MCNNEWS.ID– Batu, Malang, merupakan salah satu permata di Jawa Timur yang menggabungkan keindahan alam pegunungan dengan rasa masakan yang sangat menarik.
Angin yang segar, pemandangan yang indah, serta kehangatan penduduk setempat membuat siapa pun merasa nyaman berada lama-lama.
Tidak heran jika sejak masa penjajahan Belanda, daerah ini diberi julukan sebagaiAnak Kecil Swiss di Pulau Jawa.
Namun di balik keindahan alamnya, terdapat pula kehangatan lain yang tidak kalah menarik: masakan Kota Batu yang beragam, legendaris, dan sangat menggugah selera.
Melalui kanal YouTube Rumah Canda Melki, kunjungan kuliner kali ini mengunjungi jalanan Kota Batu,
dari hidangan khas Timur Tengah, camilan-camilan istimewa di sekitar alun-alun,
hingga hidangan legendaris yang telah ada selama beberapa dekade. Mari kita ikuti jejaknya.
1. Rumah Makan Mesir: Daging Kambing Panggang dan Martabak Kambing yang Menggugah Selera
Tidak jauh dari pusat kota Batu, terdapat sebuah tempat makan ikonik yang dikenal sebagaiRumah Makan Mesir.
Berdiri sejak dekade 1960, tempat makan ini masih bertahan hingga kini berkat hidangan khas Timur Tengah yang disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia.
Poin utama di sini adalahkambing ovenDaging kambing dimasak perlahan hingga empuk, disajikan bersama nasi mandi atau kapsa yang aromatik dengan rempah-rempah.
Rasanya renyah, segar, dan sama sekali tidak berbau amis. Menu lain yang tak kalah menarik adalahmartabak Mesir berisi daging kambing.
Martabak ini berbeda dengan martabak biasanya: kulitnya sangat tipis, isinya banyak, menggunakan telur bebek, daun bawang,
dan potongan daging kambing yang banyak. Ditambah sambal tomat khas, rasanya benar-benar membuat ketagihan.
Minumannya juga tidak kalah menarik. Tersedia jus kurma segar tanpa tambahan gula atau air, dengan rasa yang kaya, manis alami, sekaligus bermanfaat bagi kesehatan.
Tidak heran jika rumah makan ini dijuluki sebagai salah satu kuliner legendaris Kota Batu.
2. Jelajah Malam di Alun-Alun Batu: Mulai dari Tutut hingga Baby Crab
Saat malam tiba, suasana Kota Batu semakin sejuk dan justru saat ini merupakan waktu yang paling ideal untuk berkeliling mencicipi makanan di sekitar alun-alun.
Barisan tukang bakso menawarkan berbagai jenis makanan, mulai daritutut atau keong sawah,
ikan cumi-cumi yang menarik, hinggababy crab goreng renyahyang dapat dimakan beserta kulitnya.
Tidak hanya itu, terdapat juga jeruk peras segar yang dijual dengan cara khusus: diperas langsung tanpa penambahan gula atau air.
Terasa segar, alami, dan cocok untuk mengiringi camilan malam dalam cuaca dingin Batu.
3. Akhir yang Manis: Pos Makanan Susu Legendaris 1967
Belum sempurna rasanya berkunjung ke Kota Batu tanpa mampir kePusat Makanan Susu Legenda 1967, salah satu ikon makanan malam di alun-alun.
Perusahaan yang telah bertahan lebih dari lima puluh tahun ini terkenal dengan hidangan ketan panas yang dilengkapi berbagai macam toping.
Makanan paling tradisional dan disukai adalahnasi ketan asli dengan parutan kelapa dan bubuk kacang kedelai, disajikan bersama susu hangat asli.
Saat dimakan di tengah dinginnya cuaca Kota Batu, rasanya hangat, lezat, dan membangkitkan kenangan lama.
Ketannya memiliki tekstur yang lembut, taburan toppingnya sederhana namun menarik, dan susunya memberikan rasa hangat yang membuat tenang.
Tidak heran bila lokasi ini selalu ramai dikunjungi, bahkan sampai larut malam.
Kota Batu, Keseimbangan Alam dan Makanan
Jelajah kuliner di Kota Batu menunjukkan satu hal: keindahan alam akan terasa lebih sempurna ketika didampingi hidangan khas yang penuh makna.
Dari restoran legendaris yang menyajikan rasa khas Timur Tengah, camilan malam yang menarik di halaman kota,
hingga kue ketan susu yang telah bertahan melalui berbagai generasi, semuanya menjadi bagian dari identitas kuliner Kota Batu.
Siapa pun yang mengunjungi, Kota Batu bukan hanya tujuan wisata alam, tetapi juga surganya kuliner yang memberikan pengalaman yang tak terlupakan.
Anginnya segar, sambutan hangat, dan rasanya lezat
—semua berpadu secara harmonis sehingga setiap momen terasa sempurna. Dan memang benar,
Sekali merasakan masakan Kota Batu, rasa rindu untuk kembali akan selalu muncul.






















