CIAMIS, MCNNews.ID.
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Cisontrol kembali menorehkan prestasi membanggakan. Melalui inovasi program Kotak Ajaib, UPZ Desa Cisontrol berhasil dinobatkan sebagai penerima penghargaan Baznas Award 2025.
Penghargaan bergengsi ini menjadi bukti nyata keberhasilan masyarakat desa dalam mengelola zakat secara kreatif dan bermanfaat bagi pemberdayaan ekonomi umat.
Desa Cisontrol Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis Jawa Barat adalah sebuah desa kecil yang berbasis pertanian. Rata-rata mata pencaharian penduduknya dari perkebunan dan pertanian.
Namun sungguh luar biasa, keterbatasan pendapatan dan akses ekonomi tak mengendorkan semangat masyarakat untuk berzakat, infak dan bersedekah.
1. Kotak Ajaib UPZ
Pemerintah Desa Cisontrol dan Pengurus UPZ Desa Cisontrol bergerak bersama membangun ekosistem berzakat dan infak. Rupanya seluruh masyarakat Desa Cisontrol mendukung dan bergotong royong saling berbagi.
Pada awalnya tidak mudah, namun berkat perjuangan para relawan UPZ Desa Cisontrol, kepercayaan masyarakat meningkat dan mau menyisihkan hartanya untuk zakat, infak dan sedekah.
Untuk meringankan beban masyarakat dalam berinfak, UPZ Desa Cisontrol menyediakan kotak ajaib atau kencleng. Setiap keluarga diberi kotak ajaib untuk menyimpan infak koin seribuan.
Kepala Desa Cisontrol Kecamatan Rancah, Waryono mendukung gerakan infak dengan sistem kotak ajaib. Rupanya keajaiban itu terjadi, setiap bulan pengumpulan zakat dan infak mencapai angka puluhan juta.
Menurut penggerak UPZ Desa Cisontrol, Maman Abdul Rahman, pengumpulan zakat dan infak di Desa Cisontrol perbulan di angka Rp 10 juta lebih. Setiap bulan mengalami peningkatan yang signifikan berkat kekompakan masyarakat.
“Kotak ajaib ini merupakan gagasan perdana kami untuk memudahkan masyarakat menyimpan uang infak. Orang Sunda menyebutnya Kencleng,” ujar Maman.
Konsistensi gerakan zakat dan infak inilah yang menghantarkan Desa Cisontrol menyandang gelar Kampung Zakat dan terakhir Kepala Desa Cisontrol Waryono meraih penghargaan dalam ajang Baznas Award 2025 di Jakarta,28 Agustus 2025.
2. Baznas menyatakan UPZ Desa Cisontrol sebagai UPZ Desa terbaik dalam pengumpulan zakat dan infak

“Kami Pemerintah Desa Cisontrol mengucapkan terimakasih atas dukungan masyarakat yang tidak lelah dalam menyalurkan zakat, infak dan sedekah melalui UPZ Desa Cisontrol. Kami juga berterimakasih kepada Bupati Ciamis dan Baznas Kabupaten Ciamis yang selalu memotivasi kami dalam gerakan zakat sehingga desa kami bergeliat dalam berinfak, ” ujar Kepala Desa Cisontrol Waryono.
Waryono tidak sendirian. Tiga tokoh meraih penghargaan, yakni Bupati Ciamis Herdiat Sunarya atas dukungan digitalisasi zakat, Ketua Baznas KH Lili Miftah sebagai penggerak UPZ Desa terbaik, dan Camat Baregbeg Dede Hendara sebagai camat penggerak zakat.
3. Pemberdayaan Ekonomi Umat
Tiga penghargaan ini adalah bukti komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam mendukung digitalisasi pengelolaan zakat yang dilakukan oleh BAZNAS Kab. Ciamis.
Usai menerima penghargaan tersebut, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Ciamis, Ihsan Rasyad, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasinya. Ia menegaskan bahwa capaian ini tidak terlepas dari arahan dan bimbingan Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, yang senantiasa memberikan perhatian penuh terhadap program-program kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Ihsan menuturkan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja sama dan sinergi dari berbagai pihak. Mulai dari pengelola zakat, para aghnia, hingga masyarakat Kabupaten Ciamis yang terus mendukung upaya peningkatan kesejahteraan.
“Tanpa dukungan semua pihak, penghargaan ini tidak akan mungkin diraih,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Prof. Noor Achmad menegaskan bahwa panitia memberikan lebih dari 900 penghargaan dalam acara ini. Ia menekankan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar diberikan secara cuma-cuma, melainkan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi nyata para pengelola zakat daerah.
“Ini adalah bagian dari dakwah zakat. Apa yang dilakukan BAZNAS bersama pemerintah daerah adalah gerakan umat gerakan sejarah untuk membangun umat yang kuat, berkontribusi menjaga NKRI dari bawah,” ujar Noor Achmad.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra BAZNAS, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, yang telah konsisten membangun ekosistem zakat sebagai salah satu instrumen keadilan sosial dan kesejahteraan umat.
Para pengelola zakat menilai digitalisasi zakat sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan zaman, terutama dalam memperluas jangkauan distribusi zakat agar lebih merata dan tepat sasaran. Pemkab Ciamis bersama BAZNAS setempat terus berinovasi dalam menjadikan zakat sebagai solusi keumatan yang relevan, modern, dan berdampak nyata.
Berbagai penghargaan yang diraih menempatkan Ciamis sebagai percontohan pengelolaan zakat berbasis teknologi, tidak hanya di Jawa Barat tetapi juga di kancah nasional.






















