Pemakaman Mustafa Kemal Atatürk bukan sekadar upacara kenegaraan, tetapi juga simbol penghormatan rakyat kepada sosok yang dianggap menyelamatkan bangsa dari kehancuran. Jenazahnya tidak langsung dimakamkan setelah wafat, karena pemerintah ingin mempersiapkan prosesi dengan sangat matang.
Setelah disemayamkan di Istana Dolmabahçe selama beberapa hari, jenazah Atatürk diarak dengan upacara kenegaraan melewati jalan-jalan utama Istanbul. Ribuan warga, dari berbagai lapisan masyarakat, berdiri di sepanjang jalan untuk memberi penghormatan terakhir. Suasana hening, khidmat, dan penuh air mata menyelimuti seluruh kota.
Dari Istanbul, jenazah Atatürk dibawa menggunakan kapal perang Yavuz menyeberangi Selat Bosporus menuju Ankara. Setibanya di sana, jenazah disemayamkan sementara di Museum Etnografi Ankara pada 21 November 1938. Lokasi ini menjadi tempat peristirahatan sementara selama lebih dari 15 tahun.






















