TASIKMALAYA, MCNNEWS.ID – Proyek pembangunan dan pengelolaan sistem irigasi di Desa Bugel, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, yang dikerjakan oleh Cv Saluyu yang bersumber dari Anggaran APBDP Tahun 2025 Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat & Kawasan Permukiman & Lingkungan Hidup, mulai menuai sorotan terkait efektivitas anggaran dan jangka waktu pelaksanaannya.
Berdasarkan plang informasi proyek, kegiatan ini adalah Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi Primer dan Sekunder pada Daerah Irigasi yang Luasnya Dibawah 1000 Ha dalam 1 (Satu) Daerah Kabupaten/Kota.
Anggaran Fantastis, Waktu Singkat

Proyek yang berlokasi di Desa Bugel, Kec. Ciawi ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp 79.732.000 yang bersumber dari APBD Perubahan Anggaran 2025. Kontrak ditandatangani pada tanggal 07 November 2025, dan pelaksana proyek, CV. Saluyu, diberikan Waktu Pelaksanaan yang sangat singkat, yakni hanya 45 Hari Kalender.
“Anggaran hampir 80 juta rupiah untuk pekerjaan yang harus selesai dalam 45 hari kalender, yang notabene adalah akhir tahun anggaran, menimbulkan pertanyaan besar. Apakah kualitas pekerjaan dapat terjamin dengan durasi yang sangat terbatas ini?” ujar seorang pemerhati pembangunan infrastruktur lokal berinisial R Senin (1/12/2025).
Pelaksanaan di akhir tahun anggaran sering kali dikaitkan dengan potensi pengerjaan yang terburu-buru (speedy gonzales), yang dapat mengorbankan mutu dan daya tahan infrastruktur. Masyarakat berharap agar Dinas terkait melakukan pengawasan ketat terhadap CV. Saluyu agar target luas layanan irigasi yang disebutkan dapat tercapai tanpa mengabaikan standar konstruksi.
Kebutuhan Mendesak atau Kejar Tayang Anggaran?
Pemanfaatan APBD Anggaran Perubahan 2025 untuk proyek ini mengindikasikan bahwa pekerjaan ini dianggap sebagai kebutuhan mendesak yang baru diakomodasi di paruh akhir tahun. Namun, ketersediaan waktu yang mepet hingga batas akhir tahun anggaran memunculkan spekulasi bahwa proyek ini mungkin merupakan upaya “kejar tayang” untuk menyerap sisa dana perubahan.
Selain itu, meskipun plang mencantumkan himbauan “UTAMAKAN KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA” (K3), masyarakat juga menantikan transparansi mengenai dampak proyek terhadap lingkungan sekitar, mengingat lokasi proyek berada di area yang masih banyak ditumbuhi vegetasi.
Dinas terkait dan pihak CV. Saluyu diharapkan dapat memberikan penjelasan rinci kepada publik mengenai rencana kerja, target fisik pekerjaan, serta mekanisme pengawasan mutu yang akan diterapkan untuk memastikan dana rakyat hampir 80 juta rupiah ini digunakan secara efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi petani di Desa Bugel.
Reporter Robi Darwis
Editor Shanny R


















































