga saat ini. Ketika diberikan kesempatan untuk mengajukan paten atas temuannya, ia menolak karena tidak ingin repot. Temuan tersebut memungkinkan pendidikan Tanzil melanjutkan studi ke jenjang S-3 hingga meraih gelar doktor tanpa harus melalui gelar dokter.

Itulah Tanzil. Sederhana namun mampu, murah hati, serta penuh semangat, tak terduga, dan bebas. Kunadi Tanzil, putranya, menceritakan prinsip kuat ayahnya. “Ayah berjanji, jika ia sembuh dari penyakit TBC, dia akan menggunakan uang dari profesinya untuk kegiatan amal,” kata Kunadi.

ADVERTISEMENT

Sama halnya dengan uang hasil dari tulisan perjalanannya. “Saya ingat pertama kali mendapat honor (dari MCNNEWS.ID), langsung saya berikan kepada PMI. Karena saya sudah berjanji, saya tidak akan mengambil uang dari tulisan saya,” kata Tanzil. Oleh karena itu, dia sedikit lupa besaran honor pertamanya. “Saya hanya ingat angka 15-nya. Tidak tahu apakah 15.000 atau jumlah lainnya, tapi saya langsung memberikannya ke PMI,” ujar Tanzil.

Susah makan

Aspirasinya adalah melihat dunia. Sejak kecil, ketika masih tinggal di kampung halamannya di Surabaya, ia sudah suka melakukan perjalanan. Bahkan ketika ia menjadi dosen besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1967, ia tetap menyimpan hasrat untuk menelusuri dunia dan mencari tantangan. Oleh karena itu, ketika usia Tanzil sudah cukup tua, dengan tegas akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan dunia pendidikan yang selama ini ia tekuni demi berkeliling dunia.

Ditemani istrinya, Ellia Chandra Tanzil, mereka memulai perjalanan pada tahun 1974. Selama perjalanannya, keduanya mengemudikan mobil VW Combi. Ellia yang merupakan seorang koki lebih sering menyiapkan makanan untuk keduanya daripada membeli makan di tempat tujuan. “Saya selalu mencoba makanan setiap negara. Tapi yang mencari masalah itu saya; jalan-jalan itu sulit, karena saya sulit makan,” ujar Tanzil.

Tanzil memang termasuk orang yang selektif dalam memilih makanan. Di Bangkok, dia tidak menemukan satu pun hidangan yang sesuai dengan selera rasanya. “Di sana, semua makanan itupedes! Tidak ada yang tidak pedes Akhirnya pergi ke restoran Tionghoa, ingin memesan nasi goreng, tapi ternyata juga pedas!” Karena Tanzil tidak suka makanan pedas.

Di mulutnya, makanan terlezat tetaplah masakan Indonesia. Salah satu yang paling disukainya adalah lumpia. Untuk minuman, Tanzil juga memilih dengan teliti. Dia tidak pernah mengonsumsi air putih. “Air putih itu racun bagi saya. Selama perjalanan, saya selalu membawa…”condensed milk(minuman susu dalam kaleng –Red.). Minuman harus manis,” kata penggemar minuman berkarbonasi ini.

Buang angin pun dicatat

Melintasi 240 negara, tentu banyak pengalaman yang terjadi. Begitu pula dengan Tanzil. Beberapa kisah masih teringat jelas olehnya, seperti saat dia terjebak di sebuah negara yang sedang mengalami konflik, yaitu di wilayah Balkan. Atau ketika dia sengaja melewati jalur yang terkenal dengan “bajing loncat” di daerah Sumatera Selatan. Pernah juga dia berani mencoba memasuki wilayah Uni Soviet, namun gagal karena pada masa itu Soviet merupakan negara yang tertutup.

Melakukan perjalanan keliling dunia, tidak ada istilah takut. Menurut Tanzil, setiap orang pada dasarnya baik. “Saya tidak pernah bertemu dengan orang jahat. Semua orang baik, karena sifat manusia tidak akan mencari musuh,” ujar Tanzil. Apakah istrinya juga tidak takut? “Tidak, kalau ada saya di sampingnya dia tidak takut,” kata Tanzil.

ADVERTISEMENT

Semua kisah perjalanan dituliskannya dengan rinci sejak tahun 1943. Catatan-catatan yang sangat detail, bahkan misalnya ia mencatat bahwa pada pukul 11.13, ia buang angin! “Ya, jika masih bisa buang angin berarti tubuhnya masih sehat,” ujar Tanzil. Pada usia tua, buku harian tersebut memiliki fungsi lain bagi Kunadi yang merawatnya. Karena dari catatan itulah Kunadi memantau keadaan ayahnya.

