Pada 10 November 1953, tepat 15 tahun setelah wafatnya, jenazah Mustafa Kemal Atatürk secara resmi dipindahkan dari Museum Etnografi Ankara ke Anıtkabir. Upacara pemindahan tersebut menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam kehidupan bangsa Turki.
Ratusan ribu rakyat memenuhi jalanan Ankara, sementara upacara militer dilakukan dengan penuh khidmat. Peti jenazah Atatürk ditempatkan di atas meriam dan diiringi oleh pejabat tinggi negara, perwira militer, dan perwakilan dari berbagai negara sahabat.
Setibanya di Anıtkabir, peti jenazah Atatürk diturunkan ke ruang bawah tanah di dalam bangunan utama, di bawah batu nisan marmer raksasa seberat 40 ton. Di sekeliling makam, tanah dari seluruh provinsi di Turki, serta dari beberapa negara sahabat, ditempatkan sebagai simbol persatuan bangsa.






















