Pada 10 November 1938, bangsa Turki dilanda duka mendalam. Mustafa Kemal Atatürk, pendiri sekaligus presiden pertama Republik Turki, meninggal dunia di Istana Dolmabahçe, Istanbul, akibat penyakit sirosis hati. Kepergiannya meninggalkan kekosongan besar di tengah semangat modernisasi yang ia bangun.
Berita wafatnya Atatürk segera menyebar ke seluruh penjuru negeri. Dalam hitungan jam, ribuan rakyat berkumpul di depan istana untuk memberikan penghormatan terakhir. Pemerintah Turki saat itu langsung menetapkan masa berkabung nasional. Seluruh bendera diturunkan setengah tiang, dan kegiatan pemerintahan berhenti sementara.






