Catatan lengkap Tanzil juga mencakup tingkat kurs mata uang pada masa itu. Selama perjalanan keliling dunia, dia selalu membawa cek pelawat (travelers cheque). Setiba di negara tujuan, ia langsung pergi ke bank untuk menukarkannya dengan mata uang setempat. “Kalau membeli sesuatu, saya keluarkan seluruh uang saya, lalu penjual diminta mengambil sendiri. Karena saya tidak tahu harganya, dia bisa memilih uang yang mana,” cerita Tanzil.

Jurus berlagak bodoh

Jika dijumlahkan, sudah 70 tahun ia menulis jurnal harian. Pada awalnya, Tanzil menulis dalam bahasa Belanda. Sekarang, campuran, terkadang menggunakan bahasa Belanda, terkadang bahasa Indonesia. Ia sendiri paling tidak menguasai tiga bahasa asing: Belanda, Inggris, dan Jerman.

Lucu, meskipun keturunan Tionghoa, dia justru tidak menguasai bahasa Cina. Sehingga saat tiba di Tiongkok, dia menempelkan kertas di dadanya dengan tulisan: “Bangsa Tionghoa, lahir di Indonesia, tidak bisa berbahasa Tionghoa.”

Banyak trik juga dijelaskan oleh Tanzil, salah satunya adalah teknik “berpura-pura bodoh”. “Di setiap negara, saya seolah-olah tidak memahami bahasanya. Cukup berpura-pura bodoh saja, agar orang lain membantu. Orang yang bodoh selalu dibantu. Jika terlihat pintar justru akan ditipu,” ujar Tanzil.

Dengan mengunjungi 240 negara, sebenarnya Tanzil layak memegang rekor dunia, karena rekor mengunjungi jumlah negara terbanyak yang tercatat dalam buku Guinness Book of World Records adalah 235 negara. Namun, sekali lagi, Tanzil enggan mendaftarkan dirinya, karena tidak ingin repot dengan urusan formal.

Kata-kata Tanzil dengan tegas, “Indonesia!” saat ditanya negara mana yang paling menyenangkan dari sekian negara tersebut.

Tags: beritabudayaduniaIndonesiasejarah
Berita Sebelumnya

Dishub Kota Tasikmalaya Minta Maaf atas Insiden Cekcok Petugas KIR

Berita Berikutnya

Ibu Nunuk, Peracik Rasa di Balik Kelezatan Legendaris Indomie

shanny ratman

shanny ratman

Shanny Ratman adalah seorang wirausahawan dan pengelola media yang telah menekuni dunia usaha sejak 1997. Berstatus menikah, ia memulai karier sebagai Captain Restaurant di Inasuki Japanese Restaurant, Bandung. Tahun 1999, ia merintis usaha kuliner dengan berjualan makanan Eropa di kawasan Cibadak, Bandung, lalu pada 2001 membuka warung makan di Ciamis. Pengalamannya berkembang ke bidang event organizer sebagai crew EO di Bandung sejak 2015. Pada 2018, ia mengikuti pelatihan entrepreneur bersama EntrepreneurID secara online dan menjalankan bisnis online hingga 2020. Tahun 2022, ia kembali ke Ciamis untuk mengembangkan bisnis kuliner, dan sejak 2023 aktif berkolaborasi membuka usaha kuliner yang terus berjalan hingga kini. Selain itu, sejak 2025 Shanny turut membangun dan mengelola portal berita mcnnews.id sebagai admin. Dengan pengalaman di bidang kuliner, event, bisnis digital, dan media, ia dikenal sebagai pribadi adaptif, konsisten, dan berorientasi pada kolaborasi serta pengembangan usaha berkelanjutan.

Berita Terkait

Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno meninggal dunia

Kabar Duka, Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Gatot Soebroto

02/03/2026
Kisah Sukses Hermanto Tanoko

Kisah Sukses Hermanto Tanoko

30/01/2026
Anthoni Salim

Dari Krisis ke Global: Kisah Anthoni Salim dan Kerajaan Bisnis Indomie

30/01/2026
Kisah Sukses Pemilik Gerai Indomart

Kisah Sukses Pemilik Gerai Indomart

25/01/2026
Dari Toko Kecil ke Ritel Nasional

Dari Toko Kecil ke Ritel Nasional

15/01/2026
KPK Tetapkan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji Tambahan

KPK Tetapkan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji Tambahan

09/01/2026
Berita Berikutnya
Ibu Nunuk Indomie

Ibu Nunuk, Peracik Rasa di Balik Kelezatan Legendaris Indomie

Perayaan Tahun Baru Sudah Ada Sejak 200 SM di Mesopotamia

Perayaan Tahun Baru Sudah Ada Sejak 200 SM di Mesopotamia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Sedang Tren
  • Komentar
  • Terbaru
data pengguna media sosial Indonesia

