CIAMIS, MCNNEWS.ID
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengikuti Rapat Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 secara virtual bersama seluruh kepala daerah se-Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Vidcon Bupati Ciamis, Senin (15/12/2025).
Rapat ini menjadi upaya pemerintah pusat dan daerah menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah dinamika perekonomian nasional.
Melalui forum tersebut, para kepala daerah mendapatkan pemaparan terkini mengenai kondisi inflasi nasional sekaligus langkah-langkah strategis pengendaliannya di daerah masing-masing.

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut komponen inti menjadi penyumbang inflasi YTD terbesar sepanjang Januari–November 2025 dengan andil 1,40 persen.
Selanjutnya, komponen harga bergejolak menyumbang inflasi sebesar 0,56 persen, sementara pemerintah mengatur komponen harga yang memberikan andil inflasi sebesar 0,31 persen.
Pada level komoditas, Amalia menyebut emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi YTD terbesar hingga November 2025 sebesar 0,71 persen.
Komoditas inti lain yang mendorong inflasi meliputi biaya perguruan tinggi, sewa rumah, dan kopi bubuk. Di sisi lain, biaya sekolah menengah atas justru memberikan andil deflasi.
Untuk komponen harga yang diatur pemerintah, kontributor inflasi terbesar meliputi tarif air minum PAM, sigaret kretek mesin (SKM), dan sigaret kretek tangan (SKT).
Melalui rapat tersebut, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menegaskan komitmen Pemkab Ciamis bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mengendalikan inflasi daerah.
Langkah ini mampu menjaga stabilitas ekonomi serta melindungi daya beli masyarakat Ciamis di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.
Reporter Bang Sufi
Editor Shanny R