Segmentasi Penggunaan Media Sosial di Indonesia (2025)

26/08/2025
KPM menjerit bansos dipotong

KPM Menjerit Bansos Dipotong, LKD Akui Ada Pengkolektif’an

17/11/2025
PGRI Ciamis

PGRI dan Organisasi Pers Turun Tangan Atasi Teror Oknum Wartawan terhadap Kepala Sekolah di Ciamis

24/09/2025
Audiensi FPP Ciamis

Audiensi FPP Ciamis Diawali Tawasul untuk Almarhum H. Yana D. Putra, Bupati Tak Hadir

12/09/2025
Gebyar 10 Muharram 1447 H Replika Sukamulya Meriahkan Desa dengan Pawai, Santunan, Khitanan Massal, dan Turnamen Voli

Gebyar 10 Muharram 1447 H Replika Sukamulya Meriahkan Desa dengan Pawai, Santunan, Khitanan Massal, dan Turnamen Voli

2
3.800 Karyawan NASA Ajukan Resign, Ternyata Ini Penyebab dan Dampaknya

3.800 Karyawan NASA Ajukan Resign, Ternyata Ini Penyebab dan Dampaknya

2
kopi tanpa gula

Kopi Hitam Tanpa Gula Minuman Sederhana dengan Segudang Manfaat bagi Kesehatan

2
Kisah Sukses H. Maman, Pemilik Mega Baja

Kisah Sukses H. Maman, Pemilik Mega Baja

2
Profil lengkap Kecamatan Cisaga

Profil Kecamatan Cisaga Ciamis

11/03/2026
Kecamatan Cipaku Ciamis

Mengenal Kecamatan Cipaku Ciamis

11/03/2026
Penyebaran Agama Islam Pertama di Indonesia

Penyebaran Agama Islam Pertama di Indonesia

11/03/2026
PDAM Ciamis

Kejutan Ramadan dari PDAM Ciamis, Air Masjid Digratiskan dan Ada Diskon Sambungan Baru

11/03/2026

BERITA TERBARU

Profil lengkap Kecamatan Cisaga

Profil Kecamatan Cisaga Ciamis

11/03/2026
Kecamatan Cipaku Ciamis

Mengenal Kecamatan Cipaku Ciamis

11/03/2026
Penyebaran Agama Islam Pertama di Indonesia

Penyebaran Agama Islam Pertama di Indonesia

11/03/2026
PDAM Ciamis

Kejutan Ramadan dari PDAM Ciamis, Air Masjid Digratiskan dan Ada Diskon Sambungan Baru

11/03/2026

BERITA TERPOPULER

  • data pengguna media sosial Indonesia

    Segmentasi Penggunaan Media Sosial di Indonesia (2025)

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • KPM Menjerit Bansos Dipotong, LKD Akui Ada Pengkolektif’an

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • PGRI dan Organisasi Pers Turun Tangan Atasi Teror Oknum Wartawan terhadap Kepala Sekolah di Ciamis

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • Audiensi FPP Ciamis Diawali Tawasul untuk Almarhum H. Yana D. Putra, Bupati Tak Hadir

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
  • Rencana Pembangunan SLB Muhammadiyah di Banjarsari Ditolak Warga

    0 bagikan semua
    Membagikan 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT
MCN News.ID | Media Cinta Nusantara

MCNNews.id | Media Cinta Nusantara adalah portal berita online bagian dari MCN Group yang menyajikan informasi aktual dan terpercaya, dengan semangat “Mengabarkan Kebenaran, Menyatukan Nusantara.”

IKUTI SOSMED KAMI

INFORMASI

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber

MCN NETWORK

  • Kabarniaga.com
  • MCN Update
  • Galuhnews.com
  • Fokusjabar.id
  • Dejurnal.com
  • Infopriangan.com
  • Portaloka.id
  • Kondusif.com
  • Lenterajabar.com

ALAMAT REDAKSI

MCN News.ID – Media Cinta Nusantara
Alamat Redaksi: Jl. Ahmad Yani no 73 Kec. Ciamis
Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46211
Telp/WA: +62 813-1236-8759
Email: redaksi@mcnnews.id

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber

© 2025 MCN News.ID | Media Cinta Nusantara, Member Of MCN Group | One Stop Professional Service

Selamat Datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa kata sandi?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber

© 2025 MCN News.ID | Media Cinta Nusantara, Member Of MCN Group | One Stop Professional Service